Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS AIR DI PESAWAT Ferdi Afian; Oloan Hasiholan; Dasti Anditiarini
JURNAL KEDOKTERAN Vol 7 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v7i1.337

Abstract

Asupan air yang cukup selama penerbangan merupakan hal yang penting untuk kesehatan dan kenyamanan kru dan penumpang. Risiko kontaminasi mikroba di air yang digunakan pesawat terbang oleh hewan atau kotoran manusia, dapat berasal dari sumber air bandara, terjadi saat kegiatan perpindahan air ke dalam pesawat, atau saat air disimpan di dalam pesawat. Pengukuran kualitas air di pesawat telah dilakukan oleh beberapa peneliti dan lembaga. Hal ini ditujukan untuk menilai seberapa bagus upaya penjagaan sanitasi air yang dilakukan oleh operator penerbangan yang menunjukkan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun masih diperlukan lebih banyak penelitian serupa yang menggunakan metode analisis yang lebih dalam untuk menguji variabel-variabel yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas air di pesawat.Kata Kunci: Penerbangan; Air; Kualitas; Pesawat.
EFEKTIFITAS HEPA FILTER DENGAN CHARCOAL DALAM PENYARINGAN ORGANOFOSFAT DI KABIN PESAWAT ferdi afian; Ardhito Budhijuwono; Amilya Agustina; Dasti Anditiarina
JURNAL KEDOKTERAN Vol 6 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36679/kedokteran.v6i1.260

Abstract

Kontaminan yang dihasilkan di dalam kabin merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan dan harus dikontrol dimana yang termasuk di dalamnya adalah bau badan manusia, aerosol mikroba, Volatile Organic Compound (VOC), gas karbon dioksida, dan gas karbon monoksida. Teknologi penyaring udara dalam penerbangan menggunakan HEPA dan Karbon Aktif. HEPA dalam penggunaannya telah dimanfaatkan secara luas dalam dunia kerja dan penerbangan untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan. Dengan prinsip mekanisme kerjanya filter ini memiliki kelebihan dalam hal menyaring partikel yang berukuran sangat kecil. Karbon aktif dalam bentuk charcoal telah diketahui secara luas dalam efeknya untuk mengadsorpsi sejumlah besar zat toksik seperti VOC dan bau tidak sedap dalam gedung dan kabin.
Do the port health officers at Soekarno-Hatta International Airports and Zainuddin Abdul Madjid International Airports have sufficient knowledge, attitude, and practice regarding emergency landing? Herqutanto Herqutanto; Albert Wijaya; Budi Sampurna; Manaor F.L. Napitupulu; Ferdi Afian
Health Science Journal of Indonesia Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsji.v12i1.4026

