Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Peserta Didik Kreatif Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA N 2 Lubuk Basung Vivi Andira; Aisiah Aisiah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1330.005 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.359

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah peneliti melihat bahwa peserta didik yang tergolong kreatif dalam pembelajaran sejarah kelas XII IPS SMA N 2 Lubuk Basung belum menunjukkan kreativitas sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat bahwa adanya peserta didik yang cenderung pasif (jarang bertanya dan mengungkapkan pendapat), peserta didik belum sepenuhnya mengembangkan imajinasinya dalam belajar dapat dilihat bahwa peserta didik sering kesulitan jika diminta untuk mencari alternatif jawaban dalam sebuah masalah, peserta didik juga kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Kondisi ini membuat peneliti tertarik untuk mengukur seberapa besar peserta didik kreatif dalam pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peserta didik kreatif dalam pembelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPS sebanyak 38 orang. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 11 indikator dengan 24 butir pertanyaan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sampling). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dengan hitungan rerata dan persentase. Penelitian ini dilakukan di SMA N 2 Lubuk Basung yang berlokasi di Jl. DR Muhammad Hatta, kec. Lubuk Basung, Kab Agam, Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2021-2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dalam pembelajaran sejarah sudah tergolong kreatif dengan berjumlah (rerata 2,62). Jika dilihat dari persentase ditemukan bahwa dari 38 orang peserta didik terdapat 22 (58%) orang peserta didik yang tergolong kreatif dan terdapat 16 (42%) orang peserta didik berada pada kategori kurang kreatif. Sedangkan dua kategori lagi yaitu sangat kreatif dan tidak kreatif berjumlah 0 (0%), artinya tidak ada peserta didik yang sangat kreatif dan tidak ada pula peserta didik yang tidak kreatif.Latar belakang penelitian ini adalah peneliti melihat bahwa peserta didik yang tergolong kreatif dalam pembelajaran sejarah kelas XII IPS SMA N 2 Lubuk Basung belum menunjukkan kreativitas sebagaimana yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat bahwa adanya peserta didik yang cenderung pasif (jarang bertanya dan mengungkapkan pendapat), peserta didik belum sepenuhnya mengembangkan imajinasinya dalam belajar dapat dilihat bahwa peserta didik sering kesulitan jika diminta untuk mencari alternatif jawaban dalam sebuah masalah, peserta didik juga kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran sejarah. Kondisi ini membuat peneliti tertarik untuk mengukur seberapa besar peserta didik kreatif dalam pembelajaran sejarah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peserta didik kreatif dalam pembelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPS sebanyak 38 orang. Data dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 11 indikator dengan 24 butir pertanyaan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel acak sederhana (simple random sampling). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dengan hitungan rerata dan persentase. Penelitian ini dilakukan di SMA N 2 Lubuk Basung yang berlokasi di Jl. DR Muhammad Hatta, kec. Lubuk Basung, Kab Agam, Provinsi Sumatera Barat. Waktu penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2021-2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik dalam pembelajaran sejarah sudah tergolong kreatif dengan berjumlah (rerata 2,62). Jika dilihat dari persentase ditemukan bahwa dari 38 orang peserta didik terdapat 22 (58%) orang peserta didik yang tergolong kreatif dan terdapat 16 (42%) orang peserta didik berada pada kategori kurang kreatif. Sedangkan dua kategori lagi yaitu sangat kreatif dan tidak kreatif berjumlah 0 (0%), artinya tidak ada peserta didik yang sangat kreatif dan tidak ada pula peserta didik yang tidak kreatif.
Pengembangan Soal Higher Order Thingking Skill (HOTS) pada Mata Pelajaran Sejarah di SMA Intan Gustiana Mildasari; Aisiah Aisiah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.852 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i1.380

