Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Intervensi Orang Tua Terhadap Pemilihan Jurusan Mahasiswa: Penyimpangan L'existence Précède L'essence Sartre dan Merdeka Belajar Ki Hajar Dewantara Andi Audia Faiza Nazli Irfan; Nur Haidah Soulisa; Tenri Zahrah; Fadhilah Nur Tsuraya; AB Takko Bandung; St. Nursa'adah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.809

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat dan dampak intervensi orang tua terhadap pemilihan jurusan anak sebagai mahasiswa. Riset ini merupakan jenis riset kuantitatif untuk mengetahui tingkat dan dampak intervensi berbentuk angka. Riset ini menggunakan metode survei kuesioner skala Guttman di autobase X @collegemenfess. Selain teknik penyampelan data purposive sampling, Slovin’s sampling juga digunakan untuk menentukan sampelnya (93). Kemudian, analisis deskriptif dilakukan dengan cara menginterpretasi data angka yang ada. Hasil yang didapatkan adalah 87 mahasiswa disarankan jurusan oleh orang tuanya, 44 mahasiswa ditekankan jurusan oleh orang tuanya, 74 mahasiswa merasa bertanggung jawab besar terhadap pilihan jurusan tersebut, dan 47 mahasiswa merasa kuliah terasa berat. Jadi, pada 2023, masih ada mahasiswa yang jurusannya berdasarkan pilihan orang tua.
Transformasi Metodologi Pembelajaran Sastra Berbasis Platform Digital dan Multimodal pada Guru SMA di Kabupaten Gowa Inriati Lewa; Muslimat Muslimat; St. Nursa'adah; AB Takko Bandung; Faisal Oddang; Ilham Ilham
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.740

Abstract

Pembelajaran sastra pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sering kali menghadapi resistensi dari peserta didik Generasi Z karena pola pengajaran konvensional yang monoton, bersifat hafalan teoretis, dan terpaku pada teks cetak. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya literasi sastra dan lemahnya kepekaan kritis siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi metodologi pengajaran sastra melalui pemanfaatan platform digital dan pendekatan multimodal. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Gowa pada tanggal 23 Mei 2026 dengan melibatkan guru-guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia se-Kabupaten Gowa serta tim dosen dan mahasiswa Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas. Metode pelaksanaan berbasis pendampingan teknis, lokakarya teoretis interaktif (Technological Pedagogical Content Knowledge—TPACK), serta simulasi aplikasi media digital (ChatGPT, Canva, Padlet, Twine, Spotify, dan SastraIndonesia.org). Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan kapasitas pedagogis guru dalam merancang bahan ajar sastra yang interaktif, integrasi kecerdasan buatan (AI) yang bijak sebagai mitra kritik intrinsik, serta pemanfaatan media audio-visual untuk mengapresiasi dan memproduksi karya sastra (puisi, cerpen, fiksi mini, dan sastra elektronik). Program ini berhasil memenuhi seluruh indikator capaian tridarma dan direkomendasikan menjadi model kemitraan berkelanjutan demi merespons kurikulum modern.
Model Welenrengnge: Penguatan Karakter Maritim Siswa SMAN 3 Sidenreng Rappang AB Takko Bandung; St. Nursa'adah; Andi Meirling; Muh. Sunre; Ismail Basri; Naura Anggita Syahrani; Shanti Shanti; Muh. Rizal
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.479

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat karakter maritim pada siswa SMA Negeri 3 Sidenreng Rappang melalui penerapan Model Welenrengnge. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di lingkungan sekolah dan di Puncak Bila, guna memberikan konteks belajar yang berbeda dan memperkaya pengalaman peserta. Kegiatan dirancang dalam bentuk ceramah interaktif, diskusi kelompok, presentasi nilai karakter, praktik ibadah berjamaah, dan permainan edukatif yang merepresentasikan nilai-nilai karakter MARITIM, seperti manusiawi, arif, religius, inovatif, tangguh integritas, dan mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi Model Welenrengnge efektif dalam meningkatkan keaktifan, kepercayaan diri, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai-nilai karakter MARITIM tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Pihak sekolah memberikan respons positif dan mendorong keberlanjutan program ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, Model Welenrengnge terbukti sebagai pendekatan yang relevan dalam pengembangan karakter MARITIM di kalangan pelajar.
Pelatihan Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra AB Takko Bandung; Munira Hasjim; St. Nursa’adah; Ikhwan M.Said; Tammasse Balla; Rismayanti Rismayanti; Muh. Nur Iman
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.539

Abstract

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru di SMA Negeri 8 Bulukumba dalam menerapkan model pembelajaran Jigsaw pada pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sesuai Kurikulum Nasional. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya partisipasi siswa dan dominasi metode ceramah, sehingga keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis siswa belum optimal. Program pelatihan ini disusun oleh Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, diskusi kelompok, simulasi Jigsaw, refleksi, dan peer review. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep Jigsaw, kemampuan membagi tugas, mengelola kelompok belajar, serta kepercayaan diri guru dalam menerapkan metode secara mandiri. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan sebagian siswa masih pasif, pelatihan terbukti mampu meningkatkan pembelajaran yang lebih interaktif, membangun budaya kolaboratif, serta memberikan dampak positif pada motivasi, partisipasi, dan keterampilan komunikasi siswa. Pelatihan ini menegaskan efektivitas pendekatan praktis dan partisipatif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran Bahasa dan Sastra