Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Manajemen dan Pembukuan Dasar Bagi IKM Sanan Kota Malang Agung Winarno; Yuli Agustina; Trisetia Wijijayanti; Madziatul Churiyah; Subagyo Subagyo
Jurnal KARINOV Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v3i1p58-63

Abstract

Tujuan dari kegiatan pelatihan manajemen dan pembukuan dasar di IKM Sanan Kota Malang ini adalah memberikan wawasan, pengetahuan, dan pendampingan bagi para pelaku usaha kripik tempe untuk membuat pembukuan sederhana sehingga mampu membuat pembukuan sendiri agar tertib dalam melakukan pencatatan keuangannya sehingga dapat terukur pengeluaran, pemasukannya dan keuntungan yang diperoleh serta dapat mengetahui perkembangan usahanya. Metode yang dilakukan adalah melalui sosialisasi, kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku usaha sampai dengan pelaku usaha mempraktekkan langsung pembukuannya secara riil. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha di dalam membuat pembukuan sedehana sehingga meningkatkan motivasi di dalam bekerja. pelatihan pembukuan sederhana mendapat respon yang positif dan pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai wawasan baru dalam menjalankan usahanya melalui pembukuan/pencatatan keuangan sederhana yang mudah diaplikasikan. Impikasinya adalah melalui pelatihan pembukuan sederhana pelaku usaha IKM Sanan Kota Malang mampu memahami cara berwirausaha yang baik melalui pencatatan keuangan. Kata kunci— IKM Sanan, Malang, Manajemen, Pelatihan, Pembukuan Dasar. Abstract The purpose of basic management and accounting training activities at SMEs Sanan Malang is to provide insights, knowledge and assistance for tempe chip business practitioners to make simple bookkeeping so as to be able to make their own bookkeeping in order to conduct financial records so that measurable expenses can be measured, the income and profits obtained and can find out the development of the business. The method used is through socialization, training activities and mentoring to business actors up to business practitioners directly practicing bookkeeping in real terms. The results obtained from this training activity are able to increase entrepreneur's knowledge and skills in making simple bookkeeping so as to increase motivation in working. simple bookkeeping training gets a positive response and businesses get knowledge and skills about new insights in running their business through simple financial accounting / records that are easily applied. The dream is through simple accounting training for SMEs Sanan Malang entrepreneurs able to understand good ways of entrepreneurship through financial records. Keywords— IKM Sanan, Malang, Management, Training, Basic Acoounting
Tinjauan faktor geografis (hasil pertanian perkebunan) DIY terkait potensi fisik (tinggi berat badan) dalam perspektif potensi atlet unggul Mansur Mansur; Faidillah Kurniawan; Subagyo Irianto; Herwin Herwin; Risti Nurfadhila
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dukungan dalam perspektif factor geografis di DIY (khususnya terkait hasil pertanian dan perkebunan) sebagai upaya dalam meninjau serta memetakan potensi fisik (khsusunya terkait kondisi tinggi dan berat badan) dari para calon atlet unggulan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah mixed method (metode campuran/gabungan). Data penelitian diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Subjek penelitian dari data sekunder adalah anak usia remaja 15-16 Tahun. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geografis di DIY terkait posisi geografis, topografis, demografis serta iklim dengan kualitas hasil petanian dan perkebunan dapat digolongkan cukup ideal, dimana unsur pangan dari hasil pertanian dan perkebunan tersebut sebagai unsur pemenuhan gizi anak dalam tumbuh kembang secara optimal. Keselarasan data ini dapat ditinjau dari hasil pengukuran tinggi dan berat badan anak usia 15-16 Tahun di DIY dimana rata-rata pada putra menunjukkan hasil bila dikonversikan pada tabel tumbuh kembang secara keseluruhan tinggi dan berat badan rata-rata pada anak laki-laki 166,85cm dan perempuan 159,56 sehingga baik laki-laki maupun perempuan tergolong sangat baik/ideal, karena diatas rata-rata dimana usia 15-18 Tahun perempuan rata-rata 147,9-149,8cm dan laki-laki 153,4-161,2cm. Kondisi berat badan laki-laki 55,57kg dan perempuan 52,21kg, bila dikonversikan pada tabel tumbuh kembang untuk usia 15-16 Tahun anak laki-laki 57-61kg dan perempuan 52-54kg, maka secara keseluruhan kondisi berat badan pada laki-laki masih kurang dari ideal (selisih dari standar tabel konversi berat badan ideal sebesar 1,43kg) dan pada perempuan sudah tergolong sangat ideal. Overview of geographic factors (plantation agricultural products) in the Special Region of Yogyakarta related to physical potential (height and weight) in the perspective of potential superior athletesAbstractThis study aims to determine the extent of support in the perspective of geographic factors in DIY (especially related to agricultural and plantation products) as an effort to review and map the physical potential (especially regarding height and weight conditions) of the prospective athletes. The research method in this study is a mixed-method (mixed methods / combined). The research data were obtained from primary and secondary sources. The research subjects of secondary data were adolescents aged 15-16 years. The sampling technique in this study was purposive sampling. The results showed that the geographical conditions in DIY related to geographical position, topography, demographics, and climate with the quality of agricultural and plantation products can be classified as ideal, where the food element from agricultural and plantation products is an element of fulfilling children's nutrition in optimal growth and development. The alignment of this data can be seen from the results of measurements of height and weight of children aged 15-16 years in DIY where the average male shows the results when converted to the growth table as a whole, the average height and weight for boys is 166, 85cm and women 159.56 so that both men and women are classified as very good/ideal because it is above the average where the age of 15-18 years is 147.9-149.8cm for women and for men 153.4-161, 2cm. The condition of the male body weight 55.57 kg and 52.21 kg female, when converted to the growth table for ages 15-16 years, boys 57-61 kg and 52-54 kg girls, then the overall condition of body weight in males is still lacking (the difference from the standard ideal weight conversion table is 1.43kg) and for women, it is already classified as very ideal.
Accrual-based vs cash-based accounting in affecting underpricing phenomenon: Evidence from emerging country Yuli Soesetio; Ely Siswanto; Lulu Nurul Istanti; Subagyo Subagyo
Jurnal Ekonomi Modernisasi Vol. 18 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.826 KB) | DOI: 10.21067/jem.v18i2.7311

