Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SIMULATOR PENDETEKSI KAPASITAS PENONTON DAN SUHU UDARAPADA STADION FUTSAL BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA16A Edy Sutrisno; Munnik Haryanti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v6i0.23

Abstract

Pertandingan olah raga adalah salah satu hal yang sangat favorit untuk kalangan remaja, ini mengakibatkan penonton penuh sesak di dalam stadion. Latar belakang dari pembuatan simulator ini adalah memudahkan penghitungan orang dalam stadion futsal.Oleh karena itu dibuatlah suatu alat dalam bentuk miniatur atau dalam skala percobaan dengan panjang 40 cm, lebar 30 cm, tinggi 30 cm dan tinggi pintu 15 cm, lebar 13 cm. Alat ini dikendalikan otomatis dengan menggunakan mikrokontroller Atmega 16a. Dari hasil pengujian simulator bahwa pada sensor pintu masuk jika terdapat dilewati dari luar kedalam maka sistem counter akan bekerja menghitung mundur dari angka tertinggi sampai terendah (50 sampai dengan 0 seat), dan pada sensor suhu LM35DZ jika mendeteksi suhu 26°C maka terukur tegangan 0,26 Volt dan pada putaran Kipasdisesuaikan dengan kondisi suhu di dalam stadion yang dibagi menjadi 3 kecepetan yaitu Low saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 30°C, tetapi masih dibawah 36°C, middle saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 35°C, tetapi masih dibawah 41°C dan High saat kondisi suhu ruangan sudah diatas 40°C.
MENINGKATKAN DAYA SAING: STUDI TENTANG KEBUTUHAN PELATIHAN BAGI MAHASISWA D-3 ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Desanti, Novi; Edy Sutrisno; Sasongko, Agus Tejo Eko
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses identifikasi pelatihan yang diperlukan bagi mahasiswa guna memasuki dunia kerja dengan mempertimbangkan kebutuhan individual mahasiswa dan tuntutan pasar kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Dengan ketiga metode ini penelitia akan mampu mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan penelitian. Data ini diambil dari mahasiswa aktif semester 6 yang telah melakukan praktik industri dan alumni yang telah bekerja. Dua kelompok informan tersebut berdasarkan pada kriteria kemampuan dalam mengidentifkasi kesenjangan atau gap antara kemampuan/keterampilan yang dibekali oleh program studi dan kemampuan/keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Terdapat total 40 mahasiswa aktif dan alumni yang menjadi informan dalam penelitian ini.
Indonesian Muslimah in Realizing Religious Moderation in the Digital Age Edy Sutrisno
Journal of Asian Wisdom and Islamic Behavior Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : JAWAB: Journal of Asian World and Islamic Behavior Journal of Asian World and Islamic Behavior

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59371/jawab.v1i1.38

Abstract

Religious moderation is closely related to tolerance, tolerance in Indonesia is never separated from the role of women, women have many contributions in social life through digital space, especially in preventing radicalism. The purpose of this paper is to find out the role of women in realizing religious moderation in the digital era. The method used is qualitative with a literature study approach. The results of this discussion state that women have a major role in building and maintaining the various kinds of tolerance that Indonesia needs. The role of women in realizing religious moderation can be seen; First, women as mothers and wives always reap the seeds of peace and justice. Second, women also play a role as community members who always plant the seeds of peace in society. Third, millennial women always actively participate in campaigning for justice, tolerance and peace on social media so that cases of degrading things that are different from women can be minimized with content that educates the virtual world community where the majority of Indonesian people always surf on social media every day.