Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MAKING NATA DE CASSAVA FROM RENGGINANG LIQUID WASTE USING ACETOBACTER XYLIUM Ahmad Shobib; Ery Fatarina; Jamal Adi Prasetiyo
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1426

Abstract

Processed cassava liquid waste in Nyamok Village causes a decrease in water quality with amarked unpleasant odor. The liquid waste comes from the washing process of raw materials andstarch deposited water containing starch. Glucose in cassava liquid waste can be a source of energyfor Acetobacter Xylinum to form cellulose called nata de cassava. This study examines the potential ofRengginang UKM liquid waste as a substrate / raw material for making nata de cassava as a newmaterial.Based on previous research, it was obtained optimization of various percentages of sugar(carbon source) and urea (nitrogen source). Therefore, this study aims to determine the optimizationof the percentage of sugar and urea given in fermentation by evaluating, among others, the test watercontent (moisture content), tensile strength test and elongation. The study was conducted with wastepreparation and processed into nata de cassava with variations of sugar and urea for 8 days offermentation. Wet nata de cassava thickness is measured to determine the optimal recipe. Thefermentation optimization results measured moisture content, dried and tested the tensile strength andelongation. The data obtained were tested statistically with two-way ANOVA. The results showed thatsugar and urea are very influential in the process of bacterial cellulose formation based on anova test,namely F Fc (11.8 2.9). The optimum conditions obtained are the addition of sugar 15 grams / Land urea 2 grams / L, with a thickness of 12.1 mm. Moisture content value of 97.97%, tensile strengthof 14.31 N/mm2 and elongation at 3.83%.Keyword: Nata de cassava, Urea,Sugar,Moisture content, Mensile strengt
OPTIMASI VOLTASE DAN WAKTU PADA ELEKTRODEKOLORISASI ZAT WARNA INDIGOSOL GOLDEN YELLOW IRK DENGAN ELEKTRODA PbO2 DAN GRAFIT (C) Jamal Adi Prasetiyo; Futya Milatina; Ika Yuliawati
E-Jurnal Kajen Vol 1 No 01 (2017): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 01 No 01 (2017)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna sintetis pada industri tekstil telah meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Salah satu pewarna sintetis yang sering digunakan dalam industri tekstil adalah pewarna Indigosol Golden Yellow IRK. Pewarna tersebut termasuk pewarna yang larut dalam pembuluh. Penggunaan bahan pewarna sintetis memiliki dampak negatif karena pewarna sintetis mengandung zat berbahaya seperti kelompok azo yang dapat menjalani sirkulasi enterohepatik dalam tubuh. Untuk mengatasi polusi atau dampak negatif dari penggunaan metode elektrodekolorisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi optimal yang meliputi tegangan dan waktu yang dibutuhkan untuk menggradasi atau merusak metode elektrolisis zat warna. Studi optimasi dilakukan dengan mengelektrolisis Indigosol Golden Yellow IRK sebanyak 40 ml H2O2 konsentrasi 20 ppm hingga 10.000 mg / L, sekitar 4 ml 0,71 gram Na2SO4 sebagai elektrolit dan H2SO4 ditambahkan hingga pH 4. Analisis hasil diukur menggunakan spektrofotometri UV long-Vis.yang gelombangny didapat dari riset nugroho. Data penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis menggunakan elektroda grafit dengan PbO2 pada pewarna elektrodekolorisasi Golden Yellow IRK Indigosol mampu menggradasi warna hingga 95,63% dalam 6 volt selama 5 menit. Hasilnya lebih baik daripada penelitian Sigit Nugroho sebesar 90% yang menggunakan elektroda grafit.
PEMBUATAN BIOMATERIAL TEKSTIL DENGAN LIMBAH CAIR UKM RENGGINANG UMBI KETELA POHON DAN BAKTERI Acetobacter Xylinum Amaliya Sita Permatasari; Jamal Adi Prasetiyo
E-Jurnal Kajen Vol 2 No 01 (2018): Jurnal Penelitian Pengembangan dan Pembangunan Vol 02 No 01 (2018)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv02i01.4

Abstract

Seiring dengan meningkatnya konsumsi dan limbah tekstil dunia, biomaterial untuk tekstil yang dapat terbiodegradasi dibutuhkan. Salah satu bahan yang memiliki potensi sebagai biomaterial tekstil adalah fermentasi acetobacter xylinum yang membentuk selulosa bakteri. Prosesnya bisa dilakukan pada media pembuatan air limbah singkong dari desa Tambor, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji sifat bahan nata de singkong pada variasi jenis sampel dengan penambahan air kelapa dibandingkan dengan kulit kambing dan nata de coco, dalam beberapa uji kualitas bahan tekstil mekanis seperti kekuatan sobek, kekuatan tarik dan perpanjangan untuk mengetahui kelayakan nata material de cassava (NDCV) dan penambahan nata de cassava air kelapa (NDCVCC) sebagai bahan tekstil. Produk tekstil dari bahan berupa tas selempang, dompet, dan sandal. Hasil penelitian ini adalah NDCV (19,57 Kg / cm2) dan NDCVCC (11,7 Kg / cm2) kekuatan tarik, kekuatan sobek NDCV (4,42 Kg) dan NDCVCC (4,65 Kg), dan perpanjangan NDCV (24,3%) dan NDCVCC (45,2%). Data diuji secara statistik dengan uji-T dan menunjukkan data dengan distribusi normal dan antara variasi tidak ada perbedaan yang signifikan. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa nata de cassava dapat digunakan sebagai biomaterial tekstil dengan penelitian lebih lanjut.