Abstract

Background: : Emergency landing as an airport emergency requires quick and precise action by Port Health Office (PHO) as the medical coordinator. Medical treatment in an emergency landing is critical for the safety of disaster victims, based on the knowledge, attitudes and behavior of airport PHO officers. This study aimed to determine knowledge, attitude and behavior of PHO officers at Soekarno-Hatta International Airport (SOETTA) and Zainuddin Abdul Majid International Airport (ZAM) regarding emergency landings. Methods: This is an observational applying cross sectional design. Ninety-eight PHO officers from SOETTA airport and ZAM airport have participated, and their data was collected through questionnaires, and then analyzed based on knowledge, attitude, and practice toward emergency landing. Results: The knowledge of SOETTA PHO officers was sufficient in 63.5% officers, while it was 79.2% in ZAM. SOETTA PHO officers’ attitude was positive in 67.6% while in ZAM it was 54.16%. The behavior of SOETTA PHO officers was good in 55.4% officers while in ZAM it was 75%. Conclusion: The level of knowledge of SOETTA and ZAM PHO officers regarding emergency landings was sufficient. The attitude of SOETTA and ZAM PHO officers regarding emergency landings was positive. The behavior of SOETTA and ZAM PHO officers was good for emergency landings. Keywords: emergency landing, port health officer, knowledge, attitudes and practice Abstrak Latar belakang: Emergency landing sebagai salah satu keadaan darurat bandara memerlukan tindakan yang cepat dan tepat oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai koordinator medis. Penanganan medis dalam emergency landing sangat menentukan keselamatan dan keamanan korban, yang berbasis pada pengetahuan, sikap dan perilaku petugas KKP bandara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku petugas KKP Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SOETTA) dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) terhadap emergency landing. Metode: Penelitian ini adalah sebuah studi obervasional dengan disain potong lintang. Sembilan puluh delapan petugas KKP dari 74 bandara SOETTA dan 24 bandara ZAM diambil datanya lewat kuesioner.dan selanjutnya dinilai pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap emergency landing. Hasil: Sebanyak 63,5% petugas KKP SOETTA memiliki pengetahuan yang cukup sementara 79,2% petugas ZAM meiliki pengetahuan yang tergolong cukup. Untuk hasil sikap petugas KPP SOETTA yang tergolong positif 67,6% sementara di ZAM sikap petugas KPP yang tergolong positif 54,16%. Untuk hasil perilaku petugas KPP SOETTA yang tergolong baik 55,4% sementara di ZAM perilaku petugas KPP yang tergolong baik 75%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan petugas KKP SOETTA dan petugas KKP ZAM terhadap emergency landing tergolong cukup. Sikap petugas KKP SOETTA dan ZAM terhadap penanganan emergency landing positif. Perilaku petugas KKP SOETTA dan ZAM cukup baik terhadap emergency landing. Kata kunci: emergency landing; petugas KKP; pengetahuan, sikap dan perilaku
Tatalaksana Disinfeksi Bandar Udara saat Pandemik Covid-19 Ferdi Afian; Radistrya S. Brahmanti; Dasti Anditiarina
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 8 No. 3 (2021): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v8i3.181

Abstract

Adanya bandar udara internasional maka transmisi penyakit COVID-19 dengan mudah dapat terjadi di negara-negara lain sehingga dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization. Mempertimbangkan bahwa bandar udara dapat menjadi port of entry suatu penyakit infeksius, maka penting bagi stakeholder bandar udara untuk memiliki tatalaksana disinfeksi yang tepat dan efektif dalam rangka mencegah transmisi Covid-19. Setiap bandar udara, terutama yang internasional, penting untuk menerapkan prosedur dan panduan cara disinfeksi yang baik dan benar, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing, guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut dinegara asal maupun dinegara tujuan.
The Auditory brainstem response latencies in children with global developmental delay at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital Muhammad Ade Rahman; Tri Juda Airlangga; Fikry Hamdan Yasin; Rini Sekartini; Achmad Rafli; Ferdi Afian
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol. 56 No. 1 (2026): VOLUME 56, NO. 1 JANUARY - JUNE 2026
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32637/orli.v56i1.790

Abstract

Background: Global developmental delay (GDD) affects multiple developmental domains and remains a major concern in early childhood. The auditory system plays a key role in language development, and the Auditory Brainstem Response (ABR) test provides an objective measure of auditory pathway maturation. However, data on ABR wave latencies among children with GDD who have normal predicted hearing thresholds are limited. Purpose: To describe absolute and interwave latencies of ABR waves I, III, and V, and to compare latencies of ABR waves across demographic and perinatal clinical characteristics in children with GDD. Method: A cross-sectional analytical study was conducted using medical record data from 70 children aged 6 months to 5 years with GDD at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital between January 2021 and May 2025. All subjects had normal predicted hearing thresholds (≤30dB) in ABR result and passed Distortion Product Otoacoustic Emission (DPOAE) screening. Comparations between risk factors (age, gender, gestational age, birth weight, NICU admission, asphyxia, and hyperbilirubinemia) and ABR latencies were analyzed using t-test or Mann–Whitney test. Result: Most subjects were male (71.4%) with a median age of 25 months. The language domain was most frequently affected (92.9%). Male subjects had a significantly longer absolute latency of wave V in the left ear compared to females (6.10±0.31 ms; p < 0.05). Conclusion: Male gender with normal predicted hearing threshold had significant difference in the left-ear wave V latency compared to female. ABR is a valuable tool for early detection of auditory pathway maturation delay in at-risk children.