Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN HEMODIALISA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI HEMODIALISA RS MITRA KASIH CIMAHI Bagja Angga Sukma; Nina Aminah; Asep Wahyudin
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisa merupakan terapi yang berfungsi untuk menggantikan peran ginjal yang beroperasinya menggunakan sebuah alat yang khusus untuk mengeluarkan toksik uremik dan mengatur cairan elektrolit tindakan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik. Bebarapa klien baru biasanya merasakan cemas dalam melakukan perawatan Hemodialisa. Cemas adalah emosi dan pengalaman subyektif dari seseorang yang membuat dirinya tidak nyaman. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lamanya Perawatan Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian untuk mengetahui dinamika korelasi factor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 78 orang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebanyak 14 soal. berdasarkan hasil analisis bivariate menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p=0,000 < a = 0,05 maka kesimpulan adalah   terdapatnya hubungan antara lamanya perawatan hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal gronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Diharapkan kepada perawat untuk memberikan edukasi dan perhatian yang lebih kepada pasien hemodialisa agar pasien merasa lebih nyaman dan tidak cemas. Kata Kunci : gagal ginjal kronik, hemodialisa, tingkat kecemasan
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DTP GUNUNGHALU KAB BANDUNG BARAT 2020 Bagja Angga Sukma; Nina Aminah; Cepi Lukman Koswara
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi stroke, sehingga perilaku pencegahan stroke perlu dilakukan. Cara untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan perubahan gaya hidup yaitu tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi di Puskesmas Gununghalu  Bandung Barat Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan jenis korelasional dan pendekatan cross sectional menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 65 orang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2020. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 dan perilaku pencegahan stroke. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar klien hipertensi memiliki tingkat stres normal (39,5%), terbanyak perilaku pencegahan stroke baik (77,8%). Uji hipotesis menggunakan uji chi square dengan nilai p=0,000 (α=0,05) dan nilai r=-0,60. Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi di Puskesmas Gununghalu Bandung Barat. Saran : diharapkan perawat gadar dan mahasiswa dapat mensosialisasikan mengenai perilaku pencegahan stroke dan melakukan pengabdian masyarakat yang berfokus meningkatkan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi. Kata Kunci : tingkat stres; perilaku pencegahan stroke; hipertensi
HUBUNGAN TURNOVER INTENTION DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT MITRA KASIH CIMAHI Bagja Angga Sukma; Supiyanto Supiyanto; Dwi Yuli Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah angka turnover perawat Rumah Sakit Mitra Kasih yang masih diatas standar yang telah ditetapkan yaitu 5%, sedangkan nilai turnover pada tahun 2019 dengan rata-rata 38,5%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara turnover intention dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Kasih Cimahi. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, diperoleh sampel 42 orang perawat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji statistic non parametris dengan menggunakan rumus chi kuadrat untuk mengetahui hubungan antar dua variable. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai turnover intention perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Kasih Cimahi termasuk pada kategori baik dan kinerja perawat di ruang rawat inap juga termasuk pada kategori baik, sedangkan uji chi kuadrat  menunjukkan nilai p 0,019 < 0,05 yang artinya Ho ditolak yang berarti ada hubungan antara turnover intention dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Kasih Cimahi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara turnover intention dengan dengan kinerja perawat di  ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Kasih Cimahi , saran yang diberikan kepada pihak Rumah Sakit Mitra Kasih yaitu dengan memberikan reward kepada perawat yag berprestasi, bonus liburan dan kompensasi yang sesuai bagi perawat. Kata Kunci : turnover intention, kinerja perawat
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA KLIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS DTP GUNUNGHALU KAB BANDUNG BARAT 2020 Sukma, Bagja Angga; Aminah, Nina; Koswara, Cepi Lukman
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v13i2.127

