Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Pengasuhan Positif untuk Menurunkan Stres Pengasuhan Ibu Bekerja dengan Anak Usia Prasekolah Meinita Fitriana Sari; Budi Andayani
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.68877

Abstract

Ibu bekerja dengan anak usia prasekolah cenderung memiliki waktu interaksi serta kelekatan yang kurang dengan anak-anak mereka. Oleh karena itu, anak cenderung meniru atau melakukan tindakan atau kata-kata yang tidak sesuai dengan harapan orang tua.  Interaksi antara lingkungan orang tua dan anak yang kurang baik dapat menyebabkan orang tua mengalami masa stres, atau biasa disebut stres pengasuhan. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengukur efektivitas program pengasuhan positif untuk menurunkan tingkat stres pengasuhan dengan meningkatkan efikasi pengasuhan pada ibu bekerja dengan anak usia prasekolah.Hipotesis dalam penelitian ini adalah pelatihan efikasi pengasuhan dapat menurunkan tingkat stres pengasuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan untreated control group pretest posttest design dengan peserta sejumlah sepuluhorang. Analisis data menggunakan analisis statistik non parametric Mann Whitney U Test untuk mengukur perbedaan skor stres pengasuhan dan efikasi pengasuhan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Hasil penelitian membuktikan bahwa program pelatihan pengasuhan positif efektif dalam menurunkan stres pengasuhan pada ibu bekerja (posttest-pretest Z = -2,803 dan p = 0,005 (p<0,05)). Hasil kualitatif menunjukkan adanya perubahan dalam praktik pengasuhan pada ibu bekerja meliputi keterlibatan, pemantauan, serta pembiasaan perilaku positif.
Diskusi Kelompok Terarah dengan Subjek Anak-Anak Budi Andayani; Amitya Kumara
Buletin Psikologi Vol 4, No 2 (1996)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1939.24 KB) | DOI: 10.22146/bpsi.13483

Abstract

Diskusi Kelompok Terarah (DKT) atau Focus Group Discussion (FGD) mulai banyak digunakan sebagai metode pengumpulan data. Metode ini cukup efektif dengan berbagai kelebihannya (Steward dan Shamdasani,1990). Sebagaimana halnya dengan metode wawancara mendalam, DKT memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang jelas karena metode ini memberi kesempatan pada peneliti untuk mendapatkan kejelasan atas informasi yang diberikan atas respondennya.
Male and Female Prostitutes: A Fact of Indonesia Koentjoro Soeparno; Budi Andayani
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 29 No. 4 (2014): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 29, No. 4, 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prostitution had been being a sexy problem easy to talk about but difficult to be studied in depth because of personal, social, and professional risks a researcher should deal with. Prostitution as a field of study had many problems to be considered. The term prostitute it-self was debatable since there were many interests in the choice of using the label “prostitute”, “wanita tuna susila”, “commercial sex worker”, or “woman sex worker” and so on. Various definitions of prostitution in Indonesia indicated different perspectives in the society in per-ceiving prostitution. One perspective considered prostitution as crime, embarrassing the family, and a sin. Another emphasized that prostitutes were family heroes, family bread winners, and were not criminals. Prostitution had been being a beneficial business for every one involved, however, morality became a crucial matter never been considered. The major problem of morality in personal domain was the management of sexual desire. In a wider range, however, prostitution had been entangled with problems of family living and varied complex systems. Intervention to prostitution in Indonesia thus should be based on deep and correct under-standing. The conclusion and suggestions along with prostitution in Indonesia map could fulfil further understanding.