Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Bakteriologis Makanan Jajanan Pada Warung Sari Laut Di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Muhammad Fais Satrianegara; Husnul Hatimah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 1 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.821 KB)

Abstract

One source oftransmission of the disease and the causes of food poisoning is food and drinks that do not meet hygiene requirements. Hygiene of foods and beverages among others influenced by the hygiene of cookware and cutlery that used in the food supply process. The purpose of this study was to determine the description of bacteriological quality on the Sari Laut stalls in Somba Opu District, Gowa Regency. This research is quantitative with Descriptive observational approach. The population consists of all Sari Laut Stalls in Somba Opu District, Gowa Regency. The sample consists of two stalls select edusing purposive sampling technique, with sampling technique by purchase. The results showed that both of two stalls were studied contained 14 samples of food. Food samples qualified ISO 73882009 about Limit of Microbial Contaminationin Food as many as 12 samples, which are cucumber samples A and B, bean A and B, cabbage A and B, rice A and B, basil A and B, and chickenfried A and B. Samples that did not qualify, there are two, namely chili sauce A and B. Expected to conduct examinations and continuous guidance to the  merchant to feel responsible for the quality of food served to avoid the diseaseas a result of street food and improve personal hygiene and environmental sanitation around the location of the business. Keywords  : Total Microbe, Street Food, ISO 7388.2009 
Pendekatan Analisis Manajemen Kebijakan Dalam Pengelolaan Limbah Rumah Sakit Muhammad Fais Satrianegara
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 2 No 2 (2016): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.066 KB)

Abstract

Rumah sakit sebagai upaya penunjang pembangunan dalam bidang kesehatan merupakan sarana pelayanan umum, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat yang memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan dan dapat menjadi tempat penularan penyakit.Kata Kunci : policy analysis,  dampak limbah RS, limbah infeksious, Resiko Limbah B3
Gambaran Faktor Psikososial Terhadap Kinerja Pada Petugas Kesehatan di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Dewi Ayu Purnama; Muhammad Fais Satrianegara; Fatmawaty Mallapiang
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.06 KB)

Abstract

Faktor psikososial telah menjadi perhatian utama dalam kesehatan kerja. Perubahan yang terjadi di dalam pasar tenaga kerja yaitu globalisasi meningkat, kompetisi, fleksibilitas, dan bentuk baru organisasi kerja. Faktor psikososial memilki urgensi tersendiri untuk memperoleh perhatian khusus berkaitan dengan produktifitas dan kinerja petugas kesehatan yang bertugasdi puskesmas.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran faktor psikososial terhadap kinerja pada petugas kesehatan di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar.Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifatdeskriptif dengan populasi seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar sebanyak 55 orang dengan menggunakan pengambilan sampel secara Total Sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara univariat, dan bivariat.Hasil analisa data, menunjukkan bahwa mayoritas petugas kesehatan Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar mengalami stres berat sebanyak 50.9%, beban berat sebanyak 65.5%, dan lelah ringan sebanyak 67.3% dengan kualitas kinerja baik secara optimal. Hal tersebut menggambarkan bahwa petugas kesehatan mengalami faktor psikososial yang berdampak terhadap kinerja dalam bentuk positif, dan untuk menghasilkan kinerja yang baik perlu diciptakan lingkungan psikososial agar individu merasa nyaman berada dalam kelompok dan organisasinya, menunjukkan, produktifitas tinggi serta peningkatan mutu pekerjaan. Kata Kunci : Faktor Psikososial, Stres Kerja, Beban Kerja, Kelelahan Kerja
Pemanfaatan Kembali Pelayanan Kesehatan Oleh Pasien Umum Rawat Inap di Rumah Sakit Syekh Yusuf Tahun 2019 Jumriati Jumriati; Muhammad Fais Satrianegara; Habibi Habibi
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 1 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.571 KB)