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Hipertensi dapat menimbulkan komplikasi stroke, sehingga perilaku pencegahan stroke perlu dilakukan. Cara untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan perubahan gaya hidup yaitu tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi di Puskesmas Gununghalu Bandung Barat Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah non-eksperimen dengan jenis korelasional dan pendekatan cross sectional menggunakan non probability sampling dengan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 65 orang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2020. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 dan perilaku pencegahan stroke. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar klien hipertensi memiliki tingkat stres normal (39,5%), terbanyak perilaku pencegahan stroke baik (77,8%). Uji hipotesis menggunakan uji chi square dengan nilai p=0,000 (α=0,05) dan nilai r=-0,60. Simpulan : ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi di Puskesmas Gununghalu Bandung Barat. Saran : diharapkan perawat gadar dan mahasiswa dapat mensosialisasikan mengenai perilaku pencegahan stroke dan melakukan pengabdian masyarakat yang berfokus meningkatkan perilaku pencegahan stroke pada klien hipertensi. Kata Kunci : tingkat stres, perilaku pencegahan stroke, hipertens
HUBUNGAN LAMANYA PERAWATAN HEMODIALISA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI HEMODIALISA RS MITRA KASIH CIMAHI Sukma, Bagja Angga; Aminah, Nina; Wahyudin, Asep
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v13i2.130

Abstract

Hemodialisa merupakan terapi yang berfungsi untuk menggantikan peran ginjal yang beroperasinya menggunakan sebuah alat yang khusus untuk mengeluarkan toksik uremik dan mengatur cairan elektrolit tindakan ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup penderita gagal ginjal kronik. Bebarapa klien baru biasanya merasakan cemas dalam melakukan perawatan Hemodialisa. Cemas adalah emosi dan pengalaman subyektif dari seseorang yang membuat dirinya tidak nyaman. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Lamanya Perawatan Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional yang menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian untuk mengetahui dinamika korelasi factor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 78 orang dengan teknik pengambilan sample menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebanyak 14 soal. berdasarkan hasil analisis bivariate menggunakan uji chi-square didapatkan hasil p=0,000 < a = 0,05 maka kesimpulan adalah terdapatnya hubungan antara lamanya perawatan hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal gronik di Instalasi Hemodialisa RS Mitra Kasih Cimahi. Diharapkan kepada perawat untuk memberikan edukasi dan perhatian yang lebih kepada pasien hemodialisa agar pasien merasa lebih nyaman dan tidak cemas. Kata Kunci : gagal ginjal kronik, hemodialisa, tingkat kecemasan
Penyuluhan Tentang Kesehatan Mental Remaja Dengan Tema “From Heart To Heart: Nurturing Mental Health In Families For A Stronger Generation” Di SMK Kesehatan Fajar Kencana Kabupaten Bandung Barat Bagja Angga Sukma; Aan Somana; Anfira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i2.1600

Abstract

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek yang semakin mendapatkan perhatian dalam konteks pendidikan, terutama bagi remaja yang menghadapi tekanan akademik dan sosial. Penyuluhan kesehatan mental dengan tema "From Heart to Heart: Nurturing Mental Health in Families for a Stronger Generation" diadakan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK Kesehatan Fajar Kencana Bandung Barat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini dirancang untuk mengurangi stigma, meningkatkan kesadaran deteksi dini, dan mempromosikan perilaku yang mendukung kesehatan mental melalui seminar, diskusi interaktif, dan roleplay. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap kesehatan mental. Penyuluhan kesehatan mental ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan psikologis siswa.
Sapa Jiwa Bersama Keluarga Meringankan Beban, Menguatkan Harapan Dalam Perawatan ODGJ Slametiningsih, Slametiningsih; Widiastuti, Eni; Nursanti, Irna; Rita, Erni; Sukma, Bagja Angga; Kusmayadi, Yadi; Somana, Aan; Wahyuni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21981

