Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN HEMODIALISA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI HEMODIALISA RS MITRA KASIH CIMAHI Sukma, Bagja Angga; Aminah, Nina; Wahyudin, Asep
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v13i2.130

Abstract

Hemodialisa merupakan terapi yang berfungsi untuk menggantikan peran ginjal yang beroperasinya menggunakan sebuah alat yang khusus untuk mengeluarkan toksik uremik dan mengatur cairan elektrolit tindakan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik. Bebarapa klien baru biasanya merasakan cemas dalam melakukan perawatan Hemodialisa. Cemas adalah emosi dan pengalaman subyektif dari seseorang yang membuat dirinya tidak nyaman. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lamanya Perawatan Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian untuk mengetahui dinamika korelasi factor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 78 orang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebanyak 14 soal. berdasarkan hasil analisis bivariate menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p=0,000 < a = 0,05 maka kesimpulan adalah terdapatnya hubungan antara lamanya perawatan hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal gronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Diharapkan kepada perawat untuk memberikan edukasi dan perhatian yang lebih kepada pasien hemodialisa agar pasien merasa lebih nyaman dan tidak cemas. Kata Kunci : gagal ginjal kronik, hemodialisa, tingkat kecemasan
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM ILMU KEBIDANAN Aminah, Nina
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v15i1.134

Abstract

Nilai-nilai Islam selama ini dipandang sebagai nilai-nilai normatif saja, tentunya harus tertanam dalam diri peserta didik menjadi pandangan hidup yang selalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan menjadi karakter manusia yang tertanam dalam kepribadiannya. Maka perlu integrasi nilai-nilai islam dalam kurikulum ilmu kesehatan supaya bisa diterapkan secara langsung dalam proses belajar mengajar di STIKes Budi Luhur. Kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelayanan asuhan kebidanan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini diharapkan para pendidik memiliki gambaran atau model bagaimana mengintegrasikan nilai-nilai islam dalam ilmu kebidanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan apabila membutuhkan suatu pemahaman yang detail dan lengkap tentang suatu permasalahan. Hasil penelitian yang detail hanya dapat diperoleh dengan berbicara secara langsung dengan partisipan. Hasil penelitian ini adalah anak merupakan amanah dari Allah SWT dan nutrisi yang terbaik bagi bayi yang baru dilahirkan adalah ASI (Air Susu Ibu). Islam memberikan perhatian khusus dimulai sejak bayi di dalam kandungan sampai lahir, bahkan nutrisi bagi bayi pun diperhatikan. Seorang bidan hendaklah memberikan pelayanan kepada seorang ibu hamil sampai melahirkan, termasuk kesehatan ibu dan bayinya. Keduanya, bidan dan pasien perlu menumbuhkan sifat-sifat ramah, penyantun, kasih sayang, sabar, ikhlas, sabar, bertanggungjawab, dan akhlakul karimah yang lainnya. Kata Kunci: Integrasi, ASI, nutrisi, akhlakul karimah
Stay Active and Productive in Old Age Nina Aminah
Health Idea Vol 1, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1304

Abstract

Basically, changes in age affect physical, psychological and social aspects. The elderly's ability to carry out activities has begun to decrease compared to their youth, especially from a physical perspective. Psychological problems that usually arise in old age are feeling useless, feeling lonely, and starting to decline, especially the loss of independence. The emerging problems faced by the elderly require real action to improve their quality of life. What factors influence an elderly person to remain healthy, productive even until they are under or over 100 years old. The aim of this research is how the lives of the elderly remain prosperous both physically and mentally. This research is a type of library research, namely an effort to obtain data based on a library. One of the characteristics of library research is that researchers deal directly with texts or data and not with direct knowledge from the field. The results of this study show that it is recommended that seniors do physical activity for at least 30 minutes at moderate intensity almost every day of the week. Participating in activities such as walking, gardening, doing housework, and going up and down stairs can achieve the desired goals. Physical activities include gardening, daily activities at home, exercise/exercise: walking, low impact aerobics, elderly exercise, cycling, swimming and so on. Social and cultural activities include social organizations, elderly or community organizations, religious activities and continuing to work are healthy. Keywords: active; productive; old age; low impac
HIDUP SEHAT BAGI LANSIA BERDASARKAN ISLAM Nina Aminah
Health Idea Vol 1, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi1102

