Dwi Siwi Handayani
Environmental Engineering Department Diponegoro University

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGGUNAAN KARBON AKTIF DARI SAMPAH PLASTIK UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN PHOSPHAT PADA LIMBAH CAIR (Studi Kasus: Limbah Cair Industri Laundry di Tembalang, Semarang) Wardhana, Irawan Wisnu; Handayani, Dwi Siwi; R, Dessy Ika
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 10, No 1 (2013): Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.833 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v10i1.30-40

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya jumlah industri laundry akan mengakibatkan meningkatnya penggunaan deterjen. Zat yang  dominan  terkandung  dalam  deterjen  adalah  natrium  tripolyphosphat  yang  berfungsi  sebagai builder dan surfaktan, sehingga limbahnyapun mengandung phosphat. Hampir semua industri laundry membuang  limbahnya  tanpa  melalui  pengolahan  terlebih  dahulu,  hal  tersebut  akan  menyebabkan eutrofikasi  dimana  badan  air  menjadi  kaya  akan  nutrien  terlarut,  menurunnya  kandungan  oksigen terlarut  dan  kemampuan  daya  dukung  badan  air  terhadap  biota  air.  Menurut  hasi  uji  pendahuluan, limbah  cair  industri  tersebut  mengandung  kadar  phosphat  sebesar  10,21  mg/l.  Kadar  tersebut melebihi baku mutu Perda Prop. Jateng No 10 tahun 2004, dimana kadar maksimum untuk phosphat total  adalah  2  mg/l.  Salah  satu  cara  pengolahan  limbah  adalah  dengan  proses  adsorpsi menggunakan  karbon  aktif  dari  sampah  plastik  jenis  polyethylene.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui kemamapuan karbon aktif dari sampah plastik dalam menurunkan kandungan phosphat dengan percobaan batch dan kontinyu.  Percobaan batch menggunakan variasi berat karbon aktif dari sampah plastik 1,2, dan 3 gram untuk masing-masimg variasi ukuran media 30-60 mesh dan 100-200 mesh. Percobaan batch mempunyai efisiensi penurunanphosphat tertinggi pada berat 3 gram (100-200mesh) sebesar 45,45%. Sedangkan percobaan kontinyu dilakukan pada kolom berdiameter 1 inchi dengan  variasi  debit  50  ml/menit  dan  100  ml/menit.  Percobaan  kontinyu  mempunyai  efisiensi penurunan phosphat terbesar pada debit 50 ml/menit sebesar 54,75%. Nilai konstanta kecepatan (k1) 0,0108 ml/mg.dtk dengan kapasitas serap (qo) 0,677 mg/g. Kata kunci: limbah industri laundry, phosphat, adsorpsi, karbonaktif dari sampah plastik
KAJIAN PUSTAKA POTENSI PEMANFAATAN GREYWATERSEBAGAI AIR SIRAM WC DAN AIR SIRAM TANAMAN DI RUMAH TANGGA Handayani, Dwi Siwi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 10, No 1 (2013): Vol. 10 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.796 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v10i1.41-50

Abstract

ABSTRACT The  level  of  water  service  coverage  in  Indonesia  is less  than  60  %  at  2011.  The  one  reason  is because  of  the  scarcity  of  raw  water  both  in  quantity  and  quality.  Besides  the  level  of  service coverage,  Indonesia  face  to  the  environmental  degradation  specially  Pantura  area  with landsubsidence  and  abrassion  by  the  sea  water.  It  is  because  of  over  extraction  of  groundwater  to fulfill  water  demand  people  who  did  not  served  by  PDAM.  Indonesia  also  not  yet  give  attention  on wastewater services. Mostly of greywater goes enterto waterbody directly without treatment through drainage system. So, to economize on using clean water and to crack the greywater goes enter to drainage system is very important to do immediately by using greywater as substitute of water toilet flushing and gardening irrigation. Greywater is domestic waste water excluded feces and urine. Many country have already been using greywater for toilets flushing and gardening irrigation. The aim of this studi is to know potentially of greywater as toilets flushing and gardening irrigation. The method for data collecting is documentation method with descriptif analysis data method. The results is thatthe  quantity  greywater  generated  from  bathing  each  person  per  day  can  fulfill  demand  of  toilets flushing  each  person  per  day.  The  greywater  generated  from  home  laundry  can  fulfill  demand  of gardening irrigation. But there are some challangespotentially to conduct reusing greywater as toilets flushing and gardening irrigation, such as negativeperception on using it, difficulties on storage it, etc. So, many research topics to cope these challanges have been identified in this study..Keywords: greywater, toilets flushing, gardening irrigation
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN KUDUS Nugroho, Arief; Handayani, Dwi Siwi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 5, No 2 (2008): Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.335 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v5i2.99-103

