Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MENINGKATKAN KINERJA MELALUI KOMITMEN DAN BUDAYA ORGANISASI Zufrie, Zufrie
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 4, No 1 (2017): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.097 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v4i1.705

Abstract

Dalam dunia usaha dibutuhkan personal yang mempunyai kinerja yang baik. Dengan kinerja yang baik maka tujuan persahaan akan dapat dicapai secara optimal.Untuk meningkatkan kinerja dibutuhkan sebuah komitmen dari karyawan. Organisasi adalah alat untuk mencapai tujuan yang harus bisa untuk memberikan kejelasan kepada salah seorang, status dalam organisasi baik dari segi ikatan, posisi dan peran. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja adalah perhatian terhadap komitmen, dan budaya orgnisasi untuk karyawan sebuah perusahaan. Kesediaan untuk bekerja keras dan keinginan untuk mempertahankan keanggotaan, meningkatkan kemampuan organisasi memerlukan budaya organisasi dengan hubungan interpersonal. Dalam situasi ini sebuah organisasi membutuhkan budaya organisasi, norma dan praktik yang berlaku setiap hari. Komitmen dan budaya organisasi merupakan dua hal yang di perlukan terhadap efektivitas dan efisiensi kerja.
PENGARUH KEDISIPLINAN KERJA, GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA KANTOR DESA TANJUNG HARAPAN Zufrie Zufrie
ECOBISMA (JURNAL EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 6, No 2 (2019): ECOBISMA
Publisher : Published by the Faculty of Economics and Business, University of Labuhanbatu, North Sumat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.406 KB) | DOI: 10.36987/ecobi.v6i2.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan kerja ,gaya kepemimpinan dalam meningkatkan produtivitas kerja pada kantor Desa Tanjung Harapan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah penyebaran kuisioner kepada 30 orang responden yang bekerja di Kantor Desa Tanjung Harapan. Metodeanalisis yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasi ganda dan menggunkan program spssVersi 20. Berdasarkanhasil data persamaan anlisis regresi adalah sebagai berikut: Y= 5.538 + 0.156x1 + 0.564x2 berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan uji T bahwa kedisiplinan kerja , gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja. Hasil penelitian simultan dengan menggunakan uji F menunjukkan bahwa semua uji variable bebas berpengaruh secara significan terhadap produktivitas kerja. Nilai R Square sebesar 0.481 yang diartikan bahwa pengaruh variabel X ( kedisiplinan kerja dan gaya kepemimpinan ) terhadap variabel Y ( produktivitas kerja ) adalah sebesar 48,1% sedangkans isanya adalah 51.9% dipengaruhi oleh variable lain diluar variabel yang diteliti.
PENGARUH KOMUNIKASI, HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA GURU MTs NEGERI LOHSARI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Daslan Simanjuntak; Ali Sahputra; Zufrie Zufrie
Jurnal Informatika Vol 8, No 1 (2020): INFORMATIKA
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/informatika.v8i1.2061

Abstract

Kepuasan kerja yang dirasakan karyawan saat bekerja merupakan suatu petunjuk bahwa karyawan memiliki perasaan senang dalam menjalankan tugas pekerjaan. Kepuasan kerja juga merupakan suatu sikap positif karyawan terhadap berbagai situasi di tempat pekerjaan. Bagi organisasi, kepuasan kerja karyawan harus mendapat perhatian dan pemenuhan hal ini terutama menjadi tugas pimpinan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi secara parsial terhadap kepuasan kerja. Untuk mengetahui pengaruh hubungan interpersonal secara parsial terhadap kepuasan kerja. Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja secara parsial terhadap kepuasan kerja. Untuk mengetahui pengaruh komunikasi, hubungan interpersonal dan lingkungan kerja secara serempak terhadap kepuasan kerja. Populasi adalah seluruh guru yang mengajar di MTs Negeri Desa Perlabian Kabupaten Labuhanbatu Selatan berjumlah 37 orang, sehingga prosedur penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan Metode Sampling Jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner atau data sekunder. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan secara bersama-sama terdapat pengaruh signifikan antara komunikasi, hubungan interpersonal dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Secara parsial variabel komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara parsial variabel hubungan interpersonal tidak berpengaruh baik positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja. Secara parsial variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, KARAKTERISTIK ORGANISASI DAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT LABUHAN BILIK LABUHANBATU Ali Sahputra; Zufrie Zufrie
Jurnal Informatika Vol 6, No 2 (2018): INFORMATIKA
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/informatika.v6i2.2084

