Kristinawati Kristinawati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Wilasa

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DI KALANGAN WANITA KLASIS BENDOSARI KOTA SALATIGA TAHUN 2019 Kristinawati Kristinawati; Endang Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v5i1.101

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Registration di Indonesia, kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Angka kejadiannya di Indonesia diperkirakan 12/100.000 wanita. Kejadian kematian karena kanker payudara masih tinggi terutama di negara-negara berkembang, karena keterlambatan diagnosis. Deteksi dini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah keterlambatan diagnosis, antara lain dengan SADANIS dan SADARI. Di kota Salatiga sendiri deteksi dini dengan SADANIS masih belum mencapai target yang ditetapkan sebesar 35%, sedangkan deteksi dini dengan SADARI belum banyak dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara dengan teknik SADARI di Wilayah Klasis Bendosari, kota Salatiga yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juli tahun 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah wanita yang memenuhi kriteris inklusi yang berada di wilayah Klasis Bendosari, Salatiga. Hasil penelitian diketahui pengetahuan wanita dalam kategori kurang, yakni 55,7%, 44,3% memiliki pengetahuan yang cukup dan hanya 2,1% memiliki pengetahuan yang baik. Tingkat pengetahuan wanita tentang kanker payudara menjadi faktor yang menentukan perilaku wanita untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan teknik SADARI.
Manajemen Mengurangi Kecemasan dan Nyeri dalam Persalinan dengan Menggunakan Virtual Reality : A review Intan Gumilang Pratiwi; Herliana Riska; Kristinawati Kristinawati
JURNAL KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v9i1.3911

Abstract

Labor pain is a subjective experience experienced by the mother about physical sensations associated with uterine contractions, dilation and thinning of the cervix and decreased fetus during labor. Reaction to pain is a very individual response. The sensitivity of anxiety in labor pain has a significant relationship to sensory and affective pain in labor. Labor anxiety and pain significantly affect maternal labor, therefore various methods of pharmacological and non-pharmacological methods are carried out in an effort to deal with pain. Technology was also developed to support these non-pharmacological efforts. One of them uses virtual reality (VR) as the current and future trends for pain management. This scientific article is a literature review with a systematical review method from various literature which includes a systematic search study of computerized databases (PubMed, BMC, Cochrain review, Google Scholar) in the form of research journals and review articles related to virtual reality. The results of this literature study are virtual reality technology capable of reducing anxiety and being able to be used to reduce pain during labor.
In House Training “Manajemen Kebidanan Dan Pendokumentasian Asuhan Kebidanan” Bagi Bidan Di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Parakan Temanggung Nor Tri Astuti Wahyuningsih; Kristinawati Kristinawati; Yochebeth Dewi Zulaihah
Pelita Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): November 2021
Publisher : Pelita Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : As Health Workers, of course there are demands and Competency Standards that must be met in carrying out their duties as Midwives. According to the Midwifery Practice Standards, there are 9 (nine) Standards, namely Methods of Care, Assessment, Midwifery Diagnosis, Plans of Care, Action, Client Participation, Monitoring, Evaluation, and Documentation. In conducting Documentation, Midwives must refer to the Standards of Midwifery Care. Based on the recommendation of the competency test results in the recredential activities at the hospital. Kristen Ngesti Waluyo Parakan Temanggung, namely the need for education and training for midwives regarding midwifery management and documentation, so skills improvement activities are planned through In House Midwifery Management Training and Documentation of Midwifery Care. Methods : The activities are carried out using the lecture, Role Play, Small Group Discussion (SGD) method with 4 stages, namely preparation, implementation, evaluation and follow-up plans. Results : In House Training participants as many as 28 people, the results showed that there was an increase in knowledge as many as 26 people (92.9%). Conclusion : After completing the material presentation activities with the lecture method, and exercises through role play activities and Small Group Discussion (SGD) through measuring the Knowledge Level with Pre Test and Post Test, it was found that there was an increase in knowledge about Midwifery Management and Documentation of Midwifery Care. So that this service activity is considered quite effective with the result of an increase in knowledge.
Hubungan Kebiasaan Sarapan pagi dan Kebiasaan Konsumsi makanan cepat saji/fast food dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Siswi SMK Tarunatama Semarang Nur Sri Atik; Endang Susilowati; Kristinawati Kristinawati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i1.1462