Abstract

Menjadi tua memang bukan pilihan melainkan sesuatu yang pasti dialami.  Setiap orang tanpa kecuali, jika berumur panjang akan menjadi tua itulah yang disebut lansia. Hal ini sesuai dengan siklus kehidupan dan perkembangan yang dialami manusia dengan ciri yang sangat jelas, seperti yang dinyatakan oleh Hurlock, yakni terjadinya perubahan fisik dan psikologis tertentu. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh pada kita yang sangat baik dalam menjalankan hidup sehat. Beliau selama hidupnya hampir tidak pernah sakit. Tidak seperti manusia sekarang ini, mereka lebih banyak menggunakan waktunya untuk menonton televisi dan mengkonsumsi makanan yang kurang baik untuk kesehatan, dan dikemudian hari banyak menimum obat-obantan yang sebenarnya kurang baik bagi kesehatan dan malah bisa merusak organ tubuh dan menjadikan sistem kekebalan tubuh menjadi menurun. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran gaya hidup bagi lansia berdasarkan Islam. Penelitian menggunakan jenis penelitian pustaka (library Research) yaitu usaha untuk memperoleh data berdasarkan kepustakaan. Salah satu ciri penelitian pustaka adalah peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data dan bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan. Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua sumber pustaka yang digunakan berupa buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini tentang Hidup Sehat Bagi Lansia Berdasarkan Islam, adalah berikut ini: Pentingnya Istirahat, pentingnya gerak bagi kesehatan, pentingnya kebersihan, pola makan dan pola hidup seimbang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hidup sehat bagi lansia berdasarkan Islam adalah tergambar dalam perilaku kehidupan Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah.
SIKLUS KEHIDUPAN MANUSIA MULAI DARI PEMBUAHAN MENURUT AL-QURAN Nina Aminah
Health Idea Vol 2, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi2301

