Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Uncertainty Volatility, Investment, And Cash Holding In ASEAN Countries Marcella Roring; Rita Juliana
Jurnal Akuntansi Vol. 26 No. 2 (2022): May 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ja.v26i2.905

Abstract

This study aims to show the effect of uncertainty on firms’ corporate investment and cash holding in five ASEAN countries, namely Malaysia, Indonesia, Singapore, Thailand, and Vietnam. The study was conducted using data from non-financial public listed firms in these five ASEAN countries during the 2006 to 2020 period. The uncertainty volatility is measured using the standard deviation of the economic policy uncertainty index. The results of this study find that uncertainty volatility increases corporate investment and decreases corporate cash holding. This result indicates that high uncertainty economic condition cause firms to invest to reduce information asymmetry by giving signals to external investors through investment, and as result, it reduces the corporate cash holdings. Moreover, we also find that uncertainty volatility is more economically significant than Economic Policy Uncertainty it self. It is possible that uncertainty volatility can better capture the real uncertain condition in the economy.
PENGARUH UNCERTAINTY TERHADAP KEBIJAKAN TRADE CREDIT PERUSAHAAN INDONESIA Febrianto Febrianto; Rita Juliana
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 2 (2021): Jurnal Akuntansi Bisnis
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jab.v14i2.2632

Abstract

 ABSTRACT : Uncertainty seems to be the root of prolonged recession period problem and it increases researcher concern regarding its effect to the economy. During high uncertainty period, information is not clear and affect firm’s decision maker regarding their investment, capital structure and also trade credit policy. In this paper, we aim to find the effect of uncertainty to firm’s trade credit policy. Uncertainty is argued to increase firm’s credit risk and thus, firm should adjust their trade credit policy to survive. Our sample includes non-financial listed firms in Indonesia Stock Exchange (IDX), with observation period from 2006 Q1 to 2019 Q4. The financial data used to construct the variables are obtained from the S&P Capital IQ database. The methodology used is fixed effect panel data regression. This study utilized uncertainty measurement developed by Ahir et al. (2018), that is the world uncertainty index (WUI). Using total of 12,773 firm-quarter observations, our result show that uncertainty indeed caused firms to adjust their trade credit policy. Uncertainty caused higher cost of capital, as consequences firms decide to tighten their credit policy to its customer and decrease their payables to the supplier as precautionary to avoid future financial distress. Keywords:  Uncertainty, trade credit policy, receivable days, payable days ABSTRAK : Ketidakpastian dianggap menjadi akar dari masalah periode resesi yang panjang dan hal ini meningkatkan kekhawatiran dari para peneliti mengenai efeknya terhadap ekonomi. Pada keadaan ketidakpastian yang tinggi, informasi menjadi tidak jelas dan mempengaruhi pengambil keputusan didalam perusahaan mengenai kebijakan investasi, struktur modal dan juga kredit dagang. Pada penelitian ini, kami bertujuan untuk menemukan efek dari ketidakpastian pada kebijakan kredit dagang perusahaan. Ketidakpastian dikatakan dapat meningkatkan resiko kredit perusahaan dan sehingga, perusahaan perlu menyesuaikan kebijakan kredit dagang mereka untuk dapat bertahan. Sampel penelitian ini termasuk perusahaan non keuangan yang terdaftar pada bursa efek Indonesia (BEI), dengan periode observasi dari 2006 kuartal 1 hingga 2019 kuartal 4. Data keuangan yang digunakan untuk membentuk variabel pebelitian diambil dari the S&P Capital IQ database. Metodologi yang digunakan adalah regresi data panel fixed effect. Penelitian ini menggunakan ukuran ketidakpastian yang dikembangkan oleh Ahir et al.(2018), yaitu the world uncertainty index (WUI). Dengan menggunakan total observasi sebanyak 12.773 perusahaan-kuartal, hasil  yang didapatkan menunjukkan bahwa ketidakpastian mennyebabkan perusahaan untuk melakukan penyesuaian pada kebijakan kredit dagangnya. Ketidakpastian meningkatkan biaya modal dan sebagai akibatnya perusahaan memutuskan untuk memperketat kebijkan kredit kepada pembeli dan menurunkan hutang dagangnya pada pemasok sebagai tindakan berhati-hati untuk menghindari kesulitan keuangan dimasa depan.Kata Kunci: Ketidakpastian, kebijakan kredit dagang, receivable days, payable days
Kepemilikan Bank dan Inefisiensi Investasi Perusahaan Non-Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Kevin Polakitang; Rita Juliana
Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia Vol 6, No 2 (2022): REVIU AKUNTANSI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/rabin.v6i2.14037

