Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edukimia

Evaluasi Kompetensi Pedagogik Guru Kimia Dalam Menyusun Instrumen Penilaian Higher Order Thinking Skill (HOTS) Siswa SMA Andromeda Andromeda; Zonalia Fitriza; Faizah Qurrata 'Aini
Edukimia Vol 2, No 2 (2020): Edukimia - Vol. 02, Issue 02
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.998 KB) | DOI: 10.24036/ekj.v2.i2.a134

Abstract

Basic Competence (BC) is a minimum students’ achievement after learning process. Most of the BC in the 2017 revised Indonesian curriculum requires students to have higher order thinking skills (HOTS), therefore teachers have to prepare assessment instruments referring HOTS. However, there are still many teachers who misperceive HOTS and think that HOTS is a difficult problem. This causes the teacher’s understanding of HOTS questions to be low. This study aims to describe chemistry teachers’ competence in evaluating HOTS of students. 19 teachers from 14 Senior High Schools was examined using structured essay test to figure out their ability and problems in compiling HOTS assessment instrument. The data collected was analysed using Miles Huberman methods starting with data reduction, data display and conclusion. Through this evaluation, it is known that only 10.53% of teachers comprehended HOTS and were able to apply it in evaluation, 57,89% of them understood the HOTS but weren’t able to apply in evaluation while 31,58% others didn’t know the comprehensive HOTS evaluation. This fact will certainly disrupt the planning, implementation and assessment of learning. Furthermore, the instrument compiled to assess higher order thinking skills based on BC does not measure expected abilities.
Korelasi Miskonsepsi Prior Knowledge dengan Miskonsepsi Asam Basa Peserta Didik SMA Himla Zuyyina; Faizah Qurrata Aini
Edukimia Vol 7, No 3 (2025): Edukimia - Vol. 07, Issue 03
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ekj.v7.i3.a625

Abstract

Miskonsepsi merupakan pemahaman peserta didik yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah. Miskonsepsi pada prior knowledge seperti struktur atom, ikatan kimia, reaksi kimia, stoikiometri, dan kesetimbangan kimia dapat memengaruhi pemahaman peserta didik pada materi asam basa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan miskonsepsi prior knowledge dengan miskonsepsi peserta didik pada materi asam basa dan mengetahui miskonsepsi prior knowledge sub materi mana yang paling berkontribusi terhadap miskonsepsi peserta didik pada materi asam basa. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Analisis data kuantitatif menggunakan korelasi Spearmans rho dan analisis kualitatif menggunakan analisis tematik. Penelitian ini dilakukan pada tiga SMA Swasta Kota Padang yang berakreditasi A semester genap tahun ajaran 2024/2025 berjumlah 99 peserta didik kelas XI. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen SEDToC (Structured Essay Diagnostic Test of Chemistry) asam basa dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi miskonsepsi prior knowledge dengan miskonsepsi asam basa yang diperoleh termasuk dalam kriteria lemah dengan nilai rρ = 0,304 dengan taraf signifikansi 1%. Materi kesetimbangan kimia adalah sub materi prior knowledge yang paling berkontribusi terhadap miskonsepsi asam basa. Oleh karena itu, pendidik perlu meluruskan pemahaman prior knowledge peserta didik sebelum mengajarkan konsep asam basa.