Abstract

THE HUMAN LIFE CYCLE FROM THE BEGINNING OF CONCEPTION ACCORDING TO THE QURANABTRACTThe concept of humans according to the Qur'an places humans as the main actors in life on this earth. If we open the Qur'an, there are many words used by the Qur'an to refer to humans. The Human Life Cycle According to the Qur'an begins with marriage (prenatal), then sperm meets ovum, fertilization occurs, and a new human is born, all of which are explained in the Qur'an. So research on humans is interesting to study. This research is a type of library research, namely an effort to obtain data based on libraries. One of the characteristics of library research is that researchers deal directly with texts (nash) or data and not with direct knowledge from the field. Library data is 'ready-to-use' (ready made). The data referred to in this study are all library sources used in the form of books, journals, articles related to this research. The main research source of the Qur'an invites humans to think and reflect on the fact that God can create such an amazing universe, so why can't He create small human beings? The results of research on the human life cycle according to the Koran are: The beginning of human life with marriage (QS. An-Nisa [4]: 1), Prenatal (before birth), (QS. Al-hajj [22]: 5); Babies-5 years (0-5 years) breastfeed until wean (QS. Al-Baqarah [2]: 233), (QS. Al-Ahqaff [46]: 15), do good to the mother and father (Q.S. Luqman [31]: 14); Children (6-10 years old) instill education in faith and morals (Q.S. Luqman [31]: 13, 14, 16); Teenagers (11-18 years old) pray, command good and evil, be patient, not arrogant (Q.S. Luqman [31]: 17, 18); Adults (19-50 years old) protect themselves and their families from the fire of hell (QS. At-tahrim [66]: 6), caliphs on earth (QS. Al-Baqarah 2: 30); married (QS. Ar-Rum [30]: 21), elderly (+ 50 years old) is the final stage of the life cycle with adjustments: marriage, solitude, physical changes, mental changes, psychosocial changes (QS. Yasin [36]: 68); very old and senile (QS. An-Nahl [16]: 70).Keywords :  life cycle, babies, children, elderlyABSTRAKKonsep tentang manusia menurut Al-Quran menempatkan manusia sebagai pemeran utama dalam kehidupan di muka bumi ini. Jika kita membuka Al-Quran ada banyak kata yang digunakan Al-Quran untuk menunjuk kepada manusia. Siklus Kehidupan Manusia Menurut Al-Quran dimulai dari pernikahan (pranatal) selanjutnya sperma bertemu ovum terjadi pembuahan, lahirlah manusia baru seluluhnya dijelaskan di dalam Al-Quran. Maka penelitian tentang manusia menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library Research) yaitu usaha untuk memperoleh data berdasarkan perpustakaan. Salah satu ciri penelitian pustaka adalah peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data dan bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan. Data pustaka bersifat ‘siap pakai’ (ready made). Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua sumber pustaka yang digunakan berupa buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Sumber penelitian utama Al-Quran mengajak manusia untuk berpikir dan merenungkan fakta bahwa Tuhan dapat menciptakan alam semesta yang menakjubkan itu, lalu mengapa Dia tidak dapat menciptakan makhluk manusia yang kecil itu? Hasil dari penelitian tentang siklus kehidupan manusia menurut Al-Quran adalah: Awal kehidupan manusia dengan pernikahan (QS. An-Nisa [4]:1), pranatal (sebelum lahir), (QS. Al-hajj [22]: 5); Bayi-5 tahun (Balita) (0-5 tahun) menyusui sampai menyapihnya (QS. Al-Baqarah [2]: 233), (QS. Al-Ahqaff [46]:15), berbuat baik kepada ibu bapak (Q.S. Luqman [31]: 14); Anak-anak (6-10 tahun) tanamkan pendidikan iman dan akhlak (Q.S. Luqman [31]: 13, 14, 16); Remaja (11-18 tahun) mendirikan salat, amar ma’ruf nahi munkar, bersabar, tidak sombong (Q.S. Luqman [31]: 17, 18); Dewasa (19-50 tahun) jaga dari diri & keluarga dari api neraka (QS. At-tahrim [66]: 6), Khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah 2: 30); Menikah (QS. Ar-Rum [30]: 21), lansia (+ 50 tahun) merupakan tahap akhir siklus kehidupan dengan penyesuaian: pernikahan, kesendirian, perubahan fisik, perubahan mental, perubahan psikososial (QS. Yasin [36]: 68); Sangat tua dan pikun (QS. An-Nahl [16]: 70).   Kata Kunci : siklus kehidupan, bayi, anak-anak, lansia
ALZHEIMER'S IN THE QURAN Nina Aminah
Health Idea Vol 3, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63860/hi3305

Abstract

Alzheimer's is the most common cause of dementia, a general term for memory loss and other cognitive impairments serious enough to interfere with daily life. Alzheimer's disease accounts for 60-80% of dementia cases. The most obvious symptom of Alzheimer's is memory loss. In Indonesia, the prevalence of dementia and Alzheimer's disease is around 27.9%. More than 4.2 million people suffer from dementia. Alzheimer's disease and dementia can affect anyone, but they are most common in older adults aged 50 and above. Seniors over the age of 65 have a higher risk of developing Alzheimer's disease. Risk factors associated with Alzheimer's and dementia include age, gender, nutritional status, physical activity, education level, and medical history. This study aims to provide information about Alzheimer's and dementia according to the Quran, provide information about the prevention of Alzheimer's and dementia so that they do not occur at a younger age, and identify the problems of Alzheimer's and dementia that often occur in the elderly. This study uses a qualitative approach with library research or literature study, which involves collecting data and processing it by reading and noting points considered important in this study. The researcher organized, grouped, allocated, and used various literature in this study. Through this literature review, a deeper understanding of Alzheimer's in the Quran can also be obtained. The results of this study show that the Quran has many virtues, is a cure that can heal, and that people who always make it a habit to read the verses of the Quran will always have peace of mind, thus staying away from depression or dementia, and will also receive perfect rewards