Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DESCRIPTION OF THE MANAGEMENT OF MEDICAL RECORD INPATIENT OF SYEKH YUSUF DISTRICT HOSPITAL GOWA 2019 Zilfadhilah Arranury; Surahmawati Surahmawati,; Muhammad Rusmin; Tri Addya Karini; Dian Rezki Wijaya; Ranti Ekasari; Jihan Sulfitri
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4567

Abstract

In the current era of global competition, it requires every hospital as a health service facility to be able to provide quality services in order to foster patient loyalty as service users. The medical record is one of the medical support services which is the basis for assessing the quality of medical services. Completeness of medical record files in RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa in a period of three years has fluctuated, namely 20% in 2017, 66% in 2018, and decreased in 2020 to 17%. This study aims to determine the description of medical record data management at RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa 2019.This study used a qualitative descriptive research method with the selection of informants using a purposive technique, and 6 informants were obtained, including 4 medical record officers, 1 head of the inpatient room, and 1 head of the medical records department.The results of the interview showed that the personnel in the medical records department were deemed insufficient, the flow and SOP were not implemented, the facilities and infrastructure were inadequate. In the implementation of medical records, there are still files that are filled in incompletely which results in delays in making reports.It is hoped that the hospital management will increase the number of personnel so that there is no double burden on officers, provide training for medical record officers, and pay attention to facilities and infrastructure to switch from a conventional system to an electronic-based system.
Gambaran Kualitas Fisik Bakteriologis Udara Dalam Ruang dan Gejala ISPA di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa Tahun 2014 Surahmawati Surahmawati; Muhammad Rusmin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 1 No 2 (2015): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.307 KB)

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas fisik bakteriologi udara dalam ruang dan gejala ISPA di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa. Penelitian ini merupa-kan penelitian kuantitatif, pendekatan yang di gunakan adalah deskriptif. Selanjutnya populasi da-lam penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu populasi subjek adalah seluruh santri di Ponpes Bahrul Ulum, teknik sampling yang digunakan adalah purpossive sampling dan Populasi Objek (ruangan) yang meliputi kualitas fisik ruang yaitu suhu dan kelembapan yang diambil dengan com-posit sampling dan kualitas bakteriologis udara, teknik sampling yang digunakan adalah adalah teknik grabb sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) dari 38 santri ditemukan 2 santri (5,26 %) mengalami gejala ISPA yang tinggal pada ruangan ASP-A dan 36 santri (94,74 %) tidak menderita gejala ISPA terdapat pada ruangan ASP, ASP-B, KLS-A dan KLS-B (2) Semua ventilasi di 5 (lima) ru-angan (ruang belajar dan ruang tidur santri 100 % memenuhi syarat.(3) Kepadatan hunian di 5 (lima) ruangan, dua ruangan memenuhi syarat yaitu terdapat pada ruangan ASP dan ASP B kemudian tiga ruangan tidak memenuhi syarat terdapat pada ruangan ASP-A, KLS-A, KLS-B. (4) Suhu dan kelemba-pan udara di 5 (lima) ruangan (ruang belajar dan ruang tidur) santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa 100 % memenuhi syarat. (6) Angka kuman di 5 (lima) ruangan (ruang belajar dan ruang tidur santri 100 % memenuhi syarat.(7)Pencahayaan (lux) di 5 (lima) ruangan (ruang belajar dan ruang tidur santri) 100 % tidak memenuhi syarat. Kata Kunci: Kualitas Fisik, bakteriologis, udara dalam ruang, gejala ISPA
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepemilikan Jamban Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Sukfitrianty Syahrir; Muharti Syamsul; Aswadi Aswadi; Surahmawati Surahmawati; Syahratul Aeni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.612 KB)

