Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kualitas Karaginan dari Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Lokasi Berbeda di Perairan Maluku Tenggara Bayu Kumayanjati; Rany Dwimayasanti
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v13i1.490

Abstract

AbstrakRumput laut jenis Kappaphycus alvarezii merupakan jenis rumput laut yang dibudidayakan di Maluku Tenggara. Rumput laut jenis ini merupakan rumput laut penghasil karaginan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karaginan dari rumput laut K. alvarezii yang dibudidayakan di tiga lokasi di Maluku Tenggara, yaitu Letman, Letvuan dan Revav. Kualitas karaginan yang diamati antara lain rendemen, kadar air, kadar abu, viskositas, gel strength, dan derajat putih. Rumput laut diekstrak dengan metode perlakuan alkali dengan larutan NaOH 9%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan program statistik IBM SPSS Statistics 24 untuk mengetahui perbedaan kualitas karaginan dari tiga lokasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas karaginan dari tiga lokasi berbeda nyata (<0,05) untuk semua parameter. Karaginan dari rumput laut Letvuan memiliki nilai rendemen dan gel strength terbaik dibandingkan rumput laut Letman dan Revav, yaitu 43,25% untuk rendemen dan 207,50 g/cm2 untuk gel strength. Karaginan dari rumput laut Revav memiliki nilai viskositas terbaik yaitu sebesar 54,39 cP. Karaginan dari rumput laut Letman memiliki kenampakan terbaik dibandingkan dengan Letvuan dan Revav dengan nilai derajat putih sebesar 68,22%. Berdasarkan hasil pengujian, maka hanya karaginan dari lokasi Revav yang memenuhi standar kualitas FAO.The Quality of Carrageenan  from  Kappaphycus  alvarezii at Different Locations in Southeast Maluku WatersAbstractKappaphycus alvarezii is one of the seaweed species (red alga) cultivated in Southeast Maluku. This seaweed species produces carrageenan. The aim of this research was to determine the carrageenan qualities from K. alvarezii that was cultivated at three different locations in Southeast Maluku, which were Letman, Letvuan, and Revav. Carrageenan qualities observed in this reasearch were yield, moisture content, ash content, viscosity, gel strength and whiteness. The seaweed was extracted by alkaline treatment method with 9% NaOH solution. The data obtained were analyzed with IBM SPSS Statistics 24 to determine the differences of carrageenan qualities from those three locations. The results showed that the carrageenan from the three locations was significantly different (<0.05) for all parameters. Carrageenan from Letvuan seaweed has the best value of yield and gel strength compared to that of Letman and Revav seaweed, which were 43.25% for yields and 207.50 g/cm2 for gel strength. Carrageenan from Revav seaweed has the highest viscosity values among others with values of 54.39 cP. Carrageenan from Letman seaweed had the best appearance compared to that of Letvuan and Revav seaweed, with whiteness value equal to 68.22%. Based on the quality test results, only carrageenan from Revav met the FAO quality standard.
Hubungan panjang-berat ikan monacanthus cinensis dan acreichthys tomentosus di Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara Bayu Kumayanjati; Teddy Triandiza; Agus Kusnadi
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.412 KB) | DOI: 10.13170/depik.8.2.10629

Abstract

Abstract. Length-weight relationship analysis is used to determined the pattern of the growth for the fish. Based on this knowledge, field study have been done at the Fair island waters, the district of Tual, in April, June and August 2014, to collect data length and weight of Monacanthus cinensis and Acreichtys tomentosus. The length of the fish is measured using a digital caliper with an accuracy of 0.01 mm and weighed using an analytical balance precision balance ACS - AD 300 with an accuracy of 0.01 g. The number of fish samples analyzed were 288 for M. cinensis and 270 for A. tomentosus, respectively. Based on the analysis of length-weight relationship and condition factor, M.cinensis and A.tomentosus have the same growth pattern, i.e., negative allometric, with b values 2.505 and 2.3195 (b 3), respectively.Value of condition factor were 1.083 - 3.379 for M. cinensis and 1.003 - 4.106 for A. tomentosus, both fish were included in the category of fish that have a slightly flattened body.Keywords: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, length-weight relationship, growth pattern, Fair Island Abstrak. Analisa hubungan panjang berat ikan merupakan analisa untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan. Adapun penelitian ini dilakukan pada ikan Monacanthus cinensis dan Acreichthys tomentosus pada bulan April, Juni dan Agustus 2014 di perairan Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara. Ikan hasil tangkapan diukur panjangnya menggunakan digital caliper dengan ketelitian 0,01 mm, dan beratnya menggunakan timbangan analitik ACS precision balance-AD 300 dengan ketelitian 0,01 g. Jumlah ikan sampel yang dianalisa masing-masing sebanyak 288 ekor untuk M. cinensis dan 270 ekor untuk A. tomentosus. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi, M. cinensis dan A. tomentosus memiliki pola pertumbuhan yang sama yaitu alometrik negatif dengan nilai b masing-masing sebesar 2,505 dan 2,3195 (b3). Nilai faktor kondisi (Kr) untuk kedua jenis ikan tersebut masing-masing berkisar antara 1,083 – 3,379 untuk ikan M. cinensis dan 1,003 – 4,106 untuk A. tomentosus, keduanya termasuk dalam kelompok ikan yang memiliki bentuk badan yang agak pipih.Kata Kunci: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, hubungan panjang berat, pola pertumbuhan, Pulau Fair
Hubungan panjang-berat ikan monacanthus cinensis dan acreichthys tomentosus di Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara Bayu Kumayanjati; Teddy Triandiza; Agus Kusnadi
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.10629

