Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

STUDI KASUS PENANGANAN BANJIR DI KAWASAN KAMPUS TEGALBOTO Widiarti, Wiwik Yunarni
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir atau genangan sangat menggangu aktivitas masyarakat, kelancaran transportasi bahkan sampai menimbulkan kerugian harta benda. Hal ini disebabkan karena kurang berfungsinya sistem drainase dan tidak mencukupinya kapasitas drainase serta kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke selokan. Oleh karena itu perlu adanya usaha-usaha komprehensif dan integratif. yang meliputi seluruh proses, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Tujuan dilaksanakannya studi kasus penanganan banjir di kawasan kampus Tegalboto sekitar Universitas Jember adalah melakukan identifikasi dan memetakan daerah genangan banjir Kawasan Kampus Universitas Jember, merencanakan sistim jaringan drainase Kawasan Kampus Universitas Jember, memetakan sistim jaringan drainase Kawasan Kampus Universitas Jember. Berdasarkan pertimbangan faktor diatas secara terintegrasi, maka dilakukan penilaian terhadap masing-masing lokasi yang telah direkomendasikan sehingga didapatkan prioritas pelaksanaan program sebagaimana berikut : pembersihan saluran, menambah pembuatan lubang-lubang inlet penangkap limpasan air di kanan kiri jalan Jawa dan jalan Kalimantan, penambahan kapasitas saluran sungai dengan pengerukan dasar saluran minimal 20 cm di jalan Mastrip, pelebaran gorong-gorong dan pembuatan sumur resapan pada daerah pematusan di jalan Sumatra dan drainase kawasan kampus UNEJ.Kata kunci : Saluran drainase, lubang inlet
Pemodelan Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Debit Banjir DAS Tanggul, Jember Menggunakan Model SWAT (Soil and Water Assessment Tool) Ainunisa, Diah; Halik, Gusfan; Widiarti, Wiwik Yunarni
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.02.10

Abstract

Population growth is one of the causes of land-use change that can increase runoff. Tanggul watershed is one of the watersheds which often overflows during the rainy season. This study purpose to analyze the effect of land-use changes on runoff in Tanggul watershed using SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. To make sure the performance of SWAT model calibration and classified by the value of NSE and R2. The result of calibration included in a good category and validation included in a very good category. This study was modeling forest land-use change in 2004-2017 to determine the effect of land-use change on runoff. The result in this model of forest land-use change can increase runoff.
Kontribusi Kuat Lentur Self Compacting Concrete (SCC) dengan Menggunakan Gypsum, Fiberglass, dan Tulangan Baja sebagai Perkerasan Kaku Suyoso, Hernu; Nurtanto, Dwi; Widiarti, Wiwik Yunarni; Ratnaningsih, Anik; Hasanuddin, Ahmad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.193 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4691

Abstract

Sarana transportsi terus mengalami kemajuan, hal ini karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang berimbas pada sarana transportasi darat. Pembangunan infrastruktur transporatasi jalan menggunakan beton mutu tinggi sebagai pengganti aspal atau perkerasan kaku. Beton mutu tinggi memiliki fas yang kecil sehingga dibutuhkan semen yang banyak dalam pembuatannnya, hal ini dapat berakibat pada workabilty dimana mempersulit pekerjaan untuk proses perataan dan pemadatan beton tersebut. Self Compacting Concret (SCC) adalah beton yang memiliki tingkat workability tinggi sehingga dapat mengalir dan memenuhi seisi bekisting dengan beratnya sendiri tanpa adanya getaran. Penggunaan beton SCC dalam perkerasan kaku dapat mempermudah pekerjaan, namun beton SCC memiliki sifat getas yang dimiliki oleh beton lain pada umumnya, sementara dalam perkerasan kaku lebih mengutamakan kuat lentur. Serat dapat menambah kuat tarik, lentur dan dektalitas beton sehingga menambah keawetan perkerasan kaku sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya retak, dalam penelitian ini menggunaka serat gypsum, fiberglass dan tulangan baja
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI SUB DAS TALANG KABUPATEN JEMBER Putri, Dyah Ayu Intanasya; Widiarti, Wiwik Yunarni; Halik, Gusfan
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.799 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i1.4216

