Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REDESAIN KAWASAN PARIWISATA MENARA SIGER DI BAKAUHENI HARBOUR CITY Wahyu Krismanto; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 23, No 2 (2022): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v23i2.452

Abstract

Menara siger sebagai monumen yang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung, sebagai perwujudan dari mahkota pengantin perempuan dari adat Lampung. Arsitek Menara siger adalah Ir.Hi. Anshori Djausal M.T. (putra Lampung). Untuk lokasi menara siger sendiri berada di Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan yang lokasinya di area penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera atau penyeberangan (ASDP) bakauheni. Dari beberapa isu / berita mengenai perencanaan area pariwisata berbasis internasional di area bakauheni dengan sebutan bakauheni harbour city, tahap awal direncanakan pengembangan area menara siger menjadi area pendidikan, kebudayaan dan pengenalan kepada wisatawan. Dari alasan tersebut laporan ini menjelaskan beberapa ide yang ingin penulis angkat sebagai tugas akhir dalam mendapatkan gelar setara S1 fakultas teknik dengan meredesain/mengembangkan kawasan pariwisata menara siger menjadi area pengenalan, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan keberagaman yang dimiliki oleh Provinsi Lampung dengan tetap mempertahankan menara siger menjadi inti dari area tersebut. Kata Kunci : Redesain, Kawasan Pariwisata, Menara Siger, Bakauheni Harbour City.
PENERAPAN ARSITEKTUR TROPIS PADA PERANCANGAN SPORT CENTER DI CIAMIS Reksha Reskyana; Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 24, No 1 (2023): Teodolita : Media Komunikasi Ilmiah Di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v24i1.476

Abstract

Abstrak Ciamis sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, letaknya di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan, sebelah Barat dengan Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, sebelah Timur dengan Kota Banjar dan Propinsi Jawa Tengah, dan sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia. Dengan seiringnya perkembangan olahraga di Kota Ciamis, Kota Ciamis terpilih sebagai Tuan rumah PORPROV pada tahun 2022 ini yang diselenggarakan pada bulan November, Beberapa Venue Cabor sudah tersedia akan tetapi lokasi antar venue berjauhan sehingga kurang efektif baik awktu maupun biaya.. Solusi yang tepat agar masalah tersebut bisa teratasi adalah dengan membuat kawasan pusat olahraga yang terpadu berupa sport center. Diharapkan Kawasan ini mampu menjadi tempat pertandingan yang efektif dan kompetitif. Sport center dirancang dengan menerapkan pendekatan arsitektur tropis, yaitu dengan memanfaatkan siirkulasi udara dan penerangan siang hari (sinar matahari) secara optimal. Kata kunci: Sport Center, Arsitektur Tropis. Kota Ciamis
Perencanaan Pusat Pelatihan dan Pengembangan UMKM dengan Konsep Arsitektur Ekologis di Kabupaten Banyumas Sofiya, Jita; Yohanes Wahyu Dwi Yudono; C. Dwi Istiningsih
Retii 2024: Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-19 (Edisi Penelitian)
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MSMEs play an important role in the Indonesian economy, contributing 60.34% to the national GDP and absorbing 97% of the workforce. Banyumas Regency, which has 8,561 MSMEs, ranks fifth in Central Java. However, the unemployment rate in Banyumas is still high, reaching 6.35% in 2023. The main causes of unemployment are limited job opportunities, lack of capital, and human resource skills that are not in line with market needs. This research aims to design an MSME Training and Development Center in Banyumas as a strategic solution in improving the skills of the workforce, expanding the marketing of MSME products, and reducing unemployment. A qualitative approach is used to describe the site conditions, while quantitative methods are used to calculate the number of users and space. The results of this research are expected to encourage sustainable local economic growth, optimize the potential of MSMEs, and create new jobs in Banyumas.
PERENCANAAN INDUSTRI SEPATU DENGAN KONSEP HUMAN-CENTERED DESIGN DI KABUPATEN BANYUMAS Fiddy Zoelangga Prayudha; Yohanes Wahyu Dwi Yudono; Dwi Djati Lestariningsih
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 27, No 1 (2026): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v27i1.770