Abstract

Latar Belakang: Praktik kepemilikan bank atas saham suatu perusahaan (selanjutnya disebut kepemilikan bank) merupakan hal yang banyak terjadi di sejumlah negara, terutama di negara berkembang. Kepemilikan bank telah mendorong perusahaan untuk mengakses modal yang dimiliki oleh bank dengan lebih mudah. Adanya akses yang lebih mudah tersebut dapat mengurangi hambatan keuangan yang dihadapi oleh perusahaan, sehingga investasi yang inefisien dapat dihindari. Dengan demikian, kepemilikan bank pada akhirnya dapat meningkatkan investasi perusahaan menjadi lebih efisien.Metode Penelitian: Sampel penelitian ini adalah 479 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode observasi data penelitian yang digunakan adalah dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2019. Data penelitian diambil dari laporan keuangan perusahaan yang dapat diakses melalui SP Capital IQ. Adapun model penelitian yang digunakan adalah model Generalized Method of Moments (GMM) dan Fixed Effect.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan bank mengurangi inefisiensi investasi perusahaan. Setelah dilakukan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan variabel interaksi Tobin’s Q dengan kepemilikan bank, terjadi peningkatan sensitivitas investasi terhadap peluang investasi yang turut memberikan indikasi bahwa investasi menjadi lebih efisien.Keterbatasan Penelitian: Penelitian ini hanya mengukur kepemilikan bank dengan menggunakan dummy variable.Keaslian/Kebaruan Penelitian: Penelitian ini menggunakan model penelitian sebelumnya oleh dkk (2020), model tersebut telah disesuaikan kembali dengan kondisi perusahaan di Indonesia secara umum dengan mengeliminasi sejumlah variabel yang tidak memungkinkan. Selain itu, penelitian ini turut berkontribusi dalam memperluas penelitian sebelumnya dan memberikan bukti empiris bahwa kepemilikan bank dapat mengurangi inefisiensi dalam investasi perusahaan di Indonesia.
PENGARUH KETIDAKPASTIAN EKONOMI PADA INVESTASI PERUSAHAAN: PEMBUKTIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PANEL QUANTILE REGRESSION Rita Juliana
JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi). Vol 9 No 2 (2022): JMBI UNSRAT Volume 9 Nomor 2
Publisher : FEB Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jmbi.v9i2.40053

Abstract

Abstract. This study aimed to observe the impact of economic policy uncertainty on corporate investment decision in Indonesia. Uncertainty can influence firm’s investment decision because manager lost the ability to forecast future economic performance, which cause manager to decide not to take their investment opportunity. The sample of this research are firms that are listed in the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study uses unbalanced panel data from period 2006 to 2020 with total 4689 observations. In this research, the effect of uncertainty to investment will utiulize the panel quantile regression approach. The results show that uncertainty will increase corporate investment. Moreover, the effect of uncertainty is stronger for firms with higher level of investment.   Abstrak. Penelitian ini menguji pengaruh ketidakpastian kebijakan ekonomi pada keputusan investasi perusahaan Indonesia. Ketidakpastian dapat mempengaruhi keputusan investasi perusahaan dikarenakan manajer tidak dapat mengobservasi probabilitas ekonomi dimasa depan, sehingga manajer dapat memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan investasi yang dimiliki. Sampel penelitian ini adalah perusahaan Indonesia yang sudah tercatat pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Studi ini menggunakan data panel tidak seimbang (unbalanced panel data) pada periode tahun 2006 hingga 2020 dengan total sebanyak 4689 observasi. Pada penelitian ini pembuktian efek ketidakpastian pada investasi menggunakan metode regresi panel data kuantil. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa ketidakpastian meningkatkan investasi perusahaan. Selain itu, efek ketidakpastian lebih kuat pada perusahaan yang memiliki level investasi yang lebih tinggi.
PENGARUH KETIDAKPASTIAN KEBIJAKAN EKONOMI TERHADAP PENGAMBILAN RISIKO PERUSAHAAN DI INDONESIA Christhalia Severesia; Rita Juliana
Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Desember 2022 [DOAJ dan SINTA Indexed]
Publisher : Program Studi Akuntansi FPEB UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jrak.v10i3.43857

