Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Universitas Negeri Malang

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B Di Tk Islam Plus Kidz Lailatus Sabillah; Usep Kustiawan; Lailatus Sabillah; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p143-155

Abstract

Abstract: The M3 (Drawing, Tearing, Sticking) activity is a classroom action research that focuses on efforts to improve children's fine arts skills that combines 3 art activities, namely drawing, tearing, and pasting. The purpose of this study was to improve the artistic ability of children through M3 activities (Drawing, Tearing, Sticking) for children aged 5-6 years. Planning studies using models kurt lewin which in this model there are four components a) Planning, b) Action, c) Observations, and d) Reflection. The development of fine arts skills through M3 activities (Drawing, Tearing, Sticking) had a very good impact on the children of Group B in the Islamic Kindergarten Plus Kidz. Children who were initially hesitant to do drawing, tearing, sticking activities became more confident in carrying out the concept of activities, this was known through the comparison of pre-cycle results which showed a value of 27.27 percent to 81.81 percent in the second cycle. Abstrak: Kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) adalah sebuah penelitian mengenai tindakan kelas yang memiliki fokus untuk melihat bagaimana upaya peningkatkan kemampuan seni rupa pada anak yang memadukan 3 kegiatan seni yaitu menggambar, merobek, dan menempel. Tujuan dari dilakukannya penelitian adalah sebagai upaya untuk peningkatan dari kemampuan seni anak dengan adanya kegiatan M3 terhadap anak yang memiliki rentang usia 5 hingga 6 tahun. Perencanaan penelitian yang digunakan adalah model kurt lewin dimana dalam model ini terdapat 4 komponen a) perencanaan atau planing, b) tindakan atau acting, c) pengamatan atau observing, dan d) refleksi atau reflecting. Pengembangan kemampuan seni rupa melalui kegiatan M3 (Menggambar, Merobek, Menempel) berdampak sangat baik bagi anak Kelompok B di TK Islam Plus Kidz. Anak yang semula ragu-ragu untuk melakukan kegitan menggambar, merobek, menempel menjadi lebih percaya diri dalam melaksanakan konsep kegiatan, hal ini diketahui melalui perbandingan hasil prasiklus yang menunjukkan nilai sebesar 27,27 persen menjadi 81,81 persen pada siklus ke 2.
Penerapan Kegiatan Membatik Jumputan untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rinda Yanuar Wisma; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i22022p161-180

Abstract

Abstract: The development of fine arts in early childhood is a stimulus to develop children's creativity. However, the development of art for the children of group B in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng has not been seen optimally. The child looks doubtful, insecure, and often imitates. Through jumputan batik activities, it aims to increase children's confidence, curiosity, freedom to be creative and free to express their creative ideas. In this study using classroom action research, this research uses 4 stages, namely, planning, implementation, observation and reflection stages. This research was conducted in 2