Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Implementasi Mobilitas Dini pada Post Operasi Fraktur Femur dengan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Aktifitasdi Rumah Sakit Vita Insani Pematang Siantar Rani Romaito Rajagukguk; Lismawati Lismawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2971

Abstract

Pendahuluan: Fraktur femur pasca operasi sering menyebabkan gangguan mobilitas fisik yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan aktivitas pasien. Mobilisasi dini merupakan intervensi nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan kemandirian dan mempercepat pemulihan pasca operasi. Tujuan: Menjelaskan implementasi mobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan aktivitas pasien post operasi fraktur femur di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif studi kasus terhadap dua pasien laki-laki yang menjalani perawatan pasca operasi fraktur femur. Intervensi mobilisasi dini dilakukan selama 3 hari dengan durasi 10–15 menit per sesi, berfokus pada pengaturan posisi semi fowler dan peningkatan pergerakan mandiri. Hasil: Setelah tiga hari intervensi, kedua pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mobilitas, penurunan rasa cemas dan nyeri, serta peningkatan kualitas tidur. Klien mampu berpindah posisi secara mandiri tanpa bantuan, dengan skala nyeri menurun dari 6 menjadi 1. Kesimpulan: Mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan kemandirian, menurunkan kecemasan dan nyeri, serta memenuhi kebutuhan aktivitas pasien pasca operasi fraktur femur. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan post operasi.  
Implementasi Pemberian Air Rebusan Daun Seledri untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Anggota Keluarga dengan Hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Martimbang Pematangsiantar Tracy Angelica Pardede; Lismawati Lismawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2977

Abstract

Pendahuluan: Keluarga adalah sekelompok orang yang hidup bersama dan saling bergantung. WHO memperkirakan jumlah penderita hipertensi sekitar 1,28 miliar didunia. Tanda dan gejala hipertensi terdapat sakit kepala, jantung berdebar, dan pengelihatan buram. Salah satu terapi non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada anggota keluarga yang terkena hipertensi yaitu dengan pemberian air rebusan daun seledri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak dua orang penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Martimbang Pematangsiantar. Data dikumpulkan melalui format pengkajian keluarga, SOP pemberian air rebusan daun seledri, lembar observasi tekanan darah dan observasi defisit pengetahuan. penelitian dilakukan pada klien I tanggal 1sampai 3 Mei 2025, klien II tanggal 6 sampai 8 Mei 2025. Hasil: hasil implementasi, keluarga kurang memahami pentingnya menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Setelah diberikan edukasi dan terapi air rebusan daun seledri selama tiga hari, tekanan darah menunjukkan penurunan. Klien I dari 150/90 menjadi 130/90 mmHg, dan Klien II dari 140/90 menjadi 130/80 mmHg. Kesimpulan: Pemberian air rebusan daun seledri efektif sebagai non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran: keluarga disarankan untk mengkonsumsi air rebusan daun seledri pada anggota keluarga penderita hipertensi