Abstract

.
Pengaruh Penambahan Gula Pasir Terhadap Kualitas Makanan Kelinci dari Limbah Sayuran Pasar dengan Teknologi Fermentasi Sutrisno, Endro; Hadiwidodo, Mochtar; Handayani, Dwi Siwi; Wardhana, Irawan Wisnu; Sabrina, Azzura
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.649 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i1.16-23

Abstract

Sampah merupakan masalah yang paling umum ditemui di Indonesia.  Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan dan berdampak buruk bagi lingkungan. Berkembangnya Kota Semarang mengakibatkan jumlah penduduk di Kota Semarang meningkat disertai dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Masyarakat di Kota Semarang dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian salah satunya dilakukan di pasar. Dengan meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat di pasar mengakibatkan jumlah limbah padat organik pasar-pasar di Kota Semarang khususnya limbah sayuran ikut meningkat. Pemanfaatan limbah sayuran pasar biasanya dijadikan pupuk. Selain dimanfaatkan menjadi pupuk, limbah sayuran pasar dapat juga dijadikan pakan ternak yaitu pakan kelinci. Jika diolah menjadi pakan kelinci, sampah tersebut tidak hanya menjadi sebuah produk saja tetapi dari hasil pakan yang dikonsumsi oleh kelinci tersebut menghasilkan daging dengan kualitas yang baik serta menghasilkan pupuk organik hasil dari kotoran kelinci. Pemanfaatan limbah sayuran pasar ini dilakukan dengan pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dengan penambahan gula pasir sebagai sumber energi. Pengolahan limbah sayuran pasar menjadi pakan kelinci dilakukan dengan teknologi fermentasi. Proses fermentasi dilakukan selama 7 hari.  
KAJIAN NILAI EKONOMI PENERAPAN KONSEP DAUR ULANG PADA TPA JATIBARANG KOTA SEMARANG Handayani, Dwi Siwi; Budisulistiorini, Sri Hapsari; Nuraini, Mya Rosie
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 6, No 2 (2009): Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.566 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v6i2.35-44

Abstract

There is no advance structural treatment to the solid waste in Semarang city. The usage of TPA Jatibarang, landfill in Semarang City, has already  exceed its limit. It can threaten the continuity of management of the solid waste in Semarang city. Therefore, the study of landfill management alternative on TPA Jatibarang is needed to longer the usage limit and maintain the operational of solid waste management in TPA Jatibarang, save the landfill area and produce economic value for both the manager and the scavenger. The composition of solid waste in TPA jatibarang are 78% wet garbage and 22% dry garbage, both kind oh garbage can be recycled so it will have high economic value. The recycle concept started with separation, continued with cutting out for each kind of dry garbage and composting for the wet garbage can produce high profit. Until the planning year of 2025, the profit is Rp 1.165.581.879.809,-. The profit not only for the manager but also fir the staff in recycling process. And for the scavenger, their income will increase if they work as the recycling staff. The income raising is from Rp. 19.000,-/person/day into Rp. 35.000,-/person/day will increase the life quality of the scavenger.
Penentuan Rasio Bahan Sampah Organik Optimum Terhadap Kinerja Compost Solid Phase Microbial Fuel Cells (CSMFCs) Ariyanti, Meishinta; Samudro, Ganjar; Handayani, Dwi Siwi
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 16, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.571 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v16i1.24-28

Abstract

Compost Solid Phase Microbial Fuel Cells (CSMFCs) merupakan teknologi pengomposan yang diintegrasikan dengan sistem MFCs untuk menghasilkan kompos dan produksi biolistrik dari sampah padat organik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja CSMFCs melalui penerapan perlakuan optimal dari penelitian terdahulu seperti, kadar air 60%, volume sampah 2/3 reaktor, dan penambahan bioaktivator. CSMFCs dalam penelitian ini dilakukan dalam kondisi batch menggunakan reaktor tipe single chamber dan dual anode graphene. Sampah daun dan sampah sisa makanan digunakan sebagai substrat dalam studi ini. Bahan sampah tersebut divariasikan berdasarkan rasio bahan (sampah daun:sampah sisa makanan) yaitu 100:0, 0:100, dan 50:50. Hasil penelitian ini menunjukan kinerja CSMFCs yang optimum terdapat pada variasi sampah campuran keduanya dengan rasio bahan 50:50. Variasi ini dapat menghasilkan kompos yang baik, yaitu memenuhi SNI 19-7030-2004, serta produksi listrik yang cukup tinggi yaitu power density 41,6 mW/m2, coulombic efficiency 0,647% dan energy efficiency 0,0127%.
STUDI PEMBUATAN KOMPOS PADAT DARI SAMPAH DAUN KERING TPST UNDIP DENGAN VARIASI BAHAN MIKROORGANISME LOKAL (MOL) DAUN Hadiwidodo, Mochtar; Sutrisno, Endro; Handayani, Dwi Siwi; Febriani, Masyitha Putri
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.646 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v15i2.78-85