Abstract

Abstrak Industri sepatu merupakan sektor strategis yang berperan dalam meningkatkan perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja, khususnya di Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi pengembangan industri manufaktur. Namun, perencanaan kawasan industri sepatu yang ada umumnya masih berfokus pada aspek fungsional dan efisiensi produksi, dengan minim perhatian terhadap kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kawasan industri sepatu di Kabupaten Banyumas dengan menerapkan konsep Human-Centered Design sebagai pendekatan utama perancangan. Metode yang digunakan meliputi analisis tapak, analisis aktivitas dan pelaku, kebutuhan ruang, sirkulasi, serta aspek lingkungan dan visual kawasan. Konsep Human-Centered Design diterapkan dengan menempatkan manusia sebagai pusat perancangan melalui penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman, sehat, dan produktif bagi pekerja, manajemen, maupun pengunjung. Penerapan konsep ini diwujudkan dalam pengaturan zonasi yang jelas, sirkulasi yang efektif, optimalisasi pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau, serta integrasi sistem utilitas yang mendukung aktivitas industri. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa penerapan konsep Human-Centered Design mampu meningkatkan kualitas lingkungan industri, memperbaiki hubungan kawasan industri dengan lingkungan sekitar, serta memperkuat identitas kawasan industri sepatu yang berkelanjutan dan berorientasi pada manusia di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: industri sepatu, perencanaan kawasan industri, human centered design, arsitektur industri. Abstract The footwear industry is a strategic sector that contributes significantly to regional economic growth and employment opportunities, particularly in Banyumas Regency, which has strong potential for manufacturing development. However, the planning of existing footwear industrial areas generally prioritizes functional efficiency and production capacity, while aspects of user comfort, safety, and well- being receive limited attention. This study aims to plan a footwear industrial area in Banyumas Regency by applying the Human-Centered Design (HCD) concept as the main design approach. The research method includes site analysis, analysis of activities and users, spatial requirements, circulation patterns, and environmental and visual aspects of the area. The Human-Centered Design concept is implemented by placing humans at the center of the design process, creating a safe, comfortable, healthy, and productive working environment for workers, management, and visitors. This approach is reflected in clear zoning arrangements, efficient circulation systems, optimization of natural lighting and ventilation, provision of green open spaces, and integration of supporting utility systems. The results indicate that the application of the Human-Centered Design concept improves the quality of the industrial environment, enhances the relationship between the industrial area and its surrounding context, and strengthens the identity of a sustainable and human-oriented footwear industrial area in Banyumas Regency. Keywords: footwear industry, industrial area planning, human-centered design, industrial architecture.
KAJIAN PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA DESAIN PASAR TRADISIONAL Dwi Jati Lestariningsih; Yohanes Wahyu Dwi Yudono
Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik Vol 26, No 2 (2025): Teodolita: Media Komunkasi Ilmiah di Bidang Teknik
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v26i2.718

Abstract

Abstrak Pasar tradisional merupakan ruang publik yang memiliki intensitas interaksi sosial tinggi dan karakter aktivitas yang kompleks. Namun, banyak pasar tradisional dirancang tanpa mempertimbangkan perilaku pengguna, sehingga menimbulkan permasalahan kenyamanan, keteraturan, dan efisiensi ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur perilaku dalam perancangan pasar tradisional melalui pendekatan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap teori arsitektur perilaku, perilaku ruang, dan konsep perancangan pasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep proxemics, territoriality, behavior setting, dan compatibility mampu menjadi dasar dalam perancangan ruang pasar yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Konsep-konsep tersebut berperan penting dalam pengaturan zonasi, sirkulasi, dan pembentukan ruang interaksi yang nyaman. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual dalam perancangan pasar tradisional yang fungsional, manusiawi, dan berkelanjutan. Kata kunci: Pasar tradisional; Arsitektur Perilaku; Perilaku Pengguna Abstract Traditional markets represent public spaces characterized by intensive social interaction and dynamic activities. However, many traditional markets are designed without sufficient consideration of user behavior, resulting in spatial inefficiency and discomfort. This study aims to examine the application of behavioral architecture concepts in traditional market design through a literature review approach. The research analyzes theories related to behavioral architecture, spatial behavior, and market design. The findings indicate that the application of proxemics, territoriality, behavior setting, and compatibility plays a crucial role in shaping spatial arrangements that respond to users’ needs. These concepts contribute to improving spatial organization, circulation, and interaction quality within traditional markets. This study provides a conceptual foundation for designing traditional markets that are functional, humane, and sustainable. Keywords: Traditional market; Architectural behavior; User Behavior.