Ainal Mardiah
Poltekkes Kemenkes Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI PASIEN STROKE TENTANG DUKUNGAN PASANGAN DI BANDA ACEH Ainal Mardiah; Nurleli, Nurleli; Hermansyah, Hermansyah
Idea Nursing Journal Vol 6, No 2 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.538 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i2.6536

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan penyakit yang berpengaruh pada seluruh tubuh seperti kelumpuhan, defisit fungsi kognitif, kesulitan bicara, kesulitan emosional, kesakitan, dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk proses pemulihan/rehabilitasi pasca stroke membutuhkan waktu yang lama dan dukungan sosial. Salah satu sumber dukungan sosial yang utama bagi penderita stroke yang telah menikah adalah pasangan. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pandangan pasien stroke tentang dukungan pasangan di Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan terhadap 6 orang informan ditentukan secara purposive dengan kriteria pasien stroke yang mempunyai pasangan yang merawat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara yang berisi pertanyaan–pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan pasangan sudah memberikan dukungan terhadap penderita stroke baik dukungan penghargaan,  dukungan informasi, dukungan instrumental maupun dukungan emosional. Hal tersebut didapatkan dari  pasangan yang perhatian, memberi motivasi dan pengharapan untuk sembuh, selain itu juga dengan membantu saat latihan, mengantar berobat, serta memenuhi segala kebutuhan. Namun keterbatasan pengetahuan dan penerimaan diri yang maladaptif sering membuat dukungan yang diterima tidak optimal terutama terhadap rehabilitasi fungsi seksual. Kepada pasangan diharapkan dapat mencari informasi lebih banyak tentang perawatan stroke di rumah, dan  kepada tim pemberi pelayanan kesehatan dapat memberikan informasi yang komprehensif baik kepada penderita maupun pasangan.Kata kunci: Pasien stroke, dukungan, pasangan ABSTRACTStroke can affect the whole body such as paralysis, cognitive deficits, speech difficulties, emotional difficulties, pain, and problems in daily life. The recovery process in post-stroke patients take a long time and also require social support because they are not able to solve their own problems. One of the main sources of social support for stroke survivors who had married was their spouse. This study aimed to determine the perception of stroke patients to the spousal support. Research Methods was Qualitative research with a phenomenology approach. Six informants were determined purposively who meet the criteria which is stroke patients who have a spouse who cared for. The method of data collection was done by in-depth interviews. The analysis used was content analysis. This study found that the stroke patient spouses already provide good support in term of appraisal support, informasional support, instrumental support, and emosional support . However the lack of knowledge and maladaptive self acceptance made their support was not optimal, especially for the rehabilitation of sexual function. Conclusion: To the stroke patient spouses are expected to seek more information about home care for stroke patients and to the team of health care providers should provide comprehensive information to both the patient and the spouse. Keywords: stroke patients, support, spausal
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 0-6 Bulan  di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Baro Ainal Mardiah; Sulastri Sulastri; Nurlaila Ibrahim
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Namun, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro masih tergolong rendah. Beberapa faktor yang diduga memengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif antara lain paritas, pengetahuan ibu, dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 66 ibu yang memiliki bayi usia 6–11 bulan 29 hari dipilih dari lima mukim dengan cakupan ASI eksklusif terendah menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dilanjutkan dengan total sampling pada setiap desa terpilih. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paritas (p = 0,029), pengetahuan ibu (p = 0,048), dan dukungan keluarga (p = 0,037) dengan praktik pemberian ASI eksklusif. Ibu dengan multiparitas, pengetahuan yang baik, dan dukungan keluarga yang tinggi cenderung lebih berhasil memberikan ASI eksklusif. Disimpulkan bahwa paritas, pengetahuan ibu, dan dukungan keluarga merupakan faktor penting yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif. Upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif perlu difokuskan pada edukasi ibu, peningkatan akses informasi menyusui, dan penguatan dukungan keluarga.