Abstract

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Universitas Diponegoro (TPST Undip) merupakan  sarana pengelolaan sampah  mandiri yang dibangun pada tahun 2015 oleh pihak institusi Universitas Diponegoro. TPST Undip melakukan kegiatan pengelolaan sampah mulai dari pengangkutan hingga pengolahan sampah untuk wilayah pelayanan yang mencakup seluruh area yang ada di kampus Undip. Pihak TPST Undip sudah melakukan upaya untuk mengolah timbulan sampah tersebut, yaitu dengan melakukan komposting untuk sampah organik biodegradable dan melakukan recycle untuk sampah anorganik. Pengomposan tersebut dilakukan selama 3 – 5 minggu dengan menggunakan bantuan aktivator EM4. Dalam penelitian ini, akan dibuat bioaktivator berupa larutan mikroorganisme lokal (MOL) dari berbagai macam daun yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar kampus, seperti daun ketapang (Terminalia catappa), daun angsana (Pterocarpus indicus) dan daun mahoni (Switenia mahagony). Bioaktivator ini akan menggantikan aktivator komersial EM4 untuk digunakan dalam pengomposan sampah daun kering. Proses pengomposan dilakukan secara aerobik dengan bak bersekat dan dilakukan selama 28 hari. Hasilnya kandungan unsur hara makro yaitu COrganik, N-Total, dan K-Total dalam kompos ini telah memenuhi standar kualitas kompos di Indonesia yang diatur dalam SNI 19-7030-2004
PEMANFAATAN HYDRILLA (Hydrilla verticillata) UNTUK MENURUNKAN LOGAM TEMBAGA (Cu) DALAM LIMBAH ELEKTROPLATING STUDI KASUS: INDUSTRI KERAJINAN PERAK KELURAHAN CITRAN, KOTAGEDE Sumiyati, Sri; Handayani, Dwi Siwi; Hartanto, Widya
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 6, No 2 (2009): Vol 6, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.915 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v6i2.23-26

Abstract

Silver handicraft industries released waste water which contained copper (Cu) with concentration of 4,628mg/l. Such concentration had exceeded the standard quality oh KepMenLH No 51 Year 1995. Waste water treatment to reduce Cu concentration was conducted by using hydrilla (Hydrilla verticillata). This experiment had a purpose to find out the efficiency of hydrilla weight and the optimum retention time to reducde Cu concentration. Experiment was conducted in batch system with 150 gr, 200 gr, and 250 gr hydrilla weight variances and 30 days retention time. Experiment design used was Completely Random Design (CRD) repeated twice. Waste water sample was 5 L for each topless with the total of 7 topless. Cu concentration analysis was performed on laboratory by examining some parts of the hydrilla sample once in 3 days, and the waste water was examined for the Cu concentration on the 30th day. The operation result showed the average of Cu concentration reduction at the control topless without any treatment was 3,782 mg/l, the average of the 250 gr hydrilla weight treatment was 0,862 mg/l. The averages of Cu reduction efficiency for each weight were : 150 gr = 54,49%; 200 gr = 70,43%; 250 gr = 81,37%. The optimum retention time is at the 15th day with 0,027 mg/l of Cu concentration reduction.  These results showed that the most efficient treatment was the hydrilla with the weight variance of 250 gr with 15 days retention time
Revitalisasi Pengelolaan Bank Sampah Di Palabuhanratu Samadikun, Budi Prasetyo; Handayani, Dwi Siwi; Laksana, Muhamad Permana
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 14, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.116 KB) | DOI: 10.14710/presipitasi.v14i2.68-74