Abstract

Jamban keluarga merupakan suatu bangunan yang digunakan untuk membuang dan mengumpulkan kotoran atau najis manusia yang lazim disebut kakus/WC sehingga kotoran tersebut tersimpan dalam suatu tempat tertentu dan tidak menjadi penyebab atau penyebar penyakit dan mengotori lingkungan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar.Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 103. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang yang ditarik dengan cara simple random samplingHasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara pendidikan dan penyediaan air bersih dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 1,000 > 0,05 dan ada hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jamban keluarga dengan nilai X2 = 0,025 < 0,05 diwilayah kerja puskesmas Pertiwi Kelurahan Mariso Kota Makassar. Diharapkan kepada pihak terkait untuk membantu masyarakat dalam meningkakan kesehatan Kata kunci : Tingkat pendidikan,pendapatan,ketersedian air bersih, jamban
Health Belief Model Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar Surahmawati Surahmawati; Andi Susilawaty; Muhammad Saleh; Muhammad Zul Bashar
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.909 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an acute fever with two or more symptoms such as retro-orbital pain, headache, skin rashes, bleeding, and leukopenia that lasts between 2-7 days. The primary vector of DHF is Aedes aegypti mosquito. This research investigates the perceptions of patients with Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) within the working area of Mamajang Health Centre in Makassar City. It uses qualitative method with a phenomenological approach in scrutinising  the issue.  The research data are obtained through in-depth   interviews   with   several   informants.  The   findings  suggest  some  interesting information  about the  issue. first of  all, most  informants  believe that  their vulnerability toward Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is due to the environmental condition, symptoms, times of disease transmission,  patients, and the consequences of catching the disease. They also view Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) as an alarming disease because it lowers the patients'  productivity, prohibits them from working for earning income,  as well as causes casualties.  This  research  further  reveals  informants'  perception  of the  benefits  of  some Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) prevention programs that they have participated in. In addition to reducing their risk of catching the disease,  the prevention programs also allow them to enjoy a cleaner and tidier neighbourhood. However, they also claimed that they had also faced some challenges in implementing the programs. The pesticides contain various additive substances that they deem dangerous for their health and thus they have to be careful in using them.  Besides, they find that using sleeping nets are unpleasant during warmer days. Although they have complaints, most informants believe that the sacrifices are worth for their health  and wellbeing.  They also actively prevent Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) by burying unused stuff, covering water storages,  regularly cleaning bathtubs,  draining puddles, as well as using pesticides. Most informants are aware of the importance of Dengue Haemorrhagic Fever  (DHF)   prevention programs  even without  constant reminders from people around them.Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever, Health Belief Model, Aedes Aegypti.
Aedes Sp. Larvae Density Related to DHF Incidence in Tamalate District of Makassar City Nurrahmi Paizah; Andi Susilawaty; Surahmawati Surahmawati; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 3 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.193 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is transmitted by the Aedes sp. In 2019 there were 138,127 cases with 919 deaths. One of the factors that influence the increase or decrease in the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is the population of Aedes aegypti mosquito larvae. The purpose of this study was to measure the density of Aedes sp. related to the incidence of DHF in Tamalate District, Makassar City. This research is a descriptive type of research, with a visual survey method. The research sample is the number of cases in 2017 which is as many as 20 samples with the inclusion criteria of mosquito flight distance to meet the number of 100 samples. The results of the study of 100 houses inspected in Tamalate District there were 28 houses that were positive for larvae, thus obtaining a House Index (HI) value of 28%, and included in the medium density category, from 524 containers inspected in Tamalate District there were 44 positive containers. larvae were found, thus obtaining a Container Index (CI) value of 8.3%, included in the medium density category, there were 44 positive larval container containers from 100 houses inspected in Tamalate District, thus obtaining a Breteau Index (BI) value of 44% and included in the category medium density level, for the Density Figure category the House Index (HI) value of 28 so that the results of Density Figure (DF) 4 are included in the Density Figure (DF) category of medium density, the result of Container Index (CI) 8.3 so that the results of Density Figure ( DF) 3 is included in the Density Figure (DF) category of medium density, and the results of the Breteau Index (BI) 44 so that m get the results Density Figure (DF) 5 is included in the Density Figure (DF) category of medium density. Researchers suggest to the public to carry out PSN activities continuously with the 3M Plus method.
Hubungan Kebiasaan Membaca Alqur’an dan Aktivitas Fisik dengan Demensia Pada Lanjut Usia Surahmawati Surahmawati; Yuni Kartika; Sitti Raodhah
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 8, No 2 (2020): JKP Desember 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v8i2.290

