Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Microcontroller-Based Intravenous Fluid Monitoring System Design Phisca Aditya Rosyady; Nurina Umy Habibah; Ahmad Raditya Cahya Baswara; Nuni Ihsana; Dedik Sulistiawan; Widya Rahayu Dinata
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v5i2.3230

Abstract

Intravenous fluids are used to replace the body's fluid and electrolyte balance. This is a crucial need for a patient during treatment, so infusion replacement should not be delayed as it can be fatal to the patient. Medical personnel must always pay attention to the patient's infusion. This has always been a problem because the limited number of medical personnel and the large number of patients often make it difficult for medical personnel to carry out their duties. The development of technology increases human creativity and creates various tools to help humans be more effective, including in dealing with problems in the medical world. Based on this background, the author designed an infusion fluid monitoring system to facilitate nurses in hospitals that lack electrical support and internet networks. This research aims to make an intravenous fluid monitoring tool using a microcontroller effectively and realtime. The research method we use is research and development, while the data analysis method uses comparative quantitative analysis. This research consists of three main parts, namely system input, microcontroller as system processor, and system output as expected. This infusion fluid monitoring uses Load Cell to measure the volume of infusion fluid, RTC module to estimate the time of infusion fluid expiration, LCD as infusion fluid status information, and buzzer as an information alarm if the infusion fluid is detected to run out. The microcontroller used in this research is Arduino Uno. The results showed that infusion fluid has the same pressure as human body fluids (isotonic). Load Cell has a mass reading accuracy value of 99.88%, the accuracy of testing the conversion of intravenous fluid measurements into milliliters of 99.49%, and the number of infusion fluid droplets per minute under normal conditions is 20, with an estimated time out for 8 hours.
Alat Pengukur Suhu Tubuh Manusia Menggunakan Termometer Digital Berbasis Arduino Phisca Aditya Rosyady; Lutfi Ihza Mahendra Abdullatif
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i1.13974

Abstract

Kehidupan di seluruh dunia berubah semenjak  Perubahan yang di akibatkan oleh sebuah virus yang bernama virus corona atau COVID-19. Salah satu masalah pada standar operating procedures dalam kehidupan new normal ini dalam melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap yang kurang efektif dalam melakukan pengecekan suhu tubuh masih dilakukan secara manual.Dalam artikel ini, penulis mengusulkan alat pengukur suhu tubuh menggunakan termometer digital agar bisa mengatasi permasalahan yang ada. Sistem juga dapat mengirim data pengukuran suhu tubuh secara otomatis pada telegram yang telah dibuat. Perancangan pada sistem alat pengukur suhu tubuh ini menggunakan sensor suhu GY-906 untuk mengukur suhu tubuh dengan terintegrasi sensor IR obstacle sebagai pendeteksi halangan atau objek seperti manusia dengan kendali utama mikrokontroler Arduino nano. Alat ini juga menggunakan nodeMCU V3 sebagai perangkat tambahan untuk mengkoneksikan wifi.Telah berhasil dirancang sistem yang bisa menampilkan suhu tubuh secara otomatis yang akan tertampil pada layar LCD tanpa menyentuh alat ini cukup dengan mendekatkan tangan pada alat tersebut kemudian data suhu tubuh pengunjung tersebut akan tertampil di LCD dan terkirim ke aplikasi telegram.  Perbandingan hasil antara alat pengukur suhu tubuh yang sudah dibuat dan alat pengukur suhu tubuh yang ada di pasaran  yaitu sebesar 0,4%.
Rancang Bangun Detektor Monosodium Glutamate (MSG) pada Makanan Berkuah Berbasis Internet of Things (IoT) Phisca Aditya Rosyady; Yusril Rumagia; Anton Yudhana; Retnosyari Septiyani; Nurina Umy Habibah
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 10, No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v10i1.17854

Abstract

Monosodium Glutamate (MSG) merupakan senyawa yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan agar memiliki cita rasa yang lebih gurih. Produk makanan yang mengandung MSG umumnya tidak mencantumkan dosis atau jumlah MSG yang digunakan. Permasalahan ini mengakibatkan tidak terkontrolnya konsumsi MSG di masyarakat. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan penggunaan MSG secara berlebihan yang menyebabkan kelainan sistem kerja organ tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak dengan jangka waktu yang lama. Pada penelitian ini dibuat Detektor MSG dengan menggunakan Sensor Photodioda khususnya untuk makanan berkuah yang dapat dipantau dari jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) yang ditampilkan pada software Blynk. Pada pengujian ini larutan MSG dipanaskan dan dicampurkan dengan bahan reaksi cairan Ninhidrin untuk mengikat asam amino yang terdapat pada senyawa MSG. kemuadian diukur hasil tegangan dengan detektor secara berkala dalam waktu 30 detik. Hasil penelitian ini diketahui adanya penurunan nilai daya pancar cahaya (LUX) yang diterima Sensor Photodioda dengan rata- rata nilai penurunan untuk sampel kuah sayur bayam sebesar 1713,07 LUX, dan kuah bakso sebesar 2226,24 setiap penambahan 0,2 gram MSG.
Rancang Bangun Otomasi Mesin Pengaduk Semen Menggunakan PLC Omron CP1E Phisca Aditya Rosyady; Azis Mahendra
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 2 (2022): Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i2.15025

Abstract

Kehidupan manusia semakin hari semakin bertambah kompleks oleh karena itu manusia memerlukan sesuatu yang simple dan mudah untuk menyelesaikan sesuatu. Kemajuan teknologi membuat sesuatu menjadi mudah untuk dilakukan dengan cara yang modern sehingga menjadi lebih praktis dan efisien. Contohnya dalam pengolahan bahan bangunan seperti semen dan pasir dengan tujuan membangun rumah dengan lebih mudah dan cepat. Alat pengadukan semen otomatis akan mempermudah pekerjaan tersebut.Dalam artikel ini, penulis membuat rancang bangun otomasi mesin pengaduk semen menggunakan controller PLC (Programmable Logic Control) Omron CP1E dengan memanfaatkan sensor water level untuk menentukan kapasitas tangki air, pompa untuk mengalirkan air dari sumber ke tangki air lalu dari tangki air ke tangki pengaduk setelah itu motor pg-28 menggerakkan tangki pengaduk sebagai fungsi pengadukan dan pengeluaran adonan semen.Hasil penelitian ini menunjukkan suatu sistem otomatis dengan pengendali PLC (Programmable Logic Control) Omron CP1E yang mengolah bahan bangunan semen dan pasir dengan hasil yang cepat dan mudah.