Abstract

Abstrak Di Indonesia remaja dihadapkan pada tiga beban gizi yaitu gizi kurang, gizi lebih dan kekurangan zat gizi mikro. Status gizi remaja yang dapat diketahui melalui perhitungan Indeks Masa Tubuh (IMT), banyak faktor yang memiliki andil dalam menentukan atau membentuk status gizi remaja. Aktifitas fisik yang minim, perubahan pola makan, kebiasaan sarapan, asupan gizi, body image/citra diri memiliki andil di dalamnya. Semakin banyaknya jenis makanan siap saji dengan berbagai macam variasi semakin menambah daftar remaja putri yang memiliki status gizi yang belum optimal. Demikian halnya dengan sarapan, yang bagi masyarakat Indonesia masih belum menjadi kebiasaan. Dengan tidak sarapan memiliki dampak terhadap proses pembelajaan di sekolah, menurunkan aktifitas fisik menjadi gemuk dan meningkatkan kebiasaan jajan yang tidak sehat.Penelitian  ini merupakan  jenis  penelitian kuantitatif, dengan rancangan observasional analitik menggunakan desain cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi putri di SMK Tarunatama Semarang. Sampel dan teknik sampling  menggunakanteknik purposive sampling, dengan besar sampel 30 orang. Analisis data dengan menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan SPSS.Kesimpulandari penelitianini adalah ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan IMT dengan nilai signifikansi 0,025 pada remaja putri di SMK Tarunatama Semarang. Sedangkan pada kebiasaan mengkonsumi makanan cepat saji dengan IMT diketahui tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai signifikansi -0,193.KataKunci:Sarapan, makanan cepat saji, IMT Abstract In Indonesia, adolescents are faced with three nutritional burdens, namely undernutrition, overnutrition and micronutrient deficiencies. Adolescent nutritional status which can be known through the calculation of Body Mass Index (BMI), many factors have a role in determining or shaping the nutritional status of adolescents. Minimal physical activity, changes in diet, breakfast habits, nutritional intake, body image / self-image have a hand in it. The increasing number of types of ready-to-eat food with various variations further adds to the list of young women who have nutritional status that is not optimal. Likewise with breakfast, which for the people of Indonesia is still not a habit. Not having breakfast has an impact on the learning process at school, reducing physical activity to become fat and increasing unhealthy eating habits.This research is a type of quantitative research, with an analytical observational design using a cross sectional design. The population in this study were all female students at Tarunatama Vocational School Semarang. The sample and sampling technique used purposive sampling technique, with a sample size of 30 people. Data analysis using the Spearman Rank test with the help of SPSS.The conclusion of this study is that there is a relationship between breakfast habits and BMI with a significance value of 0.025 in young women at SMK Tarunatama Semarang. While the habit of consuming fast food with BMI is known to have no significant relationship with a significance value of -0.193Keywords: Breakfast, fast food, BMI
GAMBARAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMK WILAYAH DATARAN TINGGI Nur Sri Atik; Endang Susilowati; Kristinawati Kristinawati
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 6, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v6i2.1731

Abstract

Hemoglobin dapat digunakan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kekurangan darah atau tidak. Selain hemoglobin yang rendah, hemoglobin yang tinggi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan baik yang ringan hingga kondisi yang memerlukan perawatan medis. Penyebab kadar hemoglobin yang tinggi paling sering terjadi ketika tubuh membutuhkan peningkatan kapasitas pembawa oksigen, hal ini bisa karena tinggal didataran tinggi. Berada  di  Ketinggian  akan  menyebabkan  hipoksia  oleh  karena  tekanan  parsial  oksigen  yang  berkurang  dan  tubuh  akan  merespon  dengan  proses  aklimatisasi.  Dengan  adanya proses  aklimatisasi  maka  akan  terjadi  peningkatan  pada  kadar  hemoglobin  untuk  beradaptasi  dengan  keadaan  rendah  oksigen. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi 58 remaja Putri yang ada di kelas X dan XI SMK Tarunatama. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin remaja Putri. Hasil penelitian didapatkan 58 responden remaja putri di SMK untuk melihat kadar hemoglobin menunjukkan hasil bahwa rata-rata kadar hemoglobin pada siswa putri di SMK Tarunatama adalah 14,54 gr/dL dan dari karakteristik responden, sebagian besar siswi putri di SMK Tarunatama berusia 15 tahun, yakni sebanyak 50%, jumlah anggota keluarga 58,6% adalah 4 orang dalam satu rumah, 75,9% orang tua siswa bekerja sebagai seorang petani, dan 50% siswa putri memiliki IMT normal. Jika dilihat dari data karakteristik kadar haemoglobinnya, maka sebanyak 94,8% siswa tidak anemia.
LITERATUR REVIEW PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP PENURUNAN KADAR BILIRUBIN Nur Sri Atik; Endang Susilowati; Kristinawati Kristinawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v8i1.201

Abstract

Peningkatan kadar bilirubin atau hiperperbilirubinemia merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir terlebih bayi dengan berat lahir rendah dengan penyebab multi faktor. Pewarnaan kuning pada sklera, kulit dan membran mukosa merupakan gejala klinis yang umum terjadi. Penanganan hiperbilirubinemia menggunakan beberapa terapi standar yaitu foto terapi, transfusi tukar atau kombinasi foto terapi dan transfusi tukar serta pijat bayi untuk mencegah terjadinya encephalopathy atau kernicterus. Pijatan yang diberikan pada bayi dapat meningkatkan fungsi pencernaan melalui peningkatan intake nutrisi dan eliminasi. Hal ini dapat meningkatkan fungsi pencernaan melalui peningkatan intake nutrisi dan eliminasi. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi yang mengalami hiperbilirubinemia. Metode yang digunakan adalah literature review yang didapatkan dari 6 artikel melalui google scholar, garuda dalam rentang tahun 2016- 2022. Hasil dari literature review diketahui bahwa pjat bayi yang diberikan pada bayi dengan kadar bilirubin tinggi menunjukan ada penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan bayi yang diberikan penanganan sesuai standar fototerapi. Kesimpulannya pijat bayi dapat dijadikan salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan ekskresi bilirubin, sehingga durasi fototerapi dapat dipersingkat dan komplikasi hyperbilirubinemia yang mungkin terjadi dapat dihindari.