Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

REDESAIN KAWASAN PARIWISATA MENARA SIGER DI BAKAUHENI HARBOUR CITY Wahyu Krismanto; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.452

Abstract

Menara siger sebagai monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, sebagai perwujudan dari mahkota pengantin perempuan dari adat Lampung. Arsitek Menara siger adalah Ir.Hi. Anshori Djausal M.T. (putra Lampung). Untuk lokasi menara siger sendiri berada di Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan yang lokasinya di area penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera atau penyeberangan (ASDP) bakauheni. Dari beberapa isu / berita mengenai perencanaan area pariwisata berbasis internasional di area bakauheni dengan sebutan bakauheni harbour city, tahap awal direncanakan pengembangan area menara siger menjadi area pendidikan, kebudayaan dan pengenalan kepada wisatawan. Dari alasan tersebut laporan ini menjelaskan beberapa ide yang ingin penulis angkat sebagai tugas akhir dalam mendapatkan gelar setara S1 fakultas teknik dengan meredesain/mengembangkan kawasan pariwisata menara siger menjadi area pengenalan, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh Provinsi Lampung dengan tetap mempertahankan menara siger menjadi inti dari area tersebut. Kata Kunci : Redesain, Kawasan Pariwisata, Menara Siger, Bakauheni Harbour City.
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PERANCANGAN SPORT CENTER DI CIAMIS Reksha Reskyana; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.476

Abstract

Abstrak Ciamis sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, letaknya di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, sebelah Barat dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, sebelah Timur dengan Kota Banjar dan Propinsi Jawa Tengah, dan sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia. Dengan seiringnya perkembangan olahraga di Kota Ciamis, Kota Ciamis terpilih sebagai Tuan rumah PORPROV pada tahun 2022 ini yang diselenggarakan pada bulan November, Beberapa Venue Cabor sudah tersedia akan tetapi lokasi antar venue berjauhan sehingga kurang efektif baik awktu maupun biaya.. Solusi yang tepat agar masalah tersebut bisa teratasi adalah dengan membuat kawasan pusat olahraga yang terpadu berupa sport center. Diharapkan Kawasan ini mampu menjadi tempat pertandingan yang efektif dan kompetitif. Sport center dirancang dengan menerapkan pendekatan arsitektur tropis, yaitu dengan memanfaatkan siirkulasi udara dan penerangan siang hari (sinar matahari) secara optimal. Kata kunci: Sport Center, Arsitektur Tropis. Kota Ciamis
Perencanaan Pusat Pelatihan dan Pengembangan UMKM dengan Konsep Arsitektur Ekologis di Kabupaten Banyumas Sofiya, Jita; Yohanes Wahyu Dwi Yudono; C. Dwi Istiningsih
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play an important role in the Indonesian economy, contributing 60.34% to the national GDP and absorbing 97% of the workforce. Banyumas Regency, which has 8,561 MSMEs, ranks fifth in Central Java. However, the unemployment rate in Banyumas is still high, reaching 6.35% in 2023. The main causes of unemployment are limited job opportunities, lack of capital, and human resource skills that are not in line with market needs. This research aims to design an MSME Training and Development Center in Banyumas as a strategic solution in improving the skills of the workforce, expanding the marketing of MSME products, and reducing unemployment. A qualitative approach is used to describe the site conditions, while quantitative methods are used to calculate the number of users and space. The results of this research are expected to encourage sustainable local economic growth, optimize the potential of MSMEs, and create new jobs in Banyumas.