Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Statistics

Pengelompokan Kabupaten/Kota Berdasarkan Disabilitas pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum Tahun 2024 Provinsi Jawa Barat Menggunakan Analisis Korespondensi Anggi Savitri; Nusar Hajarisman
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.15213

Abstract

Abstract. The political rights of people with disabilities have been guaranteed in Law Number 8 of 2016 Article 13 which regulates political rights for people with disabilities, including providing equal rights and opportunities to participate in elections. Political participation of people with disabilities is not only limited to elections, but also includes active participation in other political activities. The purpose of this study is to determine the visual relationship between the number of voters based on disabilities in Regencies/Cities in West Java Province in 2024. This study uses Correspondence Analysis, so that the results of this study can be concluded that the number of voters based on disabilities on the Permanent Voters List (DPT) for the 2024 election by the West Java Provincial KPU is dominated by physical disabilities with a proportion value of 0.455 or 45.5%, especially in Bekasi City, which is 0.737 or 73.7%. While the smallest number of disabled voters is deaf sensory disabilities with a proportion value of 0.048 or 4.8%, especially in Bekasi City, which is 0.015 or 1.5%. Abstrak. Hak politik penyandang disabilitas telah dijamin dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 13 yang mengatur hak politik untuk penyandang disabilitas, termasuk memberikan hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. Partisipasi politik penyandang disabilitas tidak hanya terbatas pada pemilihan saja, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dalam kegiatan politik lainnya. Adapun, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keterkaitan secara visual antara jenis pemilih disabilitas dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan Analisis Korespondensi, dengan hasil menunjukkan bahwa pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu 2024 oleh KPU Provinsi Jawa Barat terdapat asosiasi yang sangat kuat antara jenis pemilih disabilitas dan Kabupaten/Kota. Kota Bekasi mempunyai pola proporsi pemilih yang sangat berbeda dengan kota lainnya dimana didominasi oleh disabilitas fisik sebesar 0.737 atau 73.7% jauh di atas proporsi umum disabilitas fisik yaitu sebesar 0.455 atau sebesar 45.5%. Jumlah pemilih disabilitas paling sedikit yaitu disabilitas sensorik rungu dengan nilai proporsi sebesar 0.048 atau 4.8% dengan Kota Bekasi mempunyai proporsi terkecil sebesar 0.015 atau 1.5%.
Identifikasi Data Berpengaruh dengan Pemodelan Regresi Beta pada Kasus Angka Kematian Ibu di Indonesia Tahun 2022 Muhammad Bahry Baidhowy; Nusar Hajarisman
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.15442

Abstract

Abstract. Beta Regression is an analysis method to see the effect of predictor variables on response variables in the form of proportions. To include the average response along with its dispersion parameters, it is necessary to reparameterize the beta distribution density function. To estimate the model parameters, the Maximum Likelihood Estimator (MLE) method is used, with a log-likelihood function derivative where the estimation process can be solved numerically using the Fisher Scoring algorithm. In one data set, there may be data that greatly determines the regression model, which is caused by the data being outliers or influential data. To identify outliers, Standardized Residual and Leverage values ​​can be used. Meanwhile, to identify influential data, Cook's Distance can be used. The data used in this study are secondary data sourced from the Indonesian Ministry of Health. An influential data was identified, namely the 33rd observation (West Papua Province), so this observation was excluded from the analysis. Then only the variables of maternal health services K4 ( ) and postpartum health services KF Complete ( ) were obtained which had a significant effect on maternal mortality. Of the 33 provinces in Indonesia in 2022 (apart from West Papua), the highest maternal mortality rate was in West Sulawesi Province, and the lowest maternal mortality rate was in Aceh Province. Abstrak. Regresi Beta merupakan metode analisis untuk melihat pengaruh dari variabel prediktor, terhadap variabel respon yang berbentuk proporsi. Untuk menyertakan rata-rata respon bersamaan dengan parameter dispersinya, maka perlu dilakukan reparameterisasi dari fungsi densitas distribusi beta. Untuk mengestimasi parameter model digunakan metode Maximum Likelihood Estimator (MLE), dengan turunan fungsi log-likelihood dimana proses penaksirannya dapat diselesaikan secara numerik dengan menggunakan algoritma Fisher Scoring. Dalam satu set data memungkinkan terdapat data yang sangat menentukan model regresi, yang disebabkan data tersebut merupakan data pencilan atau data berpengaruh. Untuk mengidentifikasi data pencilan dapat menggunakan Standardized Residual dan nilai Leverage. Sedangkan untuk mengidentifikasi data berpengaruh dapat menggunakan Cook’s Distance. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari Kementrian Kesehatan RI. Teridentifikasi sebuah data berpengaruh yaitu pengamatan ke-33 (Provinsi Papua Barat), sehingga pengamatan ini disisihkan dari analisis. Lalu didapatkan hanya variabel pelayanan kesehatan ibu hamil K4 ( ) dan pelayanan kesehatan ibu nifas KF Lengkap ( ) yang berpengaruh signifikan terhadap angka kematian ibu. Dari 33 Provinsi di Indonesia tahun 2022 (selain Papua Barat) angka kematian ibu tertinggi terdapat pada Provinsi Sulawesi Barat, dan angka kematian ibu terendah terdapat pada Provinsi Aceh.
Analisi Mediasi Biner IPM dan Tingkat Pengangguran Terbuka pada Ketimpangan Pendapatan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 Kamilatul 'Aini; Nusar Hajarisman
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v4i2.15447

Abstract

Abstract. According to the Central Statistics Agency (BPS), income inequality in West Sumatra tends to be higher in urban areas compared to rural areas. This inequality results from social, economic, and human development factors that are unevenly distributed. In the context of development, the government plays a crucial role by reducing unemployment rates and optimizing existing resources. The Human Development Index (HDI) reflects how the population accesses development outcomes related to income, health, and education. The open unemployment rate includes individuals actively seeking employment, preparing for new ventures, feeling desperate due to job scarcity, or having accepted a job offer but not yet started working. In this study, mediation analysis is employed, combining binary logistic regression. HDI serves as a mediating variable in the relationship between the Open Unemployment Rate and Income Inequality in the districts and cities of West Sumatra Province. Simultaneous and partial testing is conducted to determine whether HDI and the Open Unemployment Rate have a positive or negative impact on income inequality. Abstrak. Ketimpangan di provinsi Sumatera Barat menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan tempat tinggal, di daerah perkotaan selalu lebih besar daripada daerah perdesaan. Terjadinya ketimpangan ini merupakan salah satu faktor akibat kurangnya ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan pembangunan manusia. Untuk pembangunan ini tentunya tidak terlepas dari upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dengan mengurangi tingkat pengangguran dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Tingkat pengangguran terbuka adalah penduduk yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, atau mempersiapkan suatu usaha baru, atau merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan (putus asa), atau sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja. Penggabungan metode mediasi dengan regresi logistik biner, yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel yang memediasikan hubungan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap Ketimpangan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat. Dengan melakukan pengujian secara simultan dan parsial untuk mengetahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh secara positif ataupun negatif terhadap Ketimpangan Pendapatan di Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat.