Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pendapat ahli dan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis siswa sekolah dasar di Indonesia. Dalam upaya mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan berpikir kritis tersebut, peneliti menggunakan strategi DRTA yang memiliki prinsip dasar melibatkan keaktifan siswa mulai dari melatih memeriksa, membuat hipotesis, menemukan bukti, menunda penghakiman, dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis (1) pola rancangan pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi DRTA; (2) proses pembelajaran membaca pemahaman dengan strategi DRTA; (3) keefektifan pembelajaran membaca dengan menggunakan strategi DRTA terhadap membaca pemahaman karya sastra siswa sekolah dasar; dan (4) keefektifan pembelajaran membaca dengan menggunakan strategi DRTA terhadap meningkatnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Dalam desain ini dua kelompok diberi prates untuk mengetahui keadaan awal adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah adanya perlakuan pada setiap kelompok, dilakukan pascates untuk mengetahui peningkatan yang diperoleh oleh masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes pemahaman membaca bacaan, tes berpikir kritis, lembar observasi, dan lembar tanggapan guru. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran membaca dengan strategi DRTA efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman karya sastra dan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Hal ini terlihat dari uji-t yang menunjukan bahwa kemampuan membaca pemahaman karya sastra dan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi daripada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini, pembelajaran membaca dengan strategi DRTA dapat menjadi strategi pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan terutama membaca pemahaman karya sastra dan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, strategi ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran membaca di sekolah dasar. Selanjutnya, strategi ini juga dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada semua mata pelajaran di sekolah dasar.