Abstract

ABSTRAK Keluarga memiliki peran utama dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun kerap menghadapi beban emosional, sosial, dan ekonomi. Minimnya akses terhadap edukasi dan dukungan psikososial membuat peran ini menjadi semakin berat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga pengasuh ODGJ melalui edukasi psikososial, diskusi kelompok, dan fasilitasi akses layanan kesehatan jiwa di Kelurahan Leuwi Gajah, Bandung. Metode: Kegiatan melibatkan 11 responden yang merupakan keluarga ODGJ. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (63,6%) dengan usia rata-rata 39,6 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA (45,5%) dan SMP (36,4%). Hubungan responden dengan ODGJ sebagian besar adalah orang lain (54,5%) dan saudara kandung (36,4%). Sebagian besar menggunakan BPJS (90,9%) dan telah merawat ODGJ lebih dari satu tahun (90,9%). Perawatan dilakukan secara bergantian (81,8%), dan sebagian besar rutin melakukan kontrol ke rumah sakit (63,6%). Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata skor beban keluarga sebesar 27,5 dan menurun menjadi 25,7 setelah intervensi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, peserta melaporkan peningkatan pemahaman dan rasa lebih kuat secara emosional. Kesimpulan: Program “SAPA JIWA” memberikan dampak positif dalam meringankan beban keluarga dan memperkuat peran mereka dalam perawatan ODGJ. Pendekatan komunitas yang partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan keluarga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, ODGJ, Beban Keluarga, Edukasi Psikososial, Kesehatan Jiwa Komunitas.  ABSTRACT Families play a central role in caring for people with mental disorders (ODGJ), yet often face emotional, social, and financial burdens. Limited access to education and psychosocial support further complicates their role. Objective: This community service activity aimed to ease caregiver burden through psychosocial education, group discussions, and access to mental health services in Leuwi Gajah, Bandung. Methods: The program involved 11 respondents who were family members of ODGJ. Most were female (63.6%) with an average age of 39.6 years. Educational backgrounds were mostly high school (45.5%) and junior high (36.4%). The majority were non-parental caregivers (54.5%) and siblings (36.4%). Most used BPJS insurance (90.9%) and had been caring for the patient for more than one year (90.9%). Caregiving was mostly done in shifts (81.8%) and 63.6% routinely visited mental health services. Results: The average caregiver burden score decreased from 27.5 to 25.7 after the program. Although not statistically significant, participants reported improved understanding and emotional resilience. Conclusion: The “SAPA JIWA” program had a positive impact on reducing caregiver burden and strengthening the family's role in supporting ODGJ. A participatory, community-based approach was key to fostering family resilience. Keywords: Community Service, Mental Disorders, Caregiver Burden, Psychosocial Education, Community Mental Health
Enhancing Mental Health Care Through Psychoreligious Intervention: Qur’anic Murottal Therapy for Substance Abuse Patients in a West Java Rehabilitation Unit Bagja Angga Sukma; Muhammad Ali Nurzaini; Irfan Zakaria
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 19 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v19i1.486

Abstract

Anxiety is a psychological symptom experienced by patients with substance use disorders, which may occur both during substance use and throughout the withdrawal process. Substance abuse is often associated with various health issues, including mental health disorders such as anxiety and depression, which further diminish patients’ quality of life. Furthermore, elevated anxiety levels among individuals with substance use disorders increase the risk of relapse and rehabilitation failure. In this context, psychoreligious therapy through listening to Quranic murottal has emerged as a potential alternative for managing anxiety in individuals with substance use disorders. This study aimed to investigate the effect of Quranic murottal psychoreligious therapy on reducing anxiety levels in patients undergoing rehabilitation at the West Java Provincial Mental Hospital. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach was used. A total of 28 respondents were selected through total sampling. The study demonstrated a significant effect of Quranic murottal therapy in reducing anxiety levels among patients with substance use disorders, with an average decrease of 13.143 points. Statistical analysis showed a p-value of 0.000, which is lower than the significance threshold of 0.05 (p < 0.05). Additionally, a significant difference in anxiety levels was also observed in the control group (p = 0.02 < 0.05). The findings indicate that Quranic murottal psychoreligious therapy significantly reduces anxiety levels in patients with substance use disorders. These results are expected to contribute to the implementation of spiritual care interventions in the substance use rehabilitation ward.
EDUKASI KESEHATAN MENTAL UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA SMA: STUDI PENYULUHAN “MENTAL HEALTH IS THE REAL GLOW UP” Bagja Angga Sukma; Afrieani Deasy; Emy Salmiyah; Mona Megasari; Risnawati Risnawati; Intan Nurjanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.1915

Abstract

Mental health constitutes a crucial component of adolescent development; however, many students continue to demonstrate limited knowledge regarding the identification of stress, anxiety, and appropriate emotional management strategies. The educational program titled “Mental Health is The Real Glow Up” was held at SMAN 1 Cililin on October 13, 2025, with the objective of enhancing students’ comprehension and awareness of mental health. This study utilized a quantitative descriptive design with a pre-test and post-test approach. A total of 100 students participated in the activity. Evaluation findings revealed a notable improvement in students’ knowledge: prior to the intervention, most students fell into the moderate (47%) and poor (40%) knowledge categories, whereas following the intervention, the majority shifted to the good (47%) and moderate (53%) categories. The program demonstrated its effectiveness in increasing students’ mental health literacy and is recommended for adoption as a routine school initiative to further strengthen mental health awareness among adolescents.