Articles
STUDI KASUS PENANGANAN BANJIR DI KAWASAN KAMPUS TEGALBOTO
Widiarti, Wiwik Yunarni
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banjir atau genangan sangat menggangu aktivitas masyarakat, kelancaran transportasi bahkan sampai menimbulkan kerugian harta benda. Hal ini disebabkan karena kurang berfungsinya sistem drainase dan tidak mencukupinya kapasitas drainase serta kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke selokan. Oleh karena itu perlu adanya usaha-usaha komprehensif dan integratif. yang meliputi seluruh proses, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Tujuan dilaksanakannya studi kasus penanganan banjir di kawasan kampus Tegalboto sekitar Universitas Jember adalah melakukan identifikasi dan memetakan daerah genangan banjir Kawasan Kampus Universitas Jember, merencanakan sistim jaringan drainase Kawasan Kampus Universitas Jember, memetakan sistim jaringan drainase Kawasan Kampus Universitas Jember. Berdasarkan pertimbangan faktor diatas secara terintegrasi, maka dilakukan penilaian terhadap masing-masing lokasi yang telah direkomendasikan sehingga didapatkan prioritas pelaksanaan program sebagaimana berikut : pembersihan saluran, menambah pembuatan lubang-lubang inlet penangkap limpasan air di kanan kiri jalan Jawa dan jalan Kalimantan, penambahan kapasitas saluran sungai dengan pengerukan dasar saluran minimal 20 cm di jalan Mastrip, pelebaran gorong-gorong dan pembuatan sumur resapan pada daerah pematusan di jalan Sumatra dan drainase kawasan kampus UNEJ.Kata kunci : Saluran drainase, lubang inlet
KARAKTERISTIK ALIRAN ANAK SUNGAI KETANDAN, DAS BEDADUNG
Hidayah, Entin;
Yunarni, Wiwik;
Ratnaningsih, Anik
Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Sipil KERN
Publisher : Kern : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rezim aliran sangat penting dalam mempertahankan integritas sistem ekologi sungai. Kajian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi antara debit dan rejim hidrolika pada anak sungai Ketandan memberikan kontribusi pemahaman hidrolik saluran. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah (1) menentukan parameter kekasaran manning sebagai kontrol terhadap debit hasil pengukuran, (2) melakukan simulasi debit sebagai input pada sungai Ketandan untuk meninjau kondisi rejim aliran yang terjadi. Proses perhitungan ini menggunakan alat bantu HEC-RAS dengan asumsi alirannya steady. Hasil kajian menunjukan bahwa nilai kekasaran manning yang sesuai sebesar 0,045. Kondisi aliran kritis terjadi di kemiringan saluran yang curam untuk debit banjir yang kecil,selain itu terjadi di hulu dan hilir bendung. Banjir terjadi pada penampang melintang sungai mulai dengan debit banjir rencana periode ulang 2 tahunan.Kata Kunci : rejim hidrologi, rejim aliran, karakteristik, sungai.
Pemodelan Perubahan Tataguna Lahan Terhadap Debit Banjir DAS Tanggul, Jember Menggunakan Model SWAT (Soil and Water Assessment Tool)
Ainunisa, Diah;
Halik, Gusfan;
Widiarti, Wiwik Yunarni
Rekayasa Sipil Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2020.014.02.10
Population growth is one of the causes of land-use change that can increase runoff. Tanggul watershed is one of the watersheds which often overflows during the rainy season. This study purpose to analyze the effect of land-use changes on runoff in Tanggul watershed using SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. To make sure the performance of SWAT model calibration and classified by the value of NSE and R2. The result of calibration included in a good category and validation included in a very good category. This study was modeling forest land-use change in 2004-2017 to determine the effect of land-use change on runoff. The result in this model of forest land-use change can increase runoff.
