Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KINERJA SUB DAS ASEM KABUPATEN LUMAJANG Windy Bana Alam Perkasa; Gusfan Halik; Retno Utami Agung Wiyono
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2022): Maret 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.114 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i2.58139

Abstract

Sub daerah aliran sungai (Sub DAS) adalah satu kesatuan ekosistem yang terdiri dari sumber daya alam dan manusia yang kompleks. Sub DAS berperan sebagai daerah tangkapan hujan yang dalam perkembangan tidak bisa lepas dari segala bentuk tindakan yang dilakukan manusia. Pada Sub DAS Asem, seringkali terjadi masalah akibat tingkat perubahan cuaca yang tidak menentu, serta perubahan tata guna lahan yang ada, mengakibatkan meningkatnya debit air sungai hingga merusak infrastruktur yang ada, oleh karena itu diperlukan evaluasi penilaian dari semua kriteria secara lengkap merujuk pada Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia tentang Monitoring dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai tahun 2014 mencakup evaluasi kondisi lahan, tata air, sosial ekonomi, investasi bangunan air dan pemanfaatan ruangan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kinerja Sub DAS Asem pada tahun 2009 sebesar 86,50 termasuk dalam kondisi baik. Kemudian nilai kinerja Sub DAS Asem pada tahun 2019 meningkat sedikit sebesar 88,75 namun masih termasuk dalam kondisi baik. Sehingga secara keseluruhan daya dukung Sub DAS Asem dalam kondisi baik.
Geolistrik Konfigurasi Wenner Untuk Pendugaan Air Tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana Jember Eri Kusworowati; Gusfan Halik; Wiwik Yunarni Widiarti
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i1.245

Abstract

Abstrak Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Air tanah salah satu alternatif sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki potensi air tanah di Perumahan Grand Puri Bunga Nirwana, Jember. Penelitian menggunakan metode geolistrik dengan konfigurasi wenner. Panjang lintasan akuisisi data 410 meter. Jarak spasi antar elektroda (a) yang digunakan yaitu 5 m, 10 m dan 15 m. Pengulangan data (n) dilakukan sebanyak 6 kali pada masing-masing jarak spasi antar elektroda. Inversi model menggunakan software Res2Dinv. Hasil inversi berupa citra penampang lapisan bawah tanah. Nilai resistivitas yang diperoleh 0,55-371 „¦m. Potensi air tanah berada di kedalaman 38-51,8 m. Akuisisi data terletak pada koordinat 8º10,2940 S dan 113º447,20 E. Lapisan akuifer tergolong akuifer produktif sedang. Debit akuifer diprediksi kurang dari 5 liter/detik. Kata kunci: geolistrik, wenner, resistivitas, akuifer Abstract Water is a primary human need. Groundwater is an alternative source of fresh water. This research aims to investigate the potential of groundwater at the Grand Puri Bunga Nirwana Housing, Jember. The study used the geoelectric method with a Wenner configuration. The acquisition data length is 410 meters. The distance between the electrodes used 5 m, 10 m and 15 m. Repeating data 6 times at each spacing between electrodes. Inversion of the model using Res2Dinv software. The inversion results in the form of a cross-sectional image of the underground layer. The resistivity value obtained 0.55-371 Ωm. The depthof groundwater potential is 38-51.8 m. Coordinates of data acquisition are 8º10.29'40 'S and 113º44'7.20' 'E. Aquifer layers are classified as medium productive aquifers. The predicted discharge of aquifer is less than 5 liters/second. Keywords: geoelectric, wenner, resistivity, aquifer
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPTATION INDEX (SPI) DI DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER Citra Malini; Gusfan Halik; Retno Utami Agung Wiyono
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.483

Abstract

Abstrak Bencana kekeringan di DAS Bedadung terindikasi dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pasokan air. Kekurangan air akibat defisit curah hujan menjadi indikator kekeringan meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai indeks kekeringan di DAS Bedadung kabupaten Jember. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) digunakan untuk mendapatkan tingkat kekeringan. Tingkat kekeringan meteorologi yang dihitung tergantung jumlah curah hujan yang terukur pada alat penakar di stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 2018 dan 2019. Nilai indeks kekeringan (SPI-6) memiliki nilai tertinggi sebesar -2,69 di stasiun Ajung dan nilai     -1,13 di stasiun Kottok. Hasil pemetaan sebaran indeks kekeringan memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan observasi. Hal ini ditunjukkan dari nilai validasi sebaran kekeringan antara SPI-6 dan data kekeringan observasi dengan tingkat keandalan sebesar 82%. Kata kunci: DAS Bedadung, bencana kekeringan, indeks kekeringan meteorologi, SPI   Abstract Drought disaster in the Bedadung watershed is indicated by the unfulfilled sociaty needs for water supply. Lack of water due to deficit in rainfall is an indicator of meteorological drought. This study aims to obtain the drought index value in the Bedadung watershed, Jember district. The Standardized Precipitation Index (SPI) method is used to obtain the drought saverity index. The meteorological drought index depends on the amount of rainfall observed on the rainfall gauge stations. The results of this study indicated that extreme drought index occurred in 2019. The drought index value (SPI-6) had the highest value of -2.69 at the Ajung station and a value of   -1.13 at the Kottok station. The results of the mapping of the distribution of the drought index are suitable with drought existing conditions. This is indicated by the validation value of the drought distribution between SPI-6 and the observed drought data with a reliability level of 82%. Keywords: Bedadung watershed, drought disaster, meteorological drought index, SPI