Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Mechanova

PERANCANGAN KETEL UAP untuk PT. HONGXING ALGAE INTERNATIONAL Nusalim, Theo Adrian; Handoyo, Ekadewi Anggraini
Mechanova Vol 1 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Mechanova

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Rumput laut adalah salah satu hasil alam Indonesia yang sedang berkembang sekarang. Rumput laut biasa dikeringkan terlebih dahulu guna mengurangi bobot pengiriman dan agar tidak mudah rusak. Rumput laut dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Pengeringan secara tradisional ini memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan rumput laut yang kering dan siap dikirim. Oleh karenanya digunakan ketel uap agar mempercepat proses pengeringan dari rumput laut. Ketel uap yang digunakan adalah ketel uap piapa api, karena tekanan kerja hanya 7 bar (gauge). Ketel uap dirancang untuk menghasilkan uap jenuh sebanyak 500 kg/jam. Ketel berupa alat penukar kalor jenis shell and tube yang dilengkapi dengan cerobong, dengan menggunakan bahan bakar batubara. Dari hasil perancangan didapat kebutuhan bahan bakar sebanyak 82 kg/jam, jumlah pipa sebanyak 268 buah, dengan diameter 52,7 mm, panjang 6 m, dengan susunan pipa berjajar dan jarak antar pipa sebesar 121 mm. sehingga didapat diameter selimut sebesar 2,396m, dengan menggunakan isolasi berbahan rockwool setebal 27 cm.
PERENCANAAN BLAST CHILLER DENGAN KAPASITAS 20 LITER Elia Budiman; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 3 (2014): Semester genap 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.939 KB)

Abstract

Blast Chiller adalah sebuah perangkat pendingin makanan dengan metode pendinginan cepat ke suhu rendah yang relatif aman dari pertumbuhan bakteri. Bakteri berkembang biak cepat pada suhu antara  8 °C hingga 68 °C .Untuk mempercepat waktu pendinginan maka perlu ditingkatkan besarnya kapasitas pendinginan yang dibutuhkan oleh blast chiller. Perubahan kapasitas pendinginan akan mengakibatkan perubahan pada komponen lainnya.Dengan adanya percepatan waktu pendinginan menjadi 75 menit, maka diperlukan beberapa modifikasi pada komponen-komponen utama pada Blast Chiller.
PERANCANGAN KETEL UAP untuk PT. HONGXING ALGAE INTERNATIONAL Theo Adrian Nusalim; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 3 (2014): Semester gasal 2014-2015
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.204 KB)

Abstract

Rumput laut adalah salah satu hasil alam Indonesia yang sedang berkembang sekarang. Rumput laut biasa dikeringkan terlebih dahulu guna mengurangi bobot pengiriman dan agar tidak mudah rusak. Rumput laut dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Pengeringan secara tradisional ini memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan rumput laut yang kering dan siap dikirim. Oleh karenanya digunakan ketel uap agar mempercepat proses pengeringan dari rumput laut. Ketel uap yang digunakan adalah ketel uap piapa api, karena tekanan kerja hanya 7 bar (gauge). Ketel uap dirancang untuk menghasilkan uap jenuh sebanyak 500 kg/jam. Ketel berupa alat penukar kalor jenis shell and tube yang dilengkapi dengan cerobong, dengan menggunakan bahan bakar batubara. Dari hasil perancangan didapat kebutuhan bahan bakar sebanyak 82 kg/jam, jumlah pipa sebanyak 268 buah, dengan diameter 52,7 mm, panjang 6 m, dengan susunan pipa berjajar dan jarak antar pipa sebesar 121 mm. sehingga didapat diameter selimut sebesar 2,396m, dengan menggunakan isolasi berbahan rockwool setebal 27 cm.
Perancangan Cold Showcase Vertikal Berkapasitas 100L dengan Menggunakan 2 Lapis Kaca Billy Budi Wijaya; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.685 KB)

Abstract

Cold showcase merupakan lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan dan menampilkan kue. Pada cold showcase menggunakan sistem pendingin yaitu siklus kompresi uap ideal. Temperatur ruangan pada cold showcase adalah 7°C dan temperatur pada evaporator adalah -5°C.Cold showcase dirancang dengan dimensi 100 cm x 40 cm x 35 cm. Mesin pendingin terdiri dari kompresor merk Sikelan tipe ADW110 berkapasitas pendinginan 3/8 pk, pipa kapiler berdiameter 0,31 mm dengan panjang 3 m dan menggunakan material tembaga, evaporator dengan dimensi 40 cm x 30 cm x 10 cm dan menggunakan pipa aluminium berdiameter ¼ inch, kondensor diletakkan pada showcase hangat untuk heat recovery. Refrigerant pada mesin pendingin menggunakan R134a. Kaca pada dinding cold showcase dibuat dengan prinsip double pane window agar tidak terjadi pengembunan.Hasil uji coba cold showcase menunjukkan bahwa temperatur rata-rata ruangan cold showcase setelah dinyalakan 40 menit adalah 7,8°C pada tray atas dan 1,8°C pada tray bawah. Pada cold showcase yang menggunakan 2 lapis kaca tidak terjadi pengembunan dibandingkan ketika menggunakan 1 lapis kaca.
Analisa Pengaruh Silica Gel Terhadap Konsumsi Listrik AC Single Split Andriono Slamet; Ekadewi Anggraini Handoyo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.41 KB)

Abstract

Inovasi dalam pengkondisian udara berhasil dilakukan untuk rumah kaca di Garden by The Bay, yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman iklim Eropa yang hidup di udara dingin dan kering (kontras dengan udara Singapura yang panas dan lembab). Inovasinya adalah pengkondisian udara yang dibantu liquid desiccant untuk mengurangi kadar uap air udara yang masuk ke AHU. Dari keberhasilan ini, dilakukan penelitan untuk penerapan inovasi serupa di AC single split, dengan menggunakan desiccant berupa silica gel yang diwadahi dalam sebuah frame.Yang diuji dalam penelitian ini adalah pengaruh ketebalan silica gel didalam frame dengan ketebalan 6 mm dan 8 mm dan kepadatan 1.27 g/cm3. Variabel yang diukur adalah konsumsi listrik, temperatur dry-bulb dan wet-bulb udara.Dari penelitian ini didapati bahwa: 1) Entalpi udara setelah melalui silica gel mengalami kenaikan, 2) Temperatur ruangan meningkat dari 20.48oC menjadi 22.98oC (6 mm silica gel) dan 23.21oC (8 mm silica gel), 3) Konsumsi listrik menurun dari 1.57 kWh menjadi 1.23 kWh (6 mm silica gel), dan 1.08 kWh (8 mm silica gel), 4) Penurunan kWh disebabkan penurunan laju aliran massa udara melalui yang melalui evaporator AC, dari mulanya 0.15 kg/s menjadi 0.06 kg/s (6 mm silica gel), dan 0.05 kg/s (8 mm silica gel).