Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Microcontroller-Based Intravenous Fluid Monitoring System Design Phisca Aditya Rosyady; Nurina Umy Habibah; Ahmad Raditya Cahya Baswara; Nuni Ihsana; Dedik Sulistiawan; Widya Rahayu Dinata
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v5i2.3230

Abstract

Intravenous fluids are used to replace the body's fluid and electrolyte balance. This is a crucial need for a patient during treatment, so infusion replacement should not be delayed as it can be fatal to the patient. Medical personnel must always pay attention to the patient's infusion. This has always been a problem because the limited number of medical personnel and the large number of patients often make it difficult for medical personnel to carry out their duties. The development of technology increases human creativity and creates various tools to help humans be more effective, including in dealing with problems in the medical world. Based on this background, the author designed an infusion fluid monitoring system to facilitate nurses in hospitals that lack electrical support and internet networks. This research aims to make an intravenous fluid monitoring tool using a microcontroller effectively and realtime. The research method we use is research and development, while the data analysis method uses comparative quantitative analysis. This research consists of three main parts, namely system input, microcontroller as system processor, and system output as expected. This infusion fluid monitoring uses Load Cell to measure the volume of infusion fluid, RTC module to estimate the time of infusion fluid expiration, LCD as infusion fluid status information, and buzzer as an information alarm if the infusion fluid is detected to run out. The microcontroller used in this research is Arduino Uno. The results showed that infusion fluid has the same pressure as human body fluids (isotonic). Load Cell has a mass reading accuracy value of 99.88%, the accuracy of testing the conversion of intravenous fluid measurements into milliliters of 99.49%, and the number of infusion fluid droplets per minute under normal conditions is 20, with an estimated time out for 8 hours.
Alat Pengukur Suhu Tubuh Manusia Menggunakan Termometer Digital Berbasis Arduino Phisca Aditya Rosyady; Lutfi Ihza Mahendra Abdullatif
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i1.13974

Abstract

Kehidupan di seluruh dunia berubah semenjak  Perubahan yang di akibatkan oleh sebuah virus yang bernama virus corona atau COVID-19. Salah satu masalah pada standar operating procedures dalam kehidupan new normal ini dalam melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap yang kurang efektif dalam melakukan pengecekan suhu tubuh masih dilakukan secara manual.Dalam artikel ini, penulis mengusulkan alat pengukur suhu tubuh menggunakan termometer digital agar bisa mengatasi permasalahan yang ada. Sistem juga dapat mengirim data pengukuran suhu tubuh secara otomatis pada telegram yang telah dibuat. Perancangan pada sistem alat pengukur suhu tubuh ini menggunakan sensor suhu GY-906 untuk mengukur suhu tubuh dengan terintegrasi sensor IR obstacle sebagai pendeteksi halangan atau objek seperti manusia dengan kendali utama mikrokontroler Arduino nano. Alat ini juga menggunakan nodeMCU V3 sebagai perangkat tambahan untuk mengkoneksikan wifi.Telah berhasil dirancang sistem yang bisa menampilkan suhu tubuh secara otomatis yang akan tertampil pada layar LCD tanpa menyentuh alat ini cukup dengan mendekatkan tangan pada alat tersebut kemudian data suhu tubuh pengunjung tersebut akan tertampil di LCD dan terkirim ke aplikasi telegram.  Perbandingan hasil antara alat pengukur suhu tubuh yang sudah dibuat dan alat pengukur suhu tubuh yang ada di pasaran  yaitu sebesar 0,4%.
Rancang Bangun Detektor Monosodium Glutamate (MSG) pada Makanan Berkuah Berbasis Internet of Things (IoT) Phisca Aditya Rosyady; Yusril Rumagia; Anton Yudhana; Retnosyari Septiyani; Nurina Umy Habibah
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 10, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v10i1.17854

Abstract

Monosodium Glutamate (MSG) merupakan senyawa yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan agar memiliki cita rasa yang lebih gurih. Produk makanan yang mengandung MSG umumnya tidak mencantumkan dosis atau jumlah MSG yang digunakan. Permasalahan ini mengakibatkan tidak terkontrolnya konsumsi MSG di masyarakat. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan penggunaan MSG secara berlebihan yang menyebabkan kelainan sistem kerja organ tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan jangka waktu yang lama. Pada penelitian ini dibuat Detektor MSG dengan menggunakan Sensor Photodioda khususnya untuk makanan berkuah yang dapat dipantau dari jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) yang ditampilkan pada software Blynk. Pada pengujian ini larutan MSG dipanaskan dan dicampurkan dengan bahan reaksi cairan Ninhidrin untuk mengikat asam amino yang terdapat pada senyawa MSG. kemuadian diukur hasil tegangan dengan detektor secara berkala dalam waktu 30 detik. Hasil penelitian ini diketahui adanya penurunan nilai daya pancar cahaya (LUX) yang diterima Sensor Photodioda dengan rata- rata nilai penurunan untuk sampel kuah sayur bayam sebesar 1713,07 LUX, dan kuah bakso sebesar 2226,24 setiap penambahan 0,2 gram MSG.
Rancang Bangun Otomasi Mesin Pengaduk Semen Menggunakan PLC Omron CP1E Phisca Aditya Rosyady; Azis Mahendra
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 2 (2022): Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i2.15025

