Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEBARAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN PULAU LIUKANGLOE, KABUPATEN BULUKUMBA Chair Rani; Abdul Haris; Inayah Yasir; Ahmad Faizal
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.366 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.20557

Abstract

Ikan karang merupakan ikan yang berasosiasi dengan terumbu karang dan keberadaannya ditentukan oleh variasi dan kompleksitas terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kekayaan jenis dan kelimpahan ikan karang pada beberapa lokasi di terumbu karang Pulau Loukangloe, Kabupaten Bulukumba dan keterkaitannya dengan tutupan karang hidup dan karang mati. Metode LIT digunakan untuk mengetahui tutupan karang hidup dan karang mati dan teknik visual sensus untuk mendata struktur komunitas ikan karang. Pendataan dilakukan pada 6 stasiun dengan 2 kedalaman (3-5 m dan 8-10 m) dan 3 kali pengulangan transek (luas area pemantauan 80 m2). Perbandingan kekayaan jenis dan kelimpahan ikan karang antar stasiun diuji dengan analisis ragam, sedangkan antar kedalaman dianalisis dengan uji t-student. Hubungan antar kekayaan jenis dan kelimpahan ikan dengan kondisi terumbu karang dilakukan dengan analisis regresi dan korelasi. Jumlah jenis pada kedalaman 3-5 m sangat dinamis di setiap bulan pengamatan dan memberikan perbedaan yang nyata, sedangkan di kedalaman 8-10 m, relatif stabil dan tidak berbeda antar stasiun. Kelimpahan ikan karang pada kedalaman 8-10 m lebih tinggi dan berbeda nyata dari kedalaman 3-10 m. Tutupan karang hidup yang tinggi memperlihatkan jumlah jenis ikan karang yang lebih kaya dan berbeda nyata dengan stasiun yang tutupan karang hidupnya rendah, namun tidak dalam hal kelimpahannya. Meskipun berkorelasi positif, namun hubungan antara tutupan karang hidup dengan jumlah jenis dan kelimpahan ikan karang tergolong lemah. Sebaliknya, berkorelasi negatif dengan tutupan karang mati yang tinggi.
Environmental Factor Relationship To Coral Growth of Goniopora stokesi in Waters of Laelae Island And Barranglompo Island Dedy Kurniawan; Jamaluddin Jompa; Abdul Haris
ECOTONE Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Riau University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ecotone.1.2.p.66-76

Abstract

Goniopora stokesi coral is one of the massive corals on Laelae Island and Barranglompo Island. Massive coral growth in the formation of coral skeleton sedimentation rate (CaCO3) is highly dependent on the environment. The research objective was to analyze the differences in the growth rates of G. stokesi, as well as the relationship between environmental factors and the growth rates of G. stokesi corals in Laelae Island and Barranglompo Island. This study uses secondary data on coral growth of G. stokesi and data on environmental conditions from 2009 to 2013, in the waters of Laelae Island and Barranglompo Island. Differences in coral growth rates were analyzed using One Way ANOVA analysis, if there were significant differences followed by a significant difference test according to the Bonferroni method, with SPSS 19.00 software. Analysis of the relationship between environmental factors and coral growth using the Principle Component Analysis (PCA) test with Microsoft Excel 2003 software. The results showed that the environmental conditions in the waters of Laelae Island and Barranglompo Island showed a range of values that were not too different, only the traffic, current, and turbidity values were different between the two islands. The coral growth rate of G. stokesi on Laelae Island was 9.72 ± 1.16 mm year-1, while on Barranglompo Island it was 12.47 ± 2.67 mm year-1. The coral growth of G. stokesi on Laelae Island was affected by high currents and turbidity, while on Barranglompo Island it was influenced by high salinity.