Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN HUKUM PASAL 40 AYAT (2b) UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK (Studi di Kementerian Komunikasi dan Informatika) Putri Amalia Firdaus
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, September 2020
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Putri Amalia Firdaus, Shinta Hadiyantina, Bahrul Ulum AnnafiFakultas Hukum Universitas BrawijayaJl. MT. Haryono No. 169 MalangABSTRACT The aim of this study is to understand and analyze the legal implementation of Article 40 Paragraph (2b) of Law Number 16 of 2016 on the Amendment to Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions, as well to understand and analyze the factors that affect the implementation of Article 40 Paragraph (2b) of Law Number 16 of 2016 related to government authority for conducting internet blackouts, especially in internet content blocking. The method of this paper uses socio legal research, with sociological juridical approach. Through these method and research approach, the authors obtain some results, namely the provisions concerning internet blackouts and the total of internet content blocking by Ministry of Communications and Informatics have been implemented. The implementation of regulations cannot be separated from factors that may affect it. Those factors can be seen from law itself, law enforcement officers, facilities, society, and culture.Key words : Implementation, Internet blackouts, Factors.ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan hukum dari Pasal 40 Ayat (2b) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta mengetahui dan menganalisis faktor faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Pasal 40 Ayat (2b) UndangUndang Nomor 19 Tahun 2016 terkait kewenangan pemerintah dalam melakukan pemutusan akses internet dalam hal ini pemblokiran konten-konten internet. Adapun metode yang dilakukan dalam penelitian tersebut adalah penelitian hukum sosio legal, dengan pendekatan penelitian yaitu yuridis sosiologis. Melalui metode dan pendekatan penelitian tersebut penulis mendapatkan hasil penelitian yaitu pelaksanaan aturan mengenai pemutusan akses internet, dan juga jumlah data konten internet yang sudah diblokir oleh Kemenkominfo. Pelaksanaan aturan tersebut tidak lepas juga dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat dari, faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukumnya, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaannya.Kata kunci : Pelaksanaan, Pemutusan akses internet, Faktor-faktor.
Aktualisasi Nilai Pancasila "Persatuan Indonesia" Kepada Anak-Anak Sekolah Dasar Negeri Ciherang syelvi stephani; Arafi Nabil Aldiansyah; Amran Aulia Alfanshuri; Mohamad Ihsan Perdana Putra; Putri Amalia Firdaus; Ikhwan Ridwan Hanafi; Maulana Syahdan Alifi; Muhammad Aliyuddin Mulqi; Alyaa Rahma Kamila; Hamdan Hawary Airlangga; Dian Herdiana; Yuyun Yulianti; Naila Mumtaza Hadi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 06 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai Pancasila mengandung pandangan hidup bangsa yang seharusnya ditanamkan sejak dini. Pengabdian ini dibuat untuk mengetahui kesadaran anak sekolah dasar pada penerapan sila persatuan. Melalui metode pembelajaran interaktif, seperti penyampaian materi, diskusi, ice breaking, dan gotong royong. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif menumbuhkan kesadaran dan sikap persatuan, menghargai perbedaan, serta kerja sama di lingkungan sekolah. Penanaman nilai Pancasila sejak dini terbukti krusial untuk membentuk karakter kebangsaan yang kuat menghadapi tantangan modern. Keterlibatan guru dan mahasiswa juga memperkuat sinergi pendidikan dan masyarakat dalam membangun generasi yang berkarakter Pancasila hidup nyata.