Abstract

Kehidupan manusia semakin hari semakin bertambah kompleks oleh karena itu manusia memerlukan sesuatu yang simple dan mudah untuk menyelesaikan sesuatu. Kemajuan teknologi membuat sesuatu menjadi mudah untuk dilakukan dengan cara yang modern sehingga menjadi lebih praktis dan efisien. Contohnya dalam pengolahan bahan bangunan seperti semen dan pasir dengan tujuan membangun rumah dengan lebih mudah dan cepat. Alat pengadukan semen otomatis akan mempermudah pekerjaan tersebut.Dalam artikel ini, penulis membuat rancang bangun otomasi mesin pengaduk semen menggunakan controller PLC (Programmable Logic Control) Omron CP1E dengan memanfaatkan sensor water level untuk menentukan kapasitas tangki air, pompa untuk mengalirkan air dari sumber ke tangki air lalu dari tangki air ke tangki pengaduk setelah itu motor pg-28 menggerakkan tangki pengaduk sebagai fungsi pengadukan dan pengeluaran adonan semen.Hasil penelitian ini menunjukkan suatu sistem otomatis dengan pengendali PLC (Programmable Logic Control) Omron CP1E yang mengolah bahan bangunan semen dan pasir dengan hasil yang cepat dan mudah.
Elevator Energy Consumption and Upward Travel Load Patterns in A University Lecture Building Erika Wulandari; Phisca Aditya Rosyady
Aviation Electronics, Information Technology, Telecommunications, Electricals, and Controls (AVITEC) Vol 8, No 2 (2026): August
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/avitec.v8i2.3949

Abstract

This study analyzes passenger elevator operation patterns and their contribution to building electricity consumption in a university lecture building. Previous research has mainly focused on system simulations or control optimization, resulting in limited empirical studies that integrate large-scale directional passenger movement data with aggregated building-level electricity consumption, especially in academic settings. To address this gap, the study examines elevator usage patterns based on 31,265 observed trips and links directional travel with building-level electricity consumption. Data were collected over a two-week period (13–24 October 2025) through direct observation and MDP-based energy measurements, then analyzed using Pearson correlation and linear regression. Results show that 44.6% of total traffic occurred in the morning, with 83.0% concentrated during peak periods. Upward trips accounted for 52.7% of movements, indicating directional asymmetry associated with increased traction motor load during peak hours. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between elevator usage intensity and daily electricity consumption (r = 0.813, p = 0.004, 95% CI [0.35–0.96]). Linear regression showed that 66.1% of variation in daily energy consumption could be explained by elevator usage intensity. This study provides a context-specific empirical analysis by integrating directional elevator travel data with aggregated building-level electricity consumption in a university lecture building, based on real-world observations. These findings demonstrate that dominant upward travel during academic transition periods is measurably associated with overall building energy consumption dynamics.
Revitalisasi Kebun Edukatif melalui Budidaya Tanaman Herbal untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Sirkular Berbasis Komunitas [Revitalizing Educational Park through Herbal Plant Cultivation to Support Community-Based Food Security and Circular Economy] Dhias Cahya Hakika; Hayati Mukti Asih; Phisca Aditya Rosyady; Revaldo Andriansyah; Kenedy Wijaya; Ayu Intan Afiani Auliya; Viola Lulu Aulia
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261424

Abstract

Food security is one of the key strategic issues in sustainable development, particularly at the local community level, which is vulnerable to food crises and climate change. To address this challenge, this community service activity was conducted with the aim of improving knowledge and skills among community members, especially local farmer groups in cultivating herbal plants as a strategy for local food resilience and the implementation of a circular economy at Kebun Dakwah Muhammadiyah Yogyakarta. The cultivated commodities include ginger, aromatic ginger (kencur), turmeric, temulawak, and lemongrass, all of which have high potential as raw materials for value-added herbal products. The educational program was designed using a participatory approach, involving lectures, hands-on training, and mentoring by a multidisciplinary team of lecturers and students from Universitas Ahmad Dahlan’s KKN (Community Service Program). The training covered land preparation, seed selection, eco-friendly cultivation techniques, and post-harvest product processing education to support the circular economy concept. Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of the benefits of herbal plants (increasing 29%) and cultivation techniques (increasing 30%). This initiative also supports the optimization of existing post-harvest technologies such as solar dryers, while strengthening the circular economy ecosystem in the area. Abstrak. Ketahanan pangan merupakan salah satu isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di tingkat komunitas lokal yang rentan terhadap krisis pangan dan perubahan iklim. Untuk menjawab tantangan ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya kelompok petani komunitas dalam membudidayakan tanaman herbal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan lokal dan implementasi ekonomi sirkular di Kebun Dakwah Muhammadiyah Yogyakarta. Komoditas yang dibudidayakan meliputi jahe, kencur, kunyit, temulawak, dan sereh wangi yang memiliki potensi tinggi sebagai bahan baku produk olahan herbal bernilai tambah. Program edukasi dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan metode penyuluhan, pelatihan praktik langsung, dan pendampingan oleh tim dosen lintas disiplin dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan. Edukasi dilakukan mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit, teknik budidaya ramah lingkungan, hingga edukasi pengolahan produk pascapanen sebagai implementasi konsep ekonomi sirkular. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat tanaman herbal sebanyak 29% dan teknik budidayanya sebesar 30%. Kegiatan ini juga mendukung optimalisasi teknologi fasilitas pascapanen yang telah ada di lokasi pengabdian seperti rumah pengering, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di kawasan tersebut.