Abstract

Kinerja sumber daya manusia dipengaruhi oleh berbagai hal karakteristik individu, karakteristik organisasi dan karakteristik pekerjaan. Kinerja seseorang pegawai merupakan hasil kerja seorang pegawai selama periode tertentu dibandingkan dengan kemungkinan, misalnya standar, target, atau sasaran kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu secara parsial terhadap kinerja pegawai. Untuk menganalisis pengaruh karakteristik organisasi secara parsial terhadap kinerja pegawai. Untuk menganalisis pengaruh karakteristik pekerjaan secara parsial terhadap kinerja pegawai. Untuk mengetahui pengaruh karakteristik individu, karakteristik organisasi dan karakteristik pekerjaan secara serempak terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan di Kantor Camat Labuhan Bilik Kabupaten Labuhanbatu dengan sampel berjumlah 34 orang.  Adapun metode sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel apabila semua populasi digunakan sebagai sampel, hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil kurang dari 50 orang. Hasil penelitian secara parsial variabel karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara parsial karakteristik organisasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.Secara parsial karakteristik pekerjaan paling domiinan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara serempak variabel karakteristik individu, karakteristik organisasi dan karakteristik pekerjaan berpengaruh terhadap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.
ANALISIS LINGKUNGAN KERJA, KETERSEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD), MOTIVASI KERJA, DAN PENGAWASAN TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN APD DI PT. HERFINTA Farm & Plantation Tanjung Medan Ramayani Ramayani; Mulkan Ritonga; Zufrie Zufrie
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan kerja, ketersediaan alat pelindung diri (APD), motivasi kerja, dan pengawasan terhadap kepatuhan dalam penggunaan APD di PT. Herfinta Farm & Plantation Tanjung Medan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form. Sampel penelitian terdiri dari 99 karyawan dari total populasi sebanyak 130 orang. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, motivasi kerja (X3) dan pengawasan (X4) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan penggunaan APD (Y), sementara lingkungan kerja (X1) memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan. Ketersediaan APD (X2) justru menunjukkan pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap kepatuhan penggunaan APD (Y). Secara simultan, keempat variabel tersebut secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan penggunaan APD (Y) dengan kontribusi sebesar 39,1%. Kesimpulannya, motivasi dan pengawasan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepatuhan, sehingga disarankan agar perusahaan meningkatkan pelatihan, memperbarui APD, serta memperkuat motivasi dan pengawasan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif
Pengaruh Potongan Harga, Kualitas Produk, dan Pelayanan Terhadap Minat Beli Ulang Konsumen Pada Toko Karya Indah Gordyn Rantauprapat Dewi Anggraini; Zufrie Zufrie; Usmala Dewi Siregar
YUME : Journal of Management Vol 9, No 2
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i2.11543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh potongan harga, kualitas produk, dan pelayanan terhadap minat beli ulang konsumen pada Toko Karya Indah Gordyn Rantauprapat. Persaingan yang semakin ketat dalam industri konveksi menuntut pelaku usaha untuk mengembangkan strategi yang mampu mempertahankan pelanggan dan meningkatkan pembelian ulang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 96 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode insidental. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial potongan harga, kualitas produk, dan pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ulang. Variabel potongan harga memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang dengan nilai koefisien determinasi sebesar 55,8%, yang berarti bahwa lebih dari setengah variasi minat beli ulang dapat dijelaskan oleh model penelitian ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan minat beli ulang tidak hanya ditentukan oleh strategi harga, tetapi juga oleh konsistensi kualitas produk dan mutu pelayanan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola ketiga aspek tersebut secara terpadu guna memperkuat loyalitas pelanggan dan menjaga keberlanjutan usaha.
Pengaruh Interaksi Influencer dan Strategi Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Konsumen Gen Z Di Visual Store Rantauprapat Luna Fadlillah Nathania Siregar; Zufrie Zufrie; Novrihan Leily Nasution
YUME : Journal of Management Vol 9, No 2
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yume.v9i2.11558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi influencer dan strategi brand ambassador terhadap minat beli konsumen Generasi Z di Visual Store Rantauprapat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Generasi Z yang mengikuti Visual Store dan pernah melihat promosi melalui influencer maupun brand ambassador. Teknik pengambilan sampel memakai purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Cochran. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen Generasi Z dengan nilai t hitung sebesar 2,129 dan signifikansi 0,036 < 0,05. Strategi brand ambassador juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli dengan nilai t hitung sebesar 10,606 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, interaksi influencer dan strategi brand ambassador berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen dengan nilai F hitung sebesar 137,344 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,742 menunjukkan bahwa sebesar 74,2% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 25,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, strategi pemasaran melalui influencer dan brand ambassador terbukti mampu meningkatkan minat beli konsumen Generasi Z di Visual Store Rantauprapat.