Abstract

In this globalised era, hospitals do not only conduct social missions because the business aspect is an inevitable consequence. Therefore, it is common for hospitals to pull forward their profile promotion because of the services that they offer to connect users and providers. This research uses a quantitative approach with a cross-sectional research design. It observes dependant as well as independent factors through approaches, observations and data collection simultaneously. The research samples consist of 86 respondents. Each respondent is invited to an interview and observation only once in which the dependant and independent variables are examined at the time of data collection. The research findings indicate that hospital fee rates (p=0.000), the service quality (p=0.003), location (p=0.000), facilities (p=0.000) correlate with patients’ decision on the re-utilisation of hospitalisation health services while distance (p=0.0061) does not. Thus, this research concludes that while distance does not influence patients’ decision to re-utilise the hospitalisation health services, the service quality, location, and facilities make them consider re-utilising the services in Syekh Gowa Public Regional Hospital. This research recommends that the hospital keeps improving the quality of hospitalisation health services to win the competition with other hospitals. Keywords: predisposing factors, reinforcing factors, re-utilisation
Hubungan Lingkungan Fisik dengan Keberadaan Jentik Aedes sp. di Kelurahan Balleanging Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep Andi Miftahul Jannah; Andi Susilawaty; Muhammad Fais Satrianegara; Muh. Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.408 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) atau Dengue Haemoragic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang dibawa oleh nyamuk spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit DBD banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, merupakan penyakit berbasis lingkungan yang menjadi salah satu masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan fisik yaitu suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya dengan keberadaan jentik Aedes sp. di wilayah Kelurahan Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan variabel suhu udara (p value 0,901) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. sedangkan variabel kelembapan udara (p value 0,001) dan intensitas cahaya (p value 0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan keberadaan jentik Aedes sp. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan kepada pihak puskesmas serta pemerintah setempat agar secara berkala memberikan pengetahuan dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya mengendalikan perkembangbiakan jentik nyamuk di setiap rumah, yaitu dengan mengadakan kegiatan pemeriksaan jentik. Disarankan pula kepada masyarakat agar secara rutin menjaga kondisi lingkungan rumah, dalam hal ini membuat ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara baik sehingga tidak menjadi tempat potensial perkembangbiakan nyamuk, demi mencegah penularan DBD.
Evaluation Of Waste Bank Performance in Rappocini District, Makassar City Rahmi Amalia Umar; Muhammad Fais Satrianegara; Azriful Azriful
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 3 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The general objective of this research is to evaluate the performance of the waste bank in Rappocini District. Meanwhile, the specific objective is to determine the form of activities held by waste banks that directly involve community participation so that they can improve a clean and healthy lifestyle. This research is classified as qualitative with a sample size of 12 people, in which the sample is taken using purposive sampling technique. The data collection techniques used were interviews, observation, literature, and documentation. The results of this study indicate that there are several factors that cause the performance of the waste bank in Rappocini District, Makassar City to be not optimal, including: 1) The formation of managers who are only modest, lack of assistance in the form of initial capital from the government, and inadequate provision of facilities and infrastructure. 2) In the operational process of the garbage bank in Rappocini District, there are still some customers who do not properly sort their waste before it is collected to the waste bank. 3) Customer activeness has decreased from year to year, this is because the economic benefits felt by customers are not comparable to the business that was spent, plus in the 2020 period the Covid-19 pandemic hit various areas causing limited space for residents to move. 4) The benefits of the waste bank in Rappocini District, Makassar City are still not fully felt by the community, this is because the waste bank management and administration process is only carried out improperly and uses very limited resources.
PENGARUH RELIGIUSITAS TERHADAP TINGKAT DEPRESI, KECEMASAN, STRES, DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PENYAKIT KRONIS DI KOTA MAKASSAR (KAJIAN SURVEI EPIDEMIOLOGI BERBASIS INTEGRASI ISLAM DAN KESEHATAN) M. Fais Satrianegara
Jurnal Kesehatan Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v7i1.947

Abstract

In Indonesia, according to source of Riskersda in 2007, the most powerful of death cause was stoke (15,4%), then hypertensi, diabet, cancer and cronic and obstructif lungs dis-ease which can decrease the grand quality of life. There were many studies that told us reli-giousity (obeying the religion‟s rule) had good impact for health, one example was in US.This research purpose is to tell us the relationship between religiousity and depression, anxiety, stress and life quality of cronic sufferer in Makassar, which is held in Haji Hospital and Labuang Baji Hospital. All of cronic sufferer in Makassar 2013 are population which taken by non probability sample accidental sampling total ammount 38 people. This research uses survey analitical method with cross sectional study by using question to get the data about religiousity, depression, anxiety and stress, also patient life quality.The result of this research shows us that, there is no significant relationship between religiousity and depression of cronic disease because mark of P >0,05 is 0,457 and shows positive relations with weak relation 0,321. Religiousity of anxiety also shows there is no sig-nificant relationship between religiousity and anxiety chronic suffer disease because mark of P >0,05 is -0,72 and shows negativecorrelation with strong correlation 0,769. Religiousity of stress shows there is no significant relationship between religiousity and stress of chronic suffer because mark of P>0,05 is 0,232 and shows positive correlation with power of corre-lation 0,449. Besides religiousity and life quality shows there is no significant reltionship be-tween religiousity and life quality of chronic suffer because mark of P>0,05 is 0,556 and shows positive correlationwith weak correlation 0,250.We need new program from the health and medical departement especially the hospital that can include religiousity to the patient in healing process. Applying religiousity research in many side of life, not only in health and medical departement but also ini educational de-partement, then religousity experience especially for the patient in dialy of life by reading and reciting the holy qur‟an.Key word : Cronic disease, religiousity, depression, anxiety, stress and quality of life
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) pada Pasien Rawat Inap di Puskesmas Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar 2015 Muhammad Fais Satrianegara; Abdul Majid H.R. Lagu; Nur Iftitah
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.512 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2003