Abstract

Until now, more than 80 percent of shares are underpriced at every IPO event around the world, making it a phenomenon and a big unsolved puzzle, so it is still interesting and relevant to research, especially in emerging countries. This study aims to reveal the impact of profitability information based on accrual and cash on the phenomenon of underpricing on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The sample used was firms that conducted IPOs on the IDX from 1994-2020 that had met the sample criteria of 475 firms using the purposive sampling method. Furthermore, the collected cross-section data were analyzed using ordinary least square (OLS) regression. The study concluded that only accrual-based profitability information consistently affects underpricing. These results also support the argument that the use of the accrual-based is better than the cash-based to predict underpricing. This study implies that IPO firms to pay more attention to, strengthen, and maintain their 'earnings' so that investors are more confident regarding the firm's future business continuity. In addition, investors are more detailed in using information from the prospectuses of large firms.
Optimalisasi pendapatan asli desa (PAD) melalui pelatihan manajemen usaha bagi badan usaha milik desa (BUMDes) Desa Rejowinangun Kabupaten Blitar Afwan Hariri Agus P; Subagyo Subagyo; Lulu Nurul I; Deni Bagas P
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Vol. 1 No. 7 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.552 KB) | DOI: 10.17977/um066v1i72021p632-637

Abstract

Keberadaan BUMdes dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Desa (PAD) dinilai menjadi sangat penting. Oleh karena itu pemberdayaan BUMDes menjadi salah satu langkah strategis dalam pembangunan desa. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan manajemen usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dan mewujudkan kemandirian ekonomi desa di Desa Rejowinangun Kabupaten Blitar. Desa Rejowinangun memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan baik itu pada sektor pertanian maupun UMKM. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahan pelatihan dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa keberadaan BUMDes akan menjadi strategis bagi Desa Rejowinangun dalam rangka Pendapatan Asli Desa (PAD). Selain itu dari kegiatan ini diketahui bahwa pendampingan manajemen usaha bagi Badan Usaha Milik Desa Rejowinangun diperlukan sinergitas antara semua elemen desa dan partisipasi masyarakat desa untuk membantu kesuksesan program dari BUMDes dalam mendukung potensi yang dimiliki desa. Langkah ini dilakukan supaya potensi dari desa dapat dioptimalkan melalui keberadaan BUMdes, sehingga dapat terwujud kesejahteraan masyarakat desa yang merata dan kemandirian desa.