Abstract

Abstract This research is motivated by the fact that HOTS-based questions have not been found in the assessment of history learning outcomes at SMA Negeri 1 Kerinci. The objectives of this study include: 1) formulating steps for developing HOTS-based questions in high school history subjects, 2) testing the feasibility of HOTS-based history learning outcomes assessment questions in high school, 3) testing the practicality of HOTS-based history learning outcomes assessment questions in high school. This research uses development research method by following the steps of ADDIE model development. Data collection uses a collection instrument in the form of a validation sheet. The subject of product feasibility testing involves historians and evaluation experts. The product practicality test involved one history teacher and 20 students at SMA Negeri 1 Kerinci. The data analysis technique used quantitative and qualitative approaches. The results of the product feasibility test in terms of material by Indonesian historical material experts were obtained with high category validity with a score of 0.86 with a mean score of 3.85 (very feasible). The results of the product feasibility test by the evaluation expert were obtained with high category validity with a score of 0.87 with a mean score of 3.63 (very feasible). The results of the product practicality test by the teacher obtained an average score of 3.8 (very practical) and by students an average score of 3.86 (very practical). Thus, the HOTS-based historical learning outcome assessment instrument is feasible and practical to use for high school students. Keywords: Higher Order Thingking Skill (HOTS), historical learning Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum ditemukannya soal berbasis HOTS pada penilaian hasil belajar sejarah di SMA Negeri 1 Kerinci. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) merumuskan langkah-langkah pengembangan soal berbasis HOTS pada mata pelajaran sejarah SMA, 2) menguji kelayakan soal penilaian hasil belajar sejarah berbasis HOTS di SMA, 3) menguji kepraktisan soal penilaian hasil belajar sejarah berbasis HOTS di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan mengikuti langkah pengembangan model ADDIE. Pengumulan data menggunakan instrumen pengumpulan berupa lembar validasi. Subjek uji kelayakan produk melibatkan ahli sejarah dan ahli evaluasi. Uji praktikalitas produk melibatkan satu orang guru sejarah dan 20 peserta didik di SMA Negeri 1 Kerinci. Teknik analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil uji kelayakan produk dari segi materi oleh ahli materi sejarah Indonesia diperoleh dengan validitas kategori tinggi dengan skor 0,86 rerata skor 3.85 (sangat layak). Hasil uji kelayakan produk oleh ahli evaluasi diperoleh dengan validitas kategori tinggi dengan skor 0,87 rerata skor 3.63 (sangat layak). Hasil uji praktikalitas produk oleh guru diperoleh rerata skor 3.8 (sangat praktis) dan oleh peserta didik diperoleh rerata skor 3.86 (sangat praktis). Dengan demikian, instrumen penilaian hasil belajar sejarah berbasis HOTS ini layak dan praktis digunakan unutk peserta didik SMA. Kata Kunci: Higher Order Thingking Skill (HOTS), Pembelajaran Sejarah
Analisis Kesesuaian Capaian Pembelajaran IPS Kelas X Dengan Buku Teks Ips Program Sekolah Penggerak Susilawati Susilawati; Aisiah Aisiah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.528

Abstract

Abstrak Dalam kurikulum sekolah penggerak tidak ada istilah KI dan KD melainkan diganti dengan capaian pembelajaran (CP). Masalah tersebut menjadi latar belakang dilakukanya penelitian tentang kesesuaian CP dengan buku teks IPS kelas X. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menelusuri apa yang menjadi karakteristik capaian pembelajaran IPS kelas X program sekolah penggerak, 2) menggambarkan buku teks IPS Kelas X program sekolah penggerak, 3) mengkaji kesesuian capaian pembelajaran dengan buku teks IPS kelas X program sekolah penggerak. Permasalahan tersebut melatarbelakangi dalam mengkaji kesesuaian CP dengan buku teks IPS kelas X dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk penelitian ini adalah temu kembali dokumen. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Temuan penelilian menyimpulakan bahwa capaian pembelajaran merupakan kemampuan yang harus dicapai oleh siswa setiap perkembangan. Buku teks IPS kelas X terdiri dari empat sub tema tetapi dalam penelitian ini kita hanya akan mengkaji topik 01 Sejarah Indonesia: Manusia, Ruang dan Waktu. Kesesuaian CP dengan buku teks ditunjukan oleh CP No 1 pada elemen pemahaman konsep menunjukan kesesuaian sebesar 71,42% (kriteria baik), CP 1 pada elemen keterampilan proses sejarah terdapat kesesuaian sebesar 16,66 termasuk (kriteria sangat kurang). Kata Kunci : Capaian Pembelajaran, buku teks, sekolah penggerak
Kendala yang Dihadapi Mahasiswa Jurusan Sejarah dalam Menulis Proposal Skripsi Aisiah Aisiah; Firza Firza
Diakronika Vol 18 No 2 (2018): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.539 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol18-iss2/70