Abstract

Abstrak Latar belakang: Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan utama dikalangan lansia. WHO mencatat pada tahun 2016 diperkirakan angka kejadian demensia sebanyak 47,5 juta orang dan diperkirakan akan meningkat menjadi 75,6 juta orang pada tahun 2030 dan 135,5 juta orang di tahun 2050. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dan aktivitas fisik dengan demensia pada lanjut usia yang berkunjung di posyandu lansia desa Baringeng Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik menggunakan desain cross sectional. Jumlah responden adalah 53 lansia diambil dengan cara total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Hasil : Hasil uji statistik Kolmogorov-Smirnov didapatkan ada hubungan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan demensia, dengan p value = 0.000 dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan demensia, dengan p value = 0.000 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan membaca Al-Qur’an dan aktivitas fisik dengan demensia pada lanjut usia yang berkunjung di posyandu lansia desa Baringeng tahun 2020. Kata kunci: Demensia, Kebiasaan membaca Al-Qur’an, Aktivitas fisik. Abstract Background: Dementia is one of the main health problems among the elderly. WHO noted that in 2016, it was estimated that the incidence of dementia was 47.5 million people and it is estimated that it will increase to 75.6 million people in 2030 and 135.5 million people in 2050. Objective: To find out the relationship between the habit of reading the Qur'an and physical activity with dementia in the elderly who visit the posyandu for the elderly in Baringeng Village, Soppeng Regency, South Sulawesi Province in 2020. Methode: This research is an observational analytic using cross sectional design. The number of respondents was 53 elderly taken by total sampling, data collection using a questionnaire, data analysis using the Kolmogorov-Smirnov statistical test. Results : The results of the analysis with the Kolmogorov-Smirnov statistical test found that there was a relationship between the habit of reading the Qur'an and dementia, with p value = 0.000 and there was a relationship between physical activity and dementia, with p value = 0.000. Conclusion: there is a relationship between the habit of reading the Qur'an and physical activity with dementia in the elderly who visit the posyandu for elderly in Baringeng village in 2020.
Kualitas Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Barru (Kasus Pelayanan Rawat Jalan Pasien Pengguna Asuransi Kesehatan) Surahmawati Surahmawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.859 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i1.1975

Abstract

Pelayanan di bidang kesehatan masih menjadi problem mendasar yang dikeluhkan sebagian besar masyarakat yang mana pelayanan bermutu antara pasien dan pemberi pelayanan (provider) disadari sering terjadi perbedaan persepsi . Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Barru pada pasien rawat jalan pengguna Asuransi kesehatanMetode penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif, dan yang menjadi Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah rata-rata pasien Asuransi kesehatan yang berobat rawat jalan di Rumah Sakit Barru selama tahun 2010 yaitu sebanyak 519 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling dan diperoleh Jumlah sampel sebanyak 104 orang. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket, observasi, dan wawancara. Pengolahan data menggunakan Microsoft excel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kualitas pelayanan kesehatan rawat jalan di RSUD Barru ditinjau dari prosedur administrasi dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,72, kualitas pelayanan ditinjau dari waktu tunggu dinyatakan kurang baik dengan nilai rata-rata 2,26, tingkat kualitas pelayanan ditinjau dari sikap petugas kesehatan dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,94, dan tingkat kualitas ditinjau dari fasilitas pelayanan kesehatan dinyatakan cukup baik dengan nilai rata-rata 2,43. Dari empat variabel penelitian diperoleh nilai rata-rata 2,58 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Barru termasuk kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis menyarankan beberapa hal yakni; diharapkan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggungjawab dalam melaksanakan pekerjaannya, kepada pihak rumah sakit agar mengupayakan perbaikan fasilitas yang bermasalah seperti WC dan ketersediaan airnya, petugas kesehatan hendaknya selalu memberi pelayanan yang baik dan bersikap ramah kepada pasien untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Barru.  
Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Kunjungan Neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Balangnipa Tahun 2015 Sitti Raodhah; Surahmawati Surahmawati; Muttaqiyyah Darwis
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 7, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.129 KB) | DOI: 10.24252/as.v7i2.2005