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan sebagai salah satu bagian dari manajemen akan memberikan berbagai manfaat bagi manajemen suatu instan( Pohan:2007).  Oleh karena itu, setiap pemberi layanan kesehatan atau profesi layanan kesehatan yang secara langsung melayani pasien perlu memiliki keterampilan, termasuk dalam berkomunikasi dengan konsumen/pasien. Meski demikian mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan dari tingkat kemampuan akademisnya, tetapi juga oleh sifatsifat kemanusiaan yang dimiliki oleh petugas kesehatan di suatu rumah sakit maupun puskesmas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dalam penelitian ini  Pasien rawat inap  yang berkunjung di wilayah Puskesmas Batua pada bulan 1 sampai bulan 6 Tahun 2015 yang berjumlah 149 orang dengan mengunakan teknik total accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa 50 responden (83.3%) memanfaatkan pelayanan kesehatan dan yang tidak memanfaatkan 10 responden (16.7%). responden yang tingkat pendidikannya paling banyak adalah responden mempunyai jenjang pendidikan SMA yaitu sebanyak 25 orang (41,7%). dari Aksesbilitas yang mudah sebanyak 48 responden (80.0%) sedangkan responden yang Aksesbilitasnya Sulit sebanyak 12 responden (20.0%). Dari Persepsi responden mengatakan baik sebanyak 57 responden (95%) dan persepsi responden yang mengatakan  tidak baik sebanyak 3 responden (5.0%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu lebih banyak responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua daripada yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. Saran yaitu petugas kesehatan lebih banyak Melakukan pendekatan kepada masyarakat sehingga masyarakat lebih mengenal petugas kesehatan dan pasien lebih dapat meningkatkan pemanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batua. 
Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Jalan Pada Pasien Tb Paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 Muhammad Fais Satrianegara; Surahmawati Surahmawati; Asriani Asriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.661 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2080

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada dasarnya merupakan interaksi antara pengguna jasa pelayanan dan penyedia jasa pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi (pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (lokasi, fasilitas, dan pelayanan), dan faktor penguat (petugas dan dorongan keluarga) dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan pada pasien tb paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat adanya hubungan antara variabel dependen dan independen sekaligus pada waktu yang sama, dengan jumlah responden sebanyak 68 orang dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: sikap (p=0,013), faktor pemungkin: lokasi (p=0,001), fasilitas (p=0,001), pelayanan (p=0,013), dan faktor penguat: petugas (p=0,000), sedangkan yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: pendidikan (p=0,329), pekerjaan (p=0,665), dan  pengetahuan (p=0,618). Disarankan kepada rumah sakit perlu lebih meningkatkan mutu pelayanan agar pasien loyal dan tetap memilih memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan di RSUD Labuang Baji Makassar, karena sebagaimana yang kita ketehui bahwa persaingan rumah sakit sekarang yang semakin kompetitif. 
Pengaruh Pemberian Nugget Tempe Dengan Subtitusi Ikan Gabus Terhadap Status Gizi Anak Sekolah Dasar di MIS DDI Ainus Syamsi Kelurahan Lette Kota Makassar 2014 Syarfaini Syarfaini; Muhammad Fais Satrianegara; Andi Rezki Ayu Astari
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.59 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2653

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok usia yang mempunyai aktivitas cukup tinggi baik dalam keadaan belajar maupun di saat istirahat. Tumbuh kembang anak usia sekolah yang optimal tergantung pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar. Tanpa gizi yang memadai dan berkualitas, maka anak akan menderita malnutrisi (kekurangan gizi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus terhadap status gizi pada siswa gizi kurang di sekolah dasar MIS DDI Ainus Syamsi di Kelurahan  Lette Kecamatan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif lapangan dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi eksperimen dengan rancangan penelitian Eksperimen Semu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus selisih rata-rata status gizi sebelum dan setelah pemberian nugget tempe dengan subtitusi ikan gabus adalah sebesar 0,39 sedangkan pada kelompok kontrol selisih rata-rata status gizi pada awal hingga akhir penelitian adalah sebesar 0,13. setelah dilakukan uji statistik Paired T-Test didapatkan nilai p = 0,000 yang lebih kecil daripada nilai alpha (0,05), maka dapat diputuskan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, ada pcngaruh antara pemberian nugget tempe ikan gabus terhadap status gizi anak sekolah gizi kurang. Diharapkan Kepada pelayanan kesehatan ditingkat Kelurahan ataupun Kecamatan serta pelayanan kesehatan yang ada agar dapat memanfaatkan tempe yang diolah menjadi nugget dengan subtitusi ikan gabus dijadikan sebagai PMT lokal, sebagai pengganti PMT lokal yang ada yang harganya lebih mahal agar supaya angka kejadian gizi kurang pada anak usia Sekolah Dasar dapat ditekan ataupun berkurang.