Abstract

Abstract. Length-weight relationship analysis is used to determined the pattern of the growth for the fish. Based on this knowledge, field study have been done at the Fair island waters, the district of Tual, in April, June and August 2014, to collect data length and weight of Monacanthus cinensis and Acreichtys tomentosus. The length of the fish is measured using a digital caliper with an accuracy of 0.01 mm and weighed using an analytical balance precision balance ACS - AD 300 with an accuracy of 0.01 g. The number of fish samples analyzed were 288 for M. cinensis and 270 for A. tomentosus, respectively. Based on the analysis of length-weight relationship and condition factor, M.cinensis and A.tomentosus have the same growth pattern, i.e., negative allometric, with b values 2.505 and 2.3195 (b 3), respectively.Value of condition factor were 1.083 - 3.379 for M. cinensis and 1.003 - 4.106 for A. tomentosus, both fish were included in the category of fish that have a slightly flattened body.Keywords: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, length-weight relationship, growth pattern, Fair Island Abstrak. Analisa hubungan panjang berat ikan merupakan analisa untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan. Adapun penelitian ini dilakukan pada ikan Monacanthus cinensis dan Acreichthys tomentosus pada bulan April, Juni dan Agustus 2014 di perairan Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara. Ikan hasil tangkapan diukur panjangnya menggunakan digital caliper dengan ketelitian 0,01 mm, dan beratnya menggunakan timbangan analitik ACS precision balance-AD 300 dengan ketelitian 0,01 g. Jumlah ikan sampel yang dianalisa masing-masing sebanyak 288 ekor untuk M. cinensis dan 270 ekor untuk A. tomentosus. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi, M. cinensis dan A. tomentosus memiliki pola pertumbuhan yang sama yaitu alometrik negatif dengan nilai b masing-masing sebesar 2,505 dan 2,3195 (b3). Nilai faktor kondisi (Kr) untuk kedua jenis ikan tersebut masing-masing berkisar antara 1,083 – 3,379 untuk ikan M. cinensis dan 1,003 – 4,106 untuk A. tomentosus, keduanya termasuk dalam kelompok ikan yang memiliki bentuk badan yang agak pipih.Kata Kunci: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, hubungan panjang berat, pola pertumbuhan, Pulau Fair
Hubungan panjang-berat ikan monacanthus cinensis dan acreichthys tomentosus di Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara Bayu Kumayanjati; Teddy Triandiza; Agus Kusnadi
Depik Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.10629

Abstract

Abstract. Length-weight relationship analysis is used to determined the pattern of the growth for the fish. Based on this knowledge, field study have been done at the Fair island waters, the district of Tual, in April, June and August 2014, to collect data length and weight of Monacanthus cinensis and Acreichtys tomentosus. The length of the fish is measured using a digital caliper with an accuracy of 0.01 mm and weighed using an analytical balance precision balance ACS - AD 300 with an accuracy of 0.01 g. The number of fish samples analyzed were 288 for M. cinensis and 270 for A. tomentosus, respectively. Based on the analysis of length-weight relationship and condition factor, M.cinensis and A.tomentosus have the same growth pattern, i.e., negative allometric, with b values 2.505 and 2.3195 (b 3), respectively.Value of condition factor were 1.083 - 3.379 for M. cinensis and 1.003 - 4.106 for A. tomentosus, both fish were included in the category of fish that have a slightly flattened body.Keywords: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, length-weight relationship, growth pattern, Fair Island Abstrak. Analisa hubungan panjang berat ikan merupakan analisa untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan. Adapun penelitian ini dilakukan pada ikan Monacanthus cinensis dan Acreichthys tomentosus pada bulan April, Juni dan Agustus 2014 di perairan Pulau Fair, Tual, Maluku Tenggara. Ikan hasil tangkapan diukur panjangnya menggunakan digital caliper dengan ketelitian 0,01 mm, dan beratnya menggunakan timbangan analitik ACS precision balance-AD 300 dengan ketelitian 0,01 g. Jumlah ikan sampel yang dianalisa masing-masing sebanyak 288 ekor untuk M. cinensis dan 270 ekor untuk A. tomentosus. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat dan faktor kondisi, M. cinensis dan A. tomentosus memiliki pola pertumbuhan yang sama yaitu alometrik negatif dengan nilai b masing-masing sebesar 2,505 dan 2,3195 (b3). Nilai faktor kondisi (Kr) untuk kedua jenis ikan tersebut masing-masing berkisar antara 1,083 – 3,379 untuk ikan M. cinensis dan 1,003 – 4,106 untuk A. tomentosus, keduanya termasuk dalam kelompok ikan yang memiliki bentuk badan yang agak pipih.Kata Kunci: Monacanthus cinensis, Acreichthys tomentosus, hubungan panjang berat, pola pertumbuhan, Pulau Fair