Abstract

Kunjungan neonatus merupakan salah satu intervensi untuk mengurangi AKB yaitu melakukan kontak langsung dengan tenaga kesehatan minimal tiga kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan pelayanan kunjungan neonatus di wilayah kerja Puskesmas Balangnipa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Populasi dan sampel adalah 75 ibu yang telah melahirkan di Puskesmas Balangnipa. Pengambilan sampel meggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan statistic deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa 75 responden (100%) memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus. Dari akses geografis, sebanyak 72 orang (96%) yang mampu menjangkau pelayanan KN dan 3 orang (4%) yang tidak mampu menjangkau pelayanan KN. Dari faktor ekonomi, 23 orang (30.7%) memiliki pendapatan keluarga yang tinggi dan 52 orang (69.3%) memiliki pendapatan keluarga yang rendah. Dari faktor sosial budaya, sebagian besar responden masih memiliki kepercayaan tentang bayi baru lahir, sedangkan faktor sikap dan persepsi menunjukkan 75 orang (100%) responden memiliki sikap yang baik dan persepsi yang positif terhadap pelayanan kunjungan neonatus. Dan dari faktor pelayanan kesehatan, 75 orang (100%) berpendapat bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sudah baik.  Penelitian ini menunjukkan bahwa semua ibu melakukan memanfaatkan pelayanan kunjungan neonatus terutama KN1 karena masih berada di tempat pelayanan kesehatan saat bersalin.Dengan penelitian ini adalah disarankan kepada tenaga kesehatan lebih aktif melakukan penyuluhan tentang kunjungan neonatus kepada masyarakat. 
Faktor-Faktor Yang Behubungan Dengan Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Jalan Pada Pasien Tb Paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016 Muhammad Fais Satrianegara; Surahmawati Surahmawati; Asriani Asriani
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.661 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i1.2080

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada dasarnya merupakan interaksi antara pengguna jasa pelayanan dan penyedia jasa pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi (pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap), faktor pemungkin (lokasi, fasilitas, dan pelayanan), dan faktor penguat (petugas dan dorongan keluarga) dengan pemanfaatan ulang pelayanan rawat jalan pada pasien tb paru di RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional untuk melihat adanya hubungan antara variabel dependen dan independen sekaligus pada waktu yang sama, dengan jumlah responden sebanyak 68 orang dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: sikap (p=0,013), faktor pemungkin: lokasi (p=0,001), fasilitas (p=0,001), pelayanan (p=0,013), dan faktor penguat: petugas (p=0,000), sedangkan yang tidak berhubungan dengan pemanfaatan ulang adalah faktor predisposisi: pendidikan (p=0,329), pekerjaan (p=0,665), dan  pengetahuan (p=0,618). Disarankan kepada rumah sakit perlu lebih meningkatkan mutu pelayanan agar pasien loyal dan tetap memilih memanfaatkan ulang pelayanan rawat jalan di RSUD Labuang Baji Makassar, karena sebagaimana yang kita ketehui bahwa persaingan rumah sakit sekarang yang semakin kompetitif. 
Gambaran Implementasi Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris di Kota Makassar Tahun 2015 Habibi Habibi; Surahmawati Surahmawati; Heriyani Sompo
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.923 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2656

Abstract

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya dari pemerintah untuk melindungi dan menjamin hak setiap orang untuk menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok. Kota Makassar sendiri telah menetapkan PerWali No. 13 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mengatur tentang area atau ruangan yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok. RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan untuk melaksanakan kewajiban dan larangan sesuai dengan ketentuan Perda tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris pada dasranya sudah diterapkan. Perlu dilakukannya evaluasi secara berkala untuk mengetahui perkembangan dari implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok yang meliputi tingkat keefektifan strategi kebijakan, keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman yang muncul selama pelaksanaan kebijakan.