Abstract

Abstract. Economic Policy Uncertainty which affects the risk-taking process in an enterprise is one of the crucial factors contributing to the sustainability and performance of the company. Government involvement also plays a major role in company risk-taking. This research was conducted to analyze the effect of economic policy uncertainty on the risk-taking decision in some companies in Indonesia. There are a total of 501 public companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2006 to 2020. Results of this study show that Indonesian companies tend to make low-risk decisions when economic policy uncertainty occurred. On the other hand, organizations with government ownership tend not to be influenced by the economic policy uncertainty Abstract. Economic Policy Uncertainty which affects the risk-taking process in an enterprise is one of the crucial factors contributing to the sustainability and performance of the company. Government involvement also plays a major role in company risk-taking. This research was conducted to analyze the effect of economic policy uncertainty on the risk-taking decision in some companies in Indonesia. There are a total of 501 public companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2006 to 2020. Results of this study show that Indonesian companies tend to make low-risk decisions when economic policy uncertainty occurred. On the other hand, organizations with government ownership tend not to be influenced by the economic policy uncertainty
PENGARUH FINANCIAL CONSTRAINTS DAN MANAGERIAL CONFIDENCE TERHADAP INVESTMENT CASH FLOW SENSITIVITY Michael Theodric; Rita Juliana
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 6th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh Financial Constraint dan Managerial Overconfidence terhadap Investment Cash Flow Sensitivity dengan meneliti perusahaan non-financial yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia dengan periode tahun 2008-2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa Financial Constraint tidak memiliki korelasi dengan Investment Cash Flow Sensitivity, dan semakin tinggi Managerial Overconfidence, maka Investment Cash Flow Sensitivity semakin berkurang.
ANALYZING THE RELATIONSHIP BETWEEN PROFITABILITY AND CAPITAL STRUCTURE OF COMPANIES IN THE INTRODUCTION AND MATURE PHASES Hanna Wijaya; Rita Juliana
Klabat Accounting Review Vol 4 No 2 (2023): Klabat Accounting Review
Publisher : UNKLAB Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60090/kar.v4i2.1013.132-143