Kontribusi Kuat Lentur Self Compacting Concrete (SCC) dengan Menggunakan Gypsum, Fiberglass, dan Tulangan Baja sebagai Perkerasan Kaku
Suyoso, Hernu;
Nurtanto, Dwi;
Widiarti, Wiwik Yunarni;
Ratnaningsih, Anik;
Hasanuddin, Ahmad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.193 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.4691
Sarana transportsi terus mengalami kemajuan, hal ini karena meningkatnya mobilitas masyarakat yang berimbas pada sarana transportasi darat. Pembangunan infrastruktur transporatasi jalan menggunakan beton mutu tinggi sebagai pengganti aspal atau perkerasan kaku. Beton mutu tinggi memiliki fas yang kecil sehingga dibutuhkan semen yang banyak dalam pembuatannnya, hal ini dapat berakibat pada workabilty dimana mempersulit pekerjaan untuk proses perataan dan pemadatan beton tersebut. Self Compacting Concret (SCC) adalah beton yang memiliki tingkat workability tinggi sehingga dapat mengalir dan memenuhi seisi bekisting dengan beratnya sendiri tanpa adanya getaran. Penggunaan beton SCC dalam perkerasan kaku dapat mempermudah pekerjaan, namun beton SCC memiliki sifat getas yang dimiliki oleh beton lain pada umumnya, sementara dalam perkerasan kaku lebih mengutamakan kuat lentur. Serat dapat menambah kuat tarik, lentur dan dektalitas beton sehingga menambah keawetan perkerasan kaku sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya retak, dalam penelitian ini menggunaka serat gypsum, fiberglass dan tulangan baja
OPTIMASI AIR IRIGASI PADA SUB PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN WEAP (WATER EVALUATION AND PLANNING)
Dewi, Pratita;
Yunarni, Wiwik;
Halik, Gusfan
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.558 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v15i2.3714
Water requirement in Pesanggaran is rice fields, while the availability of irrigation water is obtained from rainfall and irrigation discharge. The water balance is calculated by using a tool such as the Water Evaluation and Planning (WEAP) where the results of the WEAP are in the form of a broad percentage of water coverage that can be covered (Coverage). The results of the WEAP calculation are in the form of Coverage as a reference in calculating profits for each year. Optimization in the Very Dry and Normal Year is the existing of where the start of planting begins in December period 1 while the optimize has the start of planting in the December period 3 in the Dry and Wet Season. WEAP optimization is seen in the number of Coverage values where the coverage value for a Dry Year before optimization is 99.34%, and after optimization is 100%, Wet Year before optimization is 99.1%, and after optimization is 100%, for Very Dry Year Coverage value is 95.69%, and Normal Year Coverage as 99.16%.
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI SUB DAS TALANG KABUPATEN JEMBER
Putri, Dyah Ayu Intanasya;
Widiarti, Wiwik Yunarni;
Halik, Gusfan
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.799 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v16i1.4216
Sub DAS Talang merupakan bagian dari DAS Mayang yang merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kabupaten Jember. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal menyebabkan perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi pemukiman. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi aliran permukaan dan menyebabkan debit yang dihasilkan meningkat. Maka dari itu dilakukan klasifikasi citra landsat 7 & 8 menggunakan program ERR Mapper & ArcGIS untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan program HEC-HMS untuk mengetahui perubahan debit puncak yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan tata guna lahan tahun 2009, 2013, dan 2018 sedangkan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2018. Pada tata guna lahan tahun 2009 sampai 2018 luas lahan hutan terus mengalami penurunan sebesar 7,49 %. Hasil dari analisa berupa grafik yang menunjukkan debit puncak terus meningkat dari tahun 2009, 2013, hingga tahun 2018. Debit puncak mengalami peningkatan sebesar 67,48 % dikarenakan nilai CN yang meningkat seiring penurunan luasan hutan sehingga debit yang dihasilkan juga menjadi lebih besar.
Analisis Karakteristik Kecelakaan di Ruas Jalan Gadjah Mada Kabupaten Jember
Tiara Ayu Rahmawaty;
Willy Kriswardhana;
Wiwik Yunarni Widiarti;
Sonya Sulistyono
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/be.v4i1.1272
Gadjah Mada Road is one of the main roads in the Jember and is an urban road that has high activity. Therefore, it has a history of traffic accidents. The purpose of this study was to determine the characteristics of accidents at the KFC-Sentot Prawirodirdjo intersection and Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection, to determine the EAN (Equivalent Accident Number) value, and the accident rate. Accident characteristics were analyzed based on the number of accidents obtained from the Integrated Road Safety Management System (IRSMS) on weekdays and weekends, EAN value was calculated to estimate the accident weight, and accident rate to determine the level of accident vulnerability. From the analysis, the results obtained from 2017-2018 in the KFC-Sentot Prawirodirdjo intersection have 87 accidents and the Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection in 2014-2018 there were 228 accidents. Most of the accident victims at the KFC-Simpang Sentot Prawirodirdjo intersection were minor injuries and material losses. Vehicles that often involved in accidents were motorcycles. The time of the accident that often occurs was the night (17.01-21.00). The dominant type of accident is a crash when overtaking from the right. Furthermore, for the Sentot Prawirodirdjo-Argopuro intersection, most accident victims were minor injuries and material losses. The vehicle that is often involved is a motorcycle. The time of the most dominant accident is morning (05.01-09.00), and the type of accident that dominates is crash when overtaking from the right.