Abstract

Students generally experience obstacles in writing thesis research proposals. The research findings indicate that the problems in writing a thesis proposal by students include; find research ideas, look for literature and empirical data in the field as well as technical constraints related to aspects of writing relating to structure (systematics) and rules for using scientific and standard Indonesian languages. The specific problem of writing proposal research types, among others, relates to the development of a framework that describes the paradigm of relationships between variables, determining the design of experimental designs, how to determine samples and analyze data using formulas and statistics. Constraints on PTK proposal writing, among others, relate to the determination of research design in the form of the PTK cycle including the activities carried out in each cycle, determining indicators of success, data collection and data analysis. While writing a proposal for the type of R & D research students face constraints related to determining product specifications that are attractive and truly needed by teachers and students, relevant literature, writing framework, selection of development models, and product trial designs. The study of this study describes the obstacles faced by students in writing research proposals for history education thesis. The aim is to identify common obstacles experienced by students in writing thesis proposals, including specific obstacles to writing experimental research proposals, CAR and R&D. Data on the constraints of thesis proposal writing are collected by interviewing students, examining their thesis proposals and examining students' written reports about the perceived constraints when writing a thesis proposal. The source of research data comes from students, thesis documents and experience reports writing thesis proposals. This data was analyzed descriptively qualitatively.
Persepsi Guru Sejarah Terhadap Kegiatan Pelatihan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Di SMAN 1 Timpeh Riska Akhwati; Aisiah Aisiah
Jurnal Kronologi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.557 KB) | DOI: 10.24036/jk.v4i2.366

Abstract

Sebagai salah satu pilar sistem pendidikan guru memegang peran dan tanggung jawab yang besar atas efektivitas pelaksanaan AKM. Guru harus memiliki pengetahuan dan kompetensi yang memadai pada implementasi AKM termasuk guru sejarah. Permasalahan pada guru sejarah di SMAN 1 Timpeh yaitu merasa kurang mampu atau belum memahami secara keseluruhan yang dimaksud dengan AKM, hal ini disebabkan karena kurangnya pelatihan dan sosialisasi mengenai AKM di SMAN 1 Timpeh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan AKM dan untuk mengetahui dampak kegiatan pelatihan AKM bagi guru sejarah. Jenis penelitian ini adalah penlitian campuran (mix methode). Responden dalam penelitian ini adalah guru sejarah di SMAN 1 Timpeh yang berjumlah 3 orang. Data dikumpulkan melalui angket dengan 28 butir pertanyaan, data angket kemudian dilengkapi dengan data hasil wawancara dan data hasil observasi terhadap materi modul pelatihan AKM. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan perhitungan persentase dan data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi guru sejarah terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan AKM tergolong baik, dan dampak pelatihan AKM bagi guru sejarah dinilai cukup baik.
Tuanku Nan Renceh : Pengaruh dan Warisan Nya dalam Sejarah Minangkabau Muhammad Fharel Rafer Perdana; Merdiana L. Sipahutar; Iga Putri Pamungkas; Hera Hestuti; Aisiah Aisiah
Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): September : Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mandub.v3i3.2637

Abstract

Tuanku Nan Renceh is an important figure in the history of Islam in Minangkabau who is known as a pioneer of the religious reform movement through the Padri Movement. Born into a strong matrilineal customary environment, he became a symbol of the radical transformation of Islamic thought in Indonesia in the 19th century. Starting from traditional education in the surau to being inspired by the Wahabi teachings brought by three pilgrims from Mecca, Tuanku Nan Renceh became the driving force behind the purification of Islam that rejected all forms of heresy, superstition, and customary practices that were considered contrary to Islamic law. His leadership was not only spiritual but also military in its resistance against customary groups and Dutch colonial power. His intellectual legacy influenced modern reformist movements such as Muhammadiyah and gave birth to local philosophies such as "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Although his preaching method is considered controversial because it prioritizes violence and confrontation, Tuanku Nan Renceh's role remains significant in the dialectic of Islam and Minangkabau customs. Historical narratives, popular culture, and the collective memory of society immortalize his figure as a fighter, reformer, and symbol of the conflict between Islamic orthodoxy and local wisdom. This article will discuss again how Tuanku Nan Renceh's role in Spreading Influence played a major role in Minangkabau history, and invite readers to recognize, understand, and respond to the valuable legacy left behind.