Abstract

Sub DAS Talang merupakan bagian dari DAS Mayang yang merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kabupaten Jember. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal menyebabkan perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi pemukiman. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi aliran  permukaan dan menyebabkan debit yang dihasilkan meningkat. Maka dari itu dilakukan  klasifikasi citra landsat 7 & 8 menggunakan program ERR Mapper & ArcGIS untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan program HEC-HMS untuk mengetahui perubahan debit puncak yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan tata guna lahan tahun 2009, 2013, dan 2018 sedangkan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2018. Pada tata guna lahan tahun 2009 sampai 2018 luas lahan hutan terus mengalami penurunan sebesar 7,49 %. Hasil dari analisa berupa grafik yang menunjukkan debit puncak terus meningkat dari tahun 2009, 2013, hingga tahun 2018. Debit puncak mengalami peningkatan sebesar 67,48 % dikarenakan nilai CN yang meningkat seiring penurunan luasan hutan sehingga debit yang dihasilkan juga menjadi lebih besar.
Analisis Karakteristik Kecelakaan di Ruas Jalan Gadjah Mada Kabupaten Jember Tiara Ayu Rahmawaty; Willy Kriswardhana; Wiwik Yunarni Widiarti; Sonya Sulistyono
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v4i1.1272

Abstract

Gadjah Mada Road is one of the main roads in the Jember and is an urban road that has high activity. Therefore, it has a history of traffic accidents. The purpose of this study was to determine the characteristics of accidents at the KFC-Sentot Prawirodirdjo intersection and Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection, to determine the EAN (Equivalent Accident Number) value, and the accident rate. Accident characteristics were analyzed based on the number of accidents obtained from the Integrated Road Safety Management System (IRSMS) on weekdays and weekends, EAN value was calculated to estimate the accident weight, and accident rate to determine the level of accident vulnerability. From the analysis, the results obtained from 2017-2018 in the KFC-Sentot Prawirodirdjo intersection have 87 accidents and the Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection in 2014-2018 there were 228 accidents. Most of the accident victims at the KFC-Simpang Sentot Prawirodirdjo intersection were minor injuries and material losses. Vehicles that often involved in accidents were motorcycles. The time of the accident that often occurs was the night (17.01-21.00). The dominant type of accident is a crash when overtaking from the right. Furthermore, for the Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection, most accident victims were minor injuries and material losses. The vehicle that is often involved is a motorcycle. The time of the most dominant accident is morning (05.01-09.00), and the type of accident that dominates is crash when overtaking from the right.
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI SUB DAS TALANG KABUPATEN JEMBER Dyah Ayu Intanasya Putri; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.799 KB) | DOI: 10.24002/jts.v16i1.4216

Abstract

Sub DAS Talang merupakan bagian dari DAS Mayang yang merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kabupaten Jember. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal menyebabkan perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi pemukiman. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi aliran  permukaan dan menyebabkan debit yang dihasilkan meningkat. Maka dari itu dilakukan  klasifikasi citra landsat 7 & 8 menggunakan program ERR Mapper & ArcGIS untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan program HEC-HMS untuk mengetahui perubahan debit puncak yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan tata guna lahan tahun 2009, 2013, dan 2018 sedangkan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2018. Pada tata guna lahan tahun 2009 sampai 2018 luas lahan hutan terus mengalami penurunan sebesar 7,49 %. Hasil dari analisa berupa grafik yang menunjukkan debit puncak terus meningkat dari tahun 2009, 2013, hingga tahun 2018. Debit puncak mengalami peningkatan sebesar 67,48 % dikarenakan nilai CN yang meningkat seiring penurunan luasan hutan sehingga debit yang dihasilkan juga menjadi lebih besar.
Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis di Bagian Utara Kabupaten Lumajang Radiah Ulil Absari; Gusfan Halik; Wiwik Yunarni Widiarti
Semesta Teknika Vol 24, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v24i1.11089

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu masalah yang memiliki dampak terbesar dari seluruh bencana alam di dunia. Kekeringan terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air sehingga berdampak pada kebutuhan sumber daya air, sektor pertanian dan lingkungan. Saat musim kemarau di Kabupaten Lumajang bagian utara seringkali mengalami kekurangan air bersih khususnya pada saat musim kemarau. Hal ini yang menjadi dasar penelitian ini untuk memitigasi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Lumajang bagian utara. Metode yang digunakan adalah Standardized Precipitation Index (SPI) dimana data masukannya adalah data curah hujan dari tahun 2000 hingga 2019. Hasil dari perhitungan indeks kekeringan diolah untuk mendapatkan peta sebaran kekeringan pada 6 tahun terakhir. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa SPI-12 memiliki kesesuaian dengan data dropping air bersih sehingga nilai indeks kekeringan SPI-12 digunakan untuk mendapatkan peta sebarannya. Pada perhitungan SPI-12, kekeringan tertinggi terjadi pada bulan September 2018 dengan nilai -1,89 (sangat kering) dan hasil sebaran kekeringan pada tahun 2018 didominasi oleh status sangat kering dan hanya sebagian kecil mengalami kondisi kering.
Assessment of Displacement Flow at Ketandan Creeks to Optimizing Land Use in Jember New City Housing Entin Hidayah; Wiwik Yunarni Widiarti; Anik Ratnaningsih
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 26, No 1 (2015)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v26i1.1017

