Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

PENANGANAN LINGKUNGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN SIJUNJUNG SUMATERA BARAT Elviyanti Elviyanti; Desy Aryanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk perkotaan saat ini mencapai lebih 50% dari total penduduk Indonesia. Pesatnya perkembangan penduduk perkotaan tersebut, mengakibatkan meluasnya perumahan dan permukiman kumuh. Pada tahun 2004 sebesar 54.000 ha, pada tahun 2009 naik 59.000 ha. Apabila tidak dilakukan penanganan maka luas perumahan dan permukiman kumuh akan menjadi 71.860 ha pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 1,37% pertahun. Meluasnya perumahan dan permukiman kumuh di perkotaan akan menimbulkan dampak pada peningkatan frekuensi bencana kebakaran, banjir, konflik sosial, menurunnya tingkat kesehatan masyarakat, menurunnya kualitas pelayanan sarana dan prasarana permukiman. Perumahan dan permukiman kumuh yang cenderung meluas ini perlu segera ditangani, agar terwujudnya suatu lingkungan perumahan dan permukiman yang layak huni, sehat, aman, serasi dan teratur. Kabupaten Sijunjung merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Barat. Berdasarkan SK Bupati Sijunjung No. 188.45/521/KPTS-BPT-2014, tanggal 13 Oktober 2014 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh dengan luas 116,25 Ha. Secara administratif wilayah Kabupaten Sijunjung memiliki luas 313.080 Ha. Perbandingan antara lokasi lingkungan perumahan kumuh dengan luas administrasi kabupaten Sijunjung ternyata 37%. Deleniasi yang diteliti adalah kawasan nagari Muaro kecamatan Sijunjung .Nagari muaro merupakan ibukota kabupaten Sijunjung. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi dan solusi agar berkurangnya luas perumahan dan permukiman kumuh di kabupaten Sijunjung kepada Pemerintah dan stake holder . Metoda yang digunakan adalah Metoda deskriptif Analisis dengan pendekatan Tridaya yaitu normatif, partisipatif dan teknis. Hasil penelitian ini adalah sebuah dokumen perencanaan penanganan lingkungan perumahan dan permukiman kumuh.
PERANCANGAN PERMUKIMAN MASYARAKAT BANTARAN KALIMATI, BEROK NIPAH, KOTA PADANG Desy Aryanti; Fesa Ramdhani Syalma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan terdegradasinya fungsi dan peranan sungai dalam kehidupan sehari-hari. Kurangnya lahan dan rendahnya perekonomian masyarakat menyebabkan masyarakat mengambil alih wilayah sungai sebagai wilayah bermukim sehingga kualitas sungai menjadi menurun. Bantaran Kalimati sebagai salah satu sungai pasang surut di Kelurahan Berok Nipah Kota Padang telah mengalami degradasi fungsi dan perannya. Lokasi yang strategis menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum urbanis untuk membentuk kawasan permukiman baru yang terus tumbuh tanpa terencana. Penyelesaian masalah dengan merancang kembali hunian masyarakat menjadi hunian vertikal di lingkungan permukiman yang padat ini menjadi cara untuk menciptakan lebih banyak ruang hijau yang diperlukan bagi suatu kawasan permukiman. Tujuan yang dicapai yaitu menemukan suatu konsep penataan kawasan permukiman padat dan kumuh yang mampu menghidupkan kembali Bantaran Kalimati yang hanya digunakan sebagai area belakang rumah. Sasaran yang disusun adalah dapat mengakomodasi kebutuhan dan aktivitas yang direncanakan, serta mampu mengembalikan fungsi utama Bantaran Kalimati sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS). Adapun metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah metode deskriptif analitik. Analisa ruang luar dan ruang dalam dilakukan dengan menggunakan teori Doxiadis yang merupakan teori permukiman. Analisa yang dihasilkan akan mendapatkan arahan secara garis besar bahwa konsep mengintegrasikan bangunan dengan Kawasan Bantaran Kalimati dan bangunan dengan kawasan permukiman disekitarnya, diharapkan dapat turut serta mengkonservasi wilayah sungai.