Nova Fajri
Bagian Keilmuan Keperawatan Anak Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

EDUKASI PADA ORANGTUA DI RUANG NICU DAN KEBIDANAN RUMAH SAKIT UMUM KOTA BANDA ACEH Maulia Hermita; Sri Intan Rahayuningsih; Imelda Imelda; Nova Fajri
Idea Nursing Journal Vol 11, No 3 (2020): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v11i3.20655

Abstract

Edukasi di ruang NICU dan Kebidanan sangat penting diberikan agar keluarga mendapatkan informasi untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan dalam merawat bayinya setelah pulang dari rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pelaksanaan edukasi pada orangtua di ruang NICU (Neonatal Intensive care Unit) dan ruang kebidanan di Rumah Sakit Umum Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat dan bidan di ruang NICU dan ruang kebidanan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 55 responden. Alat pengumpulan data adalah kuesioner sebagai panduan wawancara terpimpin. Hasil analisis univariat variabel edukasi diperoleh sebanyak 56,4% berada dalam kategori baik. Untuk subvariabel keamanan sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, hygiene sebanyak 50,9% berada dalam kategori baik, tanda dan gejala penyakit sebanyak 52,7% berada dalam kategori baik, latihan dan stimulasi perkembangan sebanyak 67,3% berada dalam kategori kurang baik, pengasuhan diri orangtua sebanyak 49,1% berada dalam kategori kurang baik. Direkomendasikan tenaga kesehatan untuk tetap mempertahankan edukasi yang sudah baik yaitu keamanan, hygiene, serta tanda dan gejala penyakit dan dapat meningkatkan edukasi pada kategori kurang baik yaitu latihan dan stimulasi perkembangan dan pengasuhan diri orangtua. Kata Kunci: Edukasi orangtua, merawat bayi, rumah sakit
PERILAKU MEROKOK MAHASISWA LAKI-LAKI PADA INSTITUSI PENDIDIKAN NERS DI PROVINSI ACEH Hilman Syarif; Nova Fajri; Mira Rizkia
Idea Nursing Journal Vol 12, No 1 (2021): Idea Nursing Jurnal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52199/inj.v12i1.22119

Abstract

Persentase perokok yang berusia diatas 15 tahun di Indonesia termasuk dalam kategori tinggi. Data merokok tersebut didominasi oleh laki-laki. Perilaku merokok juga ditemukan pada mahasiswa pada bidang kesehatan. Hal ini tentu sangat disayangkan, karena seharusnya mereka menjadi role model bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku merokok pada mahasiswa keperawatan laki-laki di Aceh. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan jenjang sarjana berjenis kelamin laki-laki di Provinsi Aceh. Jumlah populasi diperkirakan lebih kurang 339 orang yang terdistribusi pada 10 institusi. Besar sampel sebanyak 30% dari populasi, sehingga besar sampel 101 orang. Penentuan sampel menggunakan metode snow ball. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini adalah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh responden. Semua prosedur dalam penelitian ini dilakukan sesuai dengan prinsip etik penelitian pada subjek manusia, diantaranya Surat lolos uji etik dan informed consent. Metode pengambilan data menggunakan fasilitas Google form sebagai bentuk upaya pencegahan penularan Covid-19. Analisis data menggunakan analisis univariat, berupa frekuensi dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 47,6% responden pada penelitian ini berusia 21-25 tahun, sebanyak 68,3% responden masuk ke program sarjana keperawatan dari lulusan sekolah menengah umum/sederajat. Responden yang belum menikah 91,1% dan 54,5% tidak bekerja. Sebanyak 31,7% responden pada penelitian ini merokok, sebanyak 53,1% dari yang merokok menghabiskan 5-8 batang rokok perhari, dan sebanyak 37,5% dari yang merokok memulai merokok pada usia 5-10 tahun. Rekomendasi, kepada institusi pendidikan untuk menggalakkan promosi kesehatan dan program kawasan tanpa asap rokok, sehingga dapat meminimalkan kesempatan para mahasiswa untuk merokok.