Abstract

Displacement flow will caused a change in the flow characteristics such as flow depth, discharge, river slope and width of the river surface. If not carefully examined, it will cause the riverbed erosion, sedimentation and risk of flooding. This paper aims to assess the hydrology and hydraulics of the river flow changes in Ketandan creek in optimizing the use of land housing for Jember New City (JNC). Hydrology modelling studies conducted for the return period rainfall include a 2 year as normal discharge, and 100 year as flood condition. Simulation of flood designs used to assess changes in the flow regime in the channel and the risk of flooding with HEC-RAS program. The results of the study showed that for the flood design 3,1 m3/sec and 12,8 m3/sec will give the effect of critical water surface. In order to keep the flow of the river bed of critically needed as the drop-structure and spillway construction
Optimasi Pola Tata Tanam di Daerah Irigasi Jurang Dawir Kabupaten Lumajang dengan Menggunakan Program Dinamik Rizky Akbar Irhamullah Tunggal; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v5i1.11996

Abstract

Jurang Dawir Irrigation Area passes through 3 sub-districts, they are Tekung District, Kunir District and Sumbersuko District. Jurang Dawir Irrigation Area is centered on the Dawir DAM located in Mojosari Village, Sumbersuko Sub-District Lumajang Regency. Jurang Dawir irrigation area is 1,088 ha which is divided into several irrigation buildings. The availability of water in the dry season has always been a serious problem in Jurang Dawir Irrigation Area. Therefore, optimization efforts using dynamic program is used to optimize irrigation water so that it can increase yields. The maximum profit that can be obtained from each standard season is Rp. 16,889,092,976.09 with a 9.44% increase in the low season, Rp. 14,963,754,778.30 with an increase of 3.49% in the dry season, and some additional calculations in 2015 reaching to Rp. 16,572,814,376.08 with an increase of 6.11%. ABSTRAK Daerah Irigasi Jurang Dawir melewati 3 kecamatan, yakni Kecamatan Tekung, Kecamatan Kunir dan Kecamatan Sumbersuko. Daerah Irigasi Jurang Dawir berpusat pada DAM Jurang Dawir yang berlokasi di Desa Mojosari, Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang. Daerah irigasi Jurang memiliki luas sebesar 1.088 Ha yang dibagi menjadi beberapa bangunan irigasi. Ketersediaan air pada musim kemarau menjadi masalah serius pada Daerah Irigasi Jurang Dawir. Oleh karena itu perlu dioptimalkan menggunakan program dinamik agar pembagian air menjadi optimal dan mendapatkan keuntungan yang maksimal. Keuntungan optimal yang diperoleh setiap tahun acuan sejumlah Rp. 16.889.092.976,09 dengan peningkatan 9,44% pada tahun rendah, keuntungan sebesar Rp. 14.963.754.778,30 dengan peningkatan 3,49 % pada tahun kering, dan perhitungan tambahan untuk tahun 2015 sebesar Rp. 16.572.814.376,08 dengan peningkatan sebesar 6,11%.
Analisis Perbaikan Tanah Lunak dengan Kombinasi Preloading dan Prefabricated Vertical Drain pada Pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang – Kayu Agung, Sumatera Selatan Paksitya Purnama Putra; Eka Patriyandi Oktavian; Wiwik Yunarni Widiarti
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v4i2.12389

Abstract

The construction project of Pematang Panggang - Kayu Agung Toll Road, Section 4 is located in Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra. This project area has a soft clay soil type. With the condition of the soft soil, soft soil repairs need to be done at the project site. The soil improvement used is the Preloading Method combination of Prefabricated Vertical Drain (PVD) and Prefabricated Horizontal Drain (PHD). This method of repair is done by comparing the time of soil consolidation before and after using the Preloading combination of Prefabricated Vertical Drain (PVD) and Prefabricated Horizontal Drain (PHD) by measuring the time needed to achieve consolidation of 90% and the effectiveness of the Prefabricated Vertical Drain (PVD) installation pattern. With the installation of Prefabricated Vertical Drain on the pattern of installation of rectangles / rectangles with a distance of 0.8 m, it can accelerate consolidation to 19 weeks from the time before PVD is installed. It takes 130 years. Then hoarding with Hinisial = 11 meters is carried out, for the first stage of hoarding with a value of Hcr = 4.375 m carried out up to 4 m, the decrease that occurs is 1.0735 m so that the remaining stock is 2.9265 m. After the value of Cu (Undrained cohesion) has increased, for the second stage of stockpiling, the value of Hcr = 13,526 m. The decrease that occurred in the second stage was 1.6634 m with the rest of the embankment 5.3366 m. So the total embankment height that has been compressed is 8.2631 m. and to reach the Hfinal the next hoarding stage is carried out to reach 8.69 m