Pengabdian ini menganalisis efektivitas workshop konversi penelitian menjadi buku ber-ISBN bagi 24 peserta dari kalangan dosen, guru, dan peneliti. Menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain pre-test/post-test, hasil menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05) pada pemahaman struktur buku akademik (effect size r=0,6) dan prosedur pengajuan ISBN. Data kuantitatif mengungkap capaian konkret berupa 9 draft naskah selesai (37,5%) dan 15 proposal lengkap (62,5%), sementara analisis kualitatif melalui wawancara mendalam mengidentifikasi faktor pendukung utama berupa metode pembelajaran kolaboratif dan studi kasus multidisiplin. Temuan ini konsisten dengan teori experiential learning Kolb dan model communities of practice Wenger dalam konteks pengembangan kapasitas penulisan akademik. Studi juga mengungkap tantangan spesifik yang dihadapi masing-masing profesi, termasuk kebutuhan adaptasi materi untuk konteks pembelajaran (guru) dan teknis penerbitan (peneliti). Rekomendasi kebijakan mencakup pengembangan model pelatihan diferensiasi berdasarkan profil peserta, sistem pendampingan berkelanjutan, serta integrasi dengan skema insentif institusi. Keterbatasan studi terletak pada ukuran sampel dan durasi observasi yang relatif singkat, sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan periode evaluasi yang lebih panjang. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan program peningkatan kapasitas penulisan buku akademik di Indonesia.