Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Durasi Ketuban Pecah Dini dengan APGAR Skor Neonatus Novia Anggraeni; Asriani Asriani; Rauly Rahmadani
UMI Medical Journal Vol 5 No 2 (2020): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v5i2.117

Abstract

Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi dimana pecahnya selaput ketuban sebelum adanya tanda persalinan. Durasi KPD menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi bayi baru lahir, semakin lama perlangsungan KPD maka akan menyebabkan hipoksia pada janin yang nantinya dapat dinilai menggunakan APGAR skor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi ketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus. Metode: Penelitian ini bersifat observasioal analitik dengan design penelitian Cross-sectional. Populasi penelitian ini ialah seluruh ibu yang didiagnosis KPD berdasarkan data rekam medik RSUD Syekh Yusuf Gowa periode Januari–Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang memiliki beberapa kriteria dan yang memenuhi sebagai sampel sebanyak 112 ibu dengan KPD. Hasil: Durasi KPD <12 jam didapatkan skor APGAR sedang 12 kasus (10,71%) dan skor APGAR normal sebanyak 64 kasus (57,14%), sedangkan KPD dengan durasi >12 jam didapatkan skor APGAR berat 2 kasus (1,79%), skor APGAR sedang 24 kasus (21,43%) dan skor APGAR normal 36 kasus (32,14%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi ketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus.
Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Jalan Pada Pasien Tb Paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 Muhammad Fais Satrianegara; Surahmawati Surahmawati; Asriani Asriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.661 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2080

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada dasarnya merupakan interaksi antara pengguna jasa pelayanan dan penyedia jasa pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi (pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (lokasi, fasilitas, dan pelayanan), dan faktor penguat (petugas dan dorongan keluarga) dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan pada pasien tb paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat adanya hubungan antara variabel dependen dan independen sekaligus pada waktu yang sama, dengan jumlah responden sebanyak 68 orang dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: sikap (p=0,013), faktor pemungkin: lokasi (p=0,001), fasilitas (p=0,001), pelayanan (p=0,013), dan faktor penguat: petugas (p=0,000), sedangkan yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: pendidikan (p=0,329), pekerjaan (p=0,665), dan  pengetahuan (p=0,618). Disarankan kepada rumah sakit perlu lebih meningkatkan mutu pelayanan agar pasien loyal dan tetap memilih memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan di RSUD Labuang Baji Makassar, karena sebagaimana yang kita ketehui bahwa persaingan rumah sakit sekarang yang semakin kompetitif.