OPTIMASI AIR IRIGASI PADA SUB PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN WEAP (WATER EVALUATION AND PLANNING)
Pratita Dewi;
Wiwik Yunarni;
Gusfan Halik
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.558 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v15i2.3714
Water requirement in Pesanggaran is rice fields, while the availability of irrigation water is obtained from rainfall and irrigation discharge. The water balance is calculated by using a tool such as the Water Evaluation and Planning (WEAP) where the results of the WEAP are in the form of a broad percentage of water coverage that can be covered (Coverage). The results of the WEAP calculation are in the form of Coverage as a reference in calculating profits for each year. Optimization in the Very Dry and Normal Year is the existing of where the start of planting begins in December period 1 while the optimize has the start of planting in the December period 3 in the Dry and Wet Season. WEAP optimization is seen in the number of Coverage values where the coverage value for a Dry Year before optimization is 99.34%, and after optimization is 100%, Wet Year before optimization is 99.1%, and after optimization is 100%, for Very Dry Year Coverage value is 95.69%, and Normal Year Coverage as 99.16%.
DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI SUB DAS TALANG KABUPATEN JEMBER
Dyah Ayu Intanasya Putri;
Wiwik Yunarni Widiarti;
Gusfan Halik
Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.799 KB)
|
DOI: 10.24002/jts.v16i1.4216
Sub DAS Talang merupakan bagian dari DAS Mayang yang merupakan salah satu daerah aliran sungai yang berada di Kabupaten Jember. Meningkatnya kebutuhan manusia terhadap tempat tinggal menyebabkan perubahan tata guna lahan dari daerah resapan menjadi pemukiman. Sehingga air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah dan menjadi aliran permukaan dan menyebabkan debit yang dihasilkan meningkat. Maka dari itu dilakukan klasifikasi citra landsat 7 & 8 menggunakan program ERR Mapper & ArcGIS untuk mengetahui perubahan tata guna lahan dan program HEC-HMS untuk mengetahui perubahan debit puncak yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode SCS Unit Hydrograph dengan tata guna lahan tahun 2009, 2013, dan 2018 sedangkan data curah hujan harian dan debit harian tahun 2018. Pada tata guna lahan tahun 2009 sampai 2018 luas lahan hutan terus mengalami penurunan sebesar 7,49 %. Hasil dari analisa berupa grafik yang menunjukkan debit puncak terus meningkat dari tahun 2009, 2013, hingga tahun 2018. Debit puncak mengalami peningkatan sebesar 67,48 % dikarenakan nilai CN yang meningkat seiring penurunan luasan hutan sehingga debit yang dihasilkan juga menjadi lebih besar.
Analisis Indeks Kekeringan Meteorologis di Bagian Utara Kabupaten Lumajang
Radiah Ulil Absari;
Gusfan Halik;
Wiwik Yunarni Widiarti
Semesta Teknika Vol 24, No 1 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18196/st.v24i1.11089
Kekeringan merupakan salah satu masalah yang memiliki dampak terbesar dari seluruh bencana alam di dunia. Kekeringan terjadi akibat berkurangnya ketersediaan air sehingga berdampak pada kebutuhan sumber daya air, sektor pertanian dan lingkungan. Saat musim kemarau di Kabupaten Lumajang bagian utara seringkali mengalami kekurangan air bersih khususnya pada saat musim kemarau. Hal ini yang menjadi dasar penelitian ini untuk memitigasi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Lumajang bagian utara. Metode yang digunakan adalah Standardized Precipitation Index (SPI) dimana data masukannya adalah data curah hujan dari tahun 2000 hingga 2019. Hasil dari perhitungan indeks kekeringan diolah untuk mendapatkan peta sebaran kekeringan pada 6 tahun terakhir. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa SPI-12 memiliki kesesuaian dengan data dropping air bersih sehingga nilai indeks kekeringan SPI-12 digunakan untuk mendapatkan peta sebarannya. Pada perhitungan SPI-12, kekeringan tertinggi terjadi pada bulan September 2018 dengan nilai -1,89 (sangat kering) dan hasil sebaran kekeringan pada tahun 2018 didominasi oleh status sangat kering dan hanya sebagian kecil mengalami kondisi kering.