Abstract

Numerous empirical studies have consistently highlighted a significant inverse correlation between a firm's profitability and its choice of capital structure, aligning with the pecking-order theory, primarily attributed to information asymmetry dynamics. Cooney & Kalay (1993) extended this theory with the concept of a generalized pecking order, elucidating a shift in the theory's relevance when information asymmetry is influenced more by uncertainties related to growth rather than asset composition. This study employs the two-phase company cycle framework introduced by (Dickinson, 2011), distinguishing between the introductory and maturity phases, which are known to exhibit distinct patterns of information asymmetry. Through empirical analysis, we evaluate the applicability of the pecking-order theory in explaining the interplay between profitability and capital structure, incorporating the notion of a generalized pecking order. Our research findings underscore that the pecking-order theory holds limited relevance during the introductory phase but gains significance during the maturity phase, particularly in elucidating the relationship between profitability and capital structure. During the introductory phase, we observed a positive association between profitability and debt issuance, while profitability exhibited a negative association with equity issuance. Keywords: Capital Structure, Firm life cycle, Information Asymmetry, Pecking Order, Profitability Banyak studi empiris telah secara konsisten menyoroti hubungan terbalik yang signifikan antara profitabilitas perusahaan dan pilihan struktur modalnya, sesuai dengan teori pecking-order, yang utamanya disebabkan oleh dinamika asimetri informasi. Cooney & Kalay (1993) memperluas teori ini dengan konsep pecking order yang umum, mengungkapkan pergeseran dalam relevansi teori tersebut ketika asimetri informasi lebih dipengaruhi oleh ketidakpastian pertumbuhan daripada komposisi aset. Studi ini menggunakan kerangka kerja siklus perusahaan dua tahap yang diperkenalkan oleh Dickinson (2011), membedakan antara fase pengenalan dan kematangan, yang dikenal memiliki pola asimetri informasi yang berbeda. Melalui analisis empiris, kami mengevaluasi aplikabilitas teori pecking-order dalam menjelaskan hubungan antara profitabilitas dan struktur modal, dengan menggabungkan gagasan pecking order yang umum. Temuan penelitian kami menekankan bahwa teori pecking-order memiliki relevansi terbatas selama fase pengenalan tetapi menjadi lebih signifikan selama fase kematangan, terutama dalam menjelaskan hubungan antara profitabilitas dan struktur modal. Selama fase pengenalan, kami mengamati hubungan positif antara profitabilitas dan penerbitan utang, sementara profitabilitas menunjukkan hubungan negatif dengan penerbitan ekuitas. Kata kunci: Struktur Modal, Siklus Hidup Perusahaan, Informasi Asimetris, Pecking order, Profitabilitas
PENGARUH MANAJEMEN DAN STRATEGI MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN DI BERBAGAI TAHAP SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN Alvin, Leonardo; Juliana, Rita
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 6 No 2 (2022): Edisi Mei - Agustus 2022
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v6i2.1941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen modal kerja dan strategi modal kerja terhadap kinerja keuangan perusahaan diberbagai tahap siklus hidup perusahaan Indonesia pada periode 2007-2020. Sumber yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah data sekunder dimana berupa laporan data keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi periode 2007-2020. Total sampel yang memenuhi seluruh kriteria yang ditentukan adalah 446 perusahaan yang mana periode pengamatan yang digunakan sebanyak 4.154 observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengaruh manajemen modal kerja terhadap kinerja keuangan tidak memiliki perbedaan pada setiap siklus hidup perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini juga menemukan bahwa strategi modal kerja berpengaruh negatif pada kinerja keuangan, terutama pada perusahaan di siklus hidup introduction.
Dancing with Uncertainty: Unraveling Firm Investment Inefficiencies in the Asia Pacific Region Juliana, Rita; Handoko, Liza; Lee, Nicholas
Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura Vol. 27 No. 1 (2024): April - July 2024
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v27i1.4096

Abstract

This study explores the intricate relationship between uncertainty and corporate investment inefficiencies in the Asia-Pacific region, utilizing data from non-financial firms between 2008 and 2021. The method used in the study is fixed effect regression with Driscoll-Kraay robust standard error. The empirical analysis unveils that uncertainty leads to overinvestment. This phenomenon is more pronounced in middle and low-income economies, while high-income countries display a distinct trend of less susceptibility to uncertainty-induced suboptimal investment choices. The study’s implications extend to policymakers and industry stakeholders, urging a closer examination of firms’ risk management strategies, particularly considering the strategic potential of overinvestment as a buffer against uncertainty’s adverse effects. This holds particular significance in the dynamic economic landscape of the Asia-Pacific countries, where the study contributes to a deeper understanding of the interplay between uncertainty and inefficiency of investment decisions across diverse economic settings.
Firm’s Growth and Cash Flow Sensitivity: The Role of Financial Constraints Kurniawan, Andika; Juliana, Rita
Proceeding of International Conference on Entrepreneurship (IConEnt) Vol 3 (2023): Proceeding of 3rd International Conference on Entrepreneurship (IConEnt)
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research analyzes the role of cash flow and company growth in relation to company funding constraints in non-financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2008 to 2021. The study conducted hypothesis testing to examine the influence of cash flow, company size, company growth, return on assets, and leverage. A total of 528 non-financial sector companies were included in the research. The findings reveal that there is an influence of the dependent variable, which is company growth, on the independent variables, namely Cash Flow, Return on Assets (ROA), Firm Size, and Leverage. However, one independent variable, Tobin's Q, does not have a significant impact on company growth.