Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MEDIA ELEKTRIKA

PENGARUH PERUBAHAN KONFIGURASI SALURAN JARINGAN SUTET 500 KV TERHADAP MEDAN MAGNET Dedi Nugroho
MEDIA ELEKTRIKA Vol 2, No 1 (2009): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.651 KB) | DOI: 10.26714/me.2.1.2009.%p

Abstract

Sistem pengiriman daya listrik melalui jaringan trasmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi(SUTET) memberikan berbagai keuntungan seperti pengiriman daya listrik lebih besar, kerugian dayabertambah kecil, keandalan tinggi, dan sebagainya, namun disisi lain telah menimbulkan kekhawatiran bagikesehatan masyarakat khususya yang tinggal dibawah atau disekitar SUTET akan efek negatif dari medanmagnet yang ditimbulkan oleh SUTET tersebut. Berdasarkan hal itu badan organisasi kesehatan dunia(WHO) telah menetapkan batas ambang medan magnet adalah 0,3 mT, sementara PLN menetapkan 0,5 mT.Ada berbagai teknik untuk menurunkan besarnya medan magnet dari SUTET yaitu diantaranya :mengubah susunan konfigurasi saluran, menambah ketinggian saluran, memperbesar ukuran konduktor danmemperkecil jarak konduktor antar fasa. Pada bahasan disini ditunjukkan perubahan konfigurasi saluranberakibat pada perubahan nilai-nilai kerapatan medan magnet dari berbagai jarak pengukura, sedangkanperhitungan kerapatan medan magnet didasarkan pada pemakaian metoda bayangan.Berdasarkan hasil perhitungan ditunjukkan bahwa perubahan konfigurasi sistem saluran akanmempengaruhi besarnya kerapatan medan magnet. Dari hasil perhitungan untuk arus listrik 730 A yangmengalir pada empat buah sampel konfigurasi saluran berbeda terlihat bahwa nilai kerapatan medanmagnet maksimum untuk masing-masing konfigurasi saluran adalah berbeda. Untuk konfigurasi horizontaltunggal kerapatan medan magnetmaksimu adalah 0,00938 mT, sedangkan berturut turut untuk susunankonfigurasi delta, ganda standar, dan ganda dengan perubahan letak fasa pada salah satu sirkuitnya adalahmasing-masing 0,00636 mT, 0,00632 mT dan 0,01173 mT
KEGAGALAN ISOLASI MINYAK TRAFO Dedi Nugroho
MEDIA ELEKTRIKA Vol 3, No 2 (2010): Electrical Engineering
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.477 KB) | DOI: 10.26714/me.3.2.2010.%p

Abstract

Insulation of transformer oil has a role as an insulating material of voltage equipment in electrical equipments, but has other uses such as cooling media or extinguish the arc. Purity insulating oil will determine the strength of the dielectric material. On the condition of purity used oil will be contaminated by other subtances mixed in the oil, the result of oil will become impure and degraded dielectric strength that will ultimately reduce the level of insulation failure, isolation and purification of used oil (no pure oil) was able to significantly increase the insulation failure rate of new oil approach.
KENDALI ARUS STARTING MOTOR INDUKSI SATU FASA MENGGUNAKAN MAGNETIC ENERGY RECOVERY SWITCH (MERS) Ken Hasto; Muhammad Haddin; Dedi Nugroho
MEDIA ELEKTRIKA Vol 8, No 2 (2015): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.224 KB) | DOI: 10.26714/me.8.2.2015.%p

Abstract

ABSTRACT Control of Electrical Energy at the induction motor starting can be done by adjusting the input Voltage so that the flow generated during the starting of the motor can be arranged magnitude. The purphose of this study was to determine the characteristic Magnetic Energi Recovery Switch(MERS), as the regulator of the input voltage at the time of induction motor starting so that the current can be controlled and can regulated the electrical energy consumed by the motor . The method does is to design the input voltage of the motor control by magnetic energy recovery switch MERS . Aplication MERS as a motor input voltage controller firstly be simulated with PSim Software, The simulated results, as a reference made prototype and tasted its feasibility, criteria feasible and not feasible Mers device can be determined, among others, large capacitance smaller than the capacitance resonance .maximum voltage capacitor is not more than twice the voltage source and has low harmonic impact Results Mers applications as controlling the input voltage at the beginning of starting an induction motor capable of improving lowers the voltage to 108 volts . Keywords : Device Mers, the energy regulator, power factor improvement
REDUKSI HARMONISA DENGAN FILTER AKTIF SHUNT BERBASIS MATLAB/SIMULINK Dani Nur Prabowo; Muhamad Haddin; Dedi Nugroho
MEDIA ELEKTRIKA Vol 8, No 2 (2015): MEDIA ELEKTRIKA
Publisher : PSTE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.882 KB) | DOI: 10.26714/me.8.2.2015.%p

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang memiliki tingkat pemakaian energi listrik yang membutuhkan kwalitas daya listrik yang baik. Tingginya penggunan beban non linier yang diopeasikan dapat menimbulkan harmonisa yang merupakan permasalahan utama dalam kwalitas daya listrk. Harmonisa memiliki dampak buruk dalam sistem tenaga listrik yang menimbulkan kerugian dalam sistem pelayanan konsumen yang salah satunya diakibatkan terjadinya kesalahan pembacaan dan kerusakaan alat ukur yang digunakan. Untuk Mengatasi masalah ini diguakan filter aktif shunt untuk mereduksi nilai dari harmonisa tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada metode reduksi harmonisa dengan menggunakan filter aktif shunt. Prinsip kerja dari filter aktif shunt untuk mengkompensasi harmonisa dengan cara menyuntikan arus harmonisa yang fasanya berbeda 1800. Simulasi filter aktif shunt menggunakan software matlab R2013 yang dibuat berdasrkan teori daya aktif-reaktif sesaat (p-q theory) sebagai penghasil arus refrensi untuk kompensasi harmonisa yang sesuai dengan kondisi beban. Arus refrensi tersebut digunakan sebagai sinyal refrensi pembangkit PWM untuk memicu Inverter yang kemudian membangkitakan arus filter yang diijeksikan pada sistem yang dibuat berdasarkan data yang diambil dari sistem kelistrikan MDP Gedung Lama Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil menunjukan bahwa penurunan nilai THD arus 1,4 % pada fasa R, 1,51% untuk fasa S, dan fasa T mencapai 1,37%. . Kata Kunci : Harmonisa, THD, IHD, Filter aktif shunt