Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN KECACATAN TINGKAT 2 PADA PENDERITA KUSTA Rismayanti Rismayanti; Jayanti Tandirerung; Indra Dwinata; Jumariani Ansar
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 1: MARET 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.997 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1581

Abstract

Angka penemuan kasus baru kusta di dunia yang terlapor di data World Health Organization (WHO) pada awal tahun 2012 sekitar 219.057 atau sebesar 4,06 (prevalence rate per 10.000 penduduk). Menurut data tahun 2015 di Kabupaten Gowa ditemukan Case Detection Rate (CDR) sebesar 17/100.000 penduduk dengan penderita kusta pada tahun 2014- 2015 sebanyak 224 sedangkan cacat tingkat 2 sebesar 36 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian kecacatan tingkat 2 pada penderita kusta di Kabupaten Gowa tahun 2014- 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol. Pengambilan sampel untuk kelompok kasus metode exhaustive sampling dan kelompok kontrol metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang merupakan faktor risiko kejadian kecacatan tingkat 2 bahwa jenis kelamin (OR=1,188;95%;CI=1,523-2,694), pekerjaan (OR=2,541;95%;CI=1,163-5,551), Alat Pelindung Diri (APD) (OR=5,200;95%;CI=2,316-11,678) dan perawatan diri (OR=4,103;95%;CI=0,181-4,985) sedangkan status gizi (OR=0,188;95%;CI=1,523-2,694) merupakan faktor protektif kejadian kecacatan tingkat 2 pada penderita kusta. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jenis kelamin, pekerjaan, alat pelindung diri dan perawatan diri dengan kejadian kecacatan kusta tingkat 2 di Kabupaten Gowa tahun 2014-2015.
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra AB Takko Bandung; Munira Hasjim; St. Nursa’adah; Ikhwan M.Said; Tammasse Balla; Rismayanti Rismayanti; Muh. Nur Iman
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.539

Abstract

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru di SMA Negeri 8 Bulukumba dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sesuai Kurikulum Nasional. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya partisipasi siswa dan dominasi metode ceramah, sehingga keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis siswa belum optimal. Program pelatihan ini disusun oleh Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi kelompok, simulasi Jigsaw, refleksi, dan peer review. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep Jigsaw, kemampuan membagi tugas, mengelola kelompok belajar, serta kepercayaan diri guru dalam menerapkan metode secara mandiri. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan sebagian siswa masih pasif, pelatihan terbukti mampu meningkatkan pembelajaran yang lebih interaktif, membangun budaya kolaboratif, serta memberikan dampak positif pada motivasi, partisipasi, dan keterampilan komunikasi siswa. Pelatihan ini menegaskan efektivitas pendekatan praktis dan partisipatif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra
Politeness Strategy Speaking Generation Z on Social Media Instagram Andi Meirling Andi Meirling AJ; Rismayanti Rismayanti; Muhammad Ridha Anugrah Latief
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2026): JURNAL KREDO VOL 9 NO 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i2.16923

Abstract

This study aims to explain the politeness strategies employed by netizens, particularly Generation Z, in the comment section of the Instagram account @azizahsalsha. Through this research, it is expected that language politeness as a cultural value is upheld in Indonesian society—especially in social media interactions on Instagram—can be better understood, including the linguistic markers of politeness, so that users become more cautious in expressing comments. This study adopts a qualitative research design with a pragmatic approach. The data consists of written texts collected through observation, documentation, transcription, and note-taking techniques. The observation method was applied by examining utterances captured through screenshots. The data were analyzed descriptively using the politeness theories proposed by Brown and Levinson and Watts. The findings indicate the use of direct strategies, positive politeness strategies, and negative politeness strategies. However, these strategies are predominantly realized through sarcastic word choices, resulting in a very low level of politeness, and in many cases, impolite language use among Generation Z. This study is significant in enhancing awareness of linguistic politeness literacy among Generation Z in digital interactions, particularly on Instagram . Keywords: Politeness strategies, Instagram, Generation Z