Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM SYARIAH DAN BANK UMUM KONVENSIONAL DI INDONESIA MENURUT METODE RISK BASED BANK RATING Indra Purwanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran lembaga keuangan sangat penting dalam perekonomian, salah satu lembaga keuangan yang ada di Indonesia adalah bank. Bank berperan sebagai badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk-bentuk lainnya dalam  rangka  meningkatkan  taraf hidup  rakyat  banyak.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  menguji dan  menganalisis  perbedaan  tingkat  kesehatan  bank antara bank umum syariah dan bank bank umum konvensional berdasarkan rasio kinerja keuangan dengan menggunakan pendekatan Risk Based Bank Rating pada tahun   2012-2015   yang   terdiri   dari   faktor   Risk   profile,   Good   corporate governance, Earning, dan Capital. Populasi dalam penelitian ini adalah lembaga keuangan bank yang terdaftar di Bank Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2012-2015 yang berjumlah 115 bank umum. Metode penentuan sampel yang digunakan  adalah purposive sampling  yang kemudian diperoleh sebanyak 7 bank umum syariah dan bank 7 bank umum konvensional sampel   yang   memenuhi   kriteria.   Pengujian   hipotesis  menggunakan   uji Independent Sample T-Test dan uji Mann-Whitney Test dengan aplikasi SPSS 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara bank umum syariah dan bank umum konvensional pada rasio kinerja keuangan NPF/NPL, FDR/LDR, BOPO, dan ROA. Sedangkan pada rasio kinerja keuangan GCG dan CAR tidak terdapat perbedaan antara bank umum syariah dan bank umum konvensional.Kata kunci: Tingkat kesehatan bank, NPF/NPL, FDR/LDR, GCG, BOPO, ROA, CAR.
Pemanfaatan Ketahanan Pangan Pada Budidaya Ikan Lele Sebagai Bentuk Upaya Penanggulangan Balita Stunting di Desa Protomulyo Qothrun Nada Zahrotun Nabila; Nabila Tri Septiana; Cucu Febry Astriyani; Aisha Rachmadian Puteri; Indra Purwanto; Widi Cahya Adi
Jurnal Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September: Jurnal Kemitraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/jkm.v1i3.412

Abstract

One of the problems in Indonesia that is still being discussed is stunting. The prevalence of stunting in Indonesia is supported by data from the Ministry of Health in 2021 which reached 24.4%, in 2022-2023 it will fall to 21.6%, and the government hopes that in 2024 it can fall to 14%. Stunting is not only about the problem of a child's height, but is more serious, which has an impact on the individual's quality of life due to malnutrition, which can lead to chronic diseases and a decrease in the child's intelligence level. This can affect the body and brain. Based on research in Protomulyo Village, it was found that the prevalence of babies below the red line was 27 under five, which occurred in babies aged 0 months-5 years. Establishment of food security in catfish cultivation in Protomulyo Village, District. South Kaliwungu can be a solution and can overcome the problem of stunting toddlers. Because catfish has a high protein content. The research method used is a qualitative method by conducting interviews and literature studies. The aim of this research is to determine the process of cultivating food security in catfish, the economic impact on food security in cultivating catfish, and the benefits of catfish as a form of effort to overcome stunting in toddlers