Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

PENERAPAN PEDAGOGI REFLEKTIF DALAM MATA KULIAH KONSEP DASAR IPA BIOLOGI I DI PRODI PGSD UNIVERSITAS SANATA DHARMA Handoyo, Luisa Diana; Asy?ari, Maslichah
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.856 KB)

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan serius di Indonesia belakangan ini adalah menurunnya nilai kemanusiaan masyarakat. Banyaknya korupsi di berbagai bidang, menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan, hingga ketidakpedulian pada kelestarian  lingkungan hidup.  Hal tersebut tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun juga terjadi pada anak-anak atau siswa sekolah.  Jika hal tersebut  tidak ditangani mulai dari sekarang, maka akan memberi dampak yang buruk di masa depan.  Oleh karena itu diperlukan adanya suatu model pembelajaran yang tidak hanya mengembangkan segi kognitif siswa namun juga dapat mengembangkan sisi kemanusiaannya.  Salah satu model yang dapat digunakan adalah Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penerapan PPR dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep IPA Biologi serta dalam meningkatkan aspek kemanusiaan khususnya rasa setia kawan, persaudaraan, kejujuran, cinta lingkungan serta jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui mata kuliah Konsep dasar IPA Biologi I.  Melalui 5 tahap dalam PPR, yaitu konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi, siswa bukan hanya menemukan konsep dari suatu materi pembelajaran, namun juga diajak untuk belajar mengenai nilai-nilai kemanusiaan melalui kerjasama kelompok. Proses pembelajaran dilaksanakan sebanyak 14 kali pertemuan, dengan menerapkan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa penerapan PPR dalam perkuliahan KD IPA Biologi 1 dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep IPA dan dapat meningkatkan rasa setia kawan, persaudaraan, kejujuran, cinta lingkungan serta jiwa kepemimpinan mahasiswa PGSD kelas III/E.   Kata kunci:  PPR, PAKEM, pendidikan karakter, model pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 YOGYAKARTA DENGAN PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA PADA MATERI PROTISTA Liniarti, Tri; Priyotamtama, P. Wiryono; Handoyo, Luisa Diana
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.05 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA 11 Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam penerapan pembelajaran dengan permainan edukatif ular tangga. Berdasarkan observasi awal pembelajaran Biologi di SMA 11 Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012 memperlihatkan adanya beberapa kendala dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah  yang berdampak pada hasil belajar siswa yang belum optimal. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari lima kegiatan yaitu: (1) Planning, dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran; (2) Acting, yaitu melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan edukatif ular tangga; (3) Observing yaitu pengambilan data tentang proses hasil belajar dan Evaluating yaitu memberikan evaluasi pada siswa; serta (4)  Reflecting, adalah kegiatan untuk menganalisa data  hasil pengamatan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XA SMA Negeri 11 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hasil belajar maupun keaktifan siswa, pada setiap siklusnya tidak mengalami peningkatan yang sesuai target. Pada siklus I nilai rata-rata siswa 75,36 dengan ketuntasan belajar klasikal 53,33%. Siklus II nilai rata-rata mengalami penurunan menjadi 63,14 dengan ketuntasan belajar klasikal 14,81%. Dari data yang diperoleh, tingkat keaktifan klasikal siswa siklus I dari 29 siswa 17,24% siswa aktif dan aktif sekali. Pada siklus II tingkat keaktifan klasikal menurun, dari 30 siswa 6,66% siswa termasuk kategori aktif dan aktif sekali. Tingkat keaktifan klasikal siswa belum sesuai yang diharapkan yaitu sebesar 80% siswa aktif dan aktif sekali. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan edukatif ular tangga kurang dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada materi Protista. Disarankan untuk menggunakan metode lain yang lebih cocok dengan materi Protista dan keadaan siswa.  Kata kunci: Permainan Edukatif, Hasil Belajar, Keaktifan