Abstract

Bank sampah di Kelurahan Palabuhanratu sudah berdiri sejak tahun 2010. Bank sampah ini adalah salah satu bank sampah diantara dua bank sampah lain, yang baru berdiri pada tahun  2016. Volume sampah pada tahun 2015 sebesar 134,89 m3 per hari, mencakup 89% wilayah Kelurahan Palabuhanratu ternyata masih belum optimal dalam pengolahannya, karena  sampah yang direduksi masih sekitar 5% dari total timbulan sampah yang dikirim ke TPA Cimenteng yang berlokasi sekitar 70 km dari Kelurahan Palabuhanratu. Kinerja bank sampah eksisting masih kurang, karena satu bank sampah hanya mampu melayani satu RW dan belum dapat melayani satu kelurahan. Selain itu, pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos belum dilakukan secara serentak oleh seluruh masyarakat, karena pengetahuan masyarakat yang masih kurang. Tujuan penelitian adalah mengetahui kondisi eksisting pengelolaan sampah dan merumuskan upaya revitalisasi Bank Sampah eksisting sebagai pihak pendukung pengelolaan sampah di TPS Kelurahan Palabuhanratu. Metode penelitian menggunakan metode survei, dengan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam, dan observasi. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang melakukan pemilahan sampah dari sumber hanya penduduk RT 01 RW 33. Selain itu jumlah TPS di Kelurahan Palabuhanratu masih terbatas, sehingga membutuhkan tambahan 5 unit TPS yang terintegrasi dengan bank sampah di kelurahan ini.Kata kunci: revitalisasi, bank sampah, PalabuhanratuThe  waste bank in Palabuhanratu Village  has been established since 2010. This waste bank is one of the waste bank among two other waste banks, newly established in 2016. The volume of waste in 2015 is 134,89 m3 per day, covering 89% of Palabuhanratu Village area  is still not optimal in its processing, because the reduced waste is still about 5% of the total waste generation delivered to the Cimenteng Final Diposal Site (FDS), which located about 70 km from Palabuhanratu Village. The existing waste bank’s performance is still very poor, because one waste bank can only serve one RW and can not serve the entire village. In addition, the processing of organic waste to be compost has not been done simultaneously by the whole community, due to the lack of people's knowledge. The purpose of this research is to know the existing condition of waste management and to formulate the revitalization of existing waste bank. The research used survey research method by using questionaire, in depth interview, and observation. Analytical technique using quantitative and qualitative analysis. The findings shows that the residents of Palabuhanratu Village who often do waste sorting from the source only from the residents of RT 01 RW 33. In addition, the number of existing temporary disposal site (TDS) in Palabuhanratu Village is still lacking, so it requires addition up to 5 units that integrated with waste bank in this village.Keywords: revitalization; waste bank, Palabuhanratu
PENENTUAN METODE PENGOLAHAN SAMPAH BERDASARKAN TIMBULAN, KOMPOSISI DAN KARAKTERISTIK SAMPAH DI UNIVERSITAS DIPONEGORO (STUDI KASUS: FAKULTAS KEDOKTERAN DAN FPIK) Diah Indra Rini; Elisabeth Priscila; Dwi Siwi Handayani; Ganjar Samudro
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 7 2016
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.622 KB)

Abstract

Penanganan sampah di FK dan FPIK Undip saat ini yaitu berupa pembakaran. Pembakaran sampah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan sampah yang tepat sesuai dengan timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah yang dihasilkan. Pengambilan dan pengukuran timbulan serta komposisi sampah dilakukan selama 8 hari berturut-turut pada bulan Juni 2015 yang mengacu pada SNI 19-3964-1994.Jumlah timbulan sampah di FK dan FPIK mencapai 0,01 kg/org/hari.dan 0,03 kg/org/hari dengan sumber sampah perkuliahan /perkantoran, taman/jalan, dan kantin. Menurut penelitian yang telah dilakukan, dari keseluruhan komposisi sampah yang telah dipilah, sampah yang dihasilkan di FK dan FPIK Undip memiliki komposisi sampah dominan berupa sisa makanan dan dedaunan. Karakteristik sampah FK dan FPIK memiliki kadar air sebesar 55,03% dan 25,05%; kadar abu sebesar 7,95% dan 6,96; rasio C/N sebesar 26,12% dan 28,61%; dan nilai kalori sebesar 3.433,07 kkal/kg dan 3.679,54 kkal/kg. Berdasarkan hasil timbulan, komposisi dominan, dan karakteristik sampah tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampah FK dan FPIK berpotensi untuk dilakukan pengolahan secara anaerobic digestion, pengomposan, briket bioarang, inseneras, dan recycle. Kata kunci: FK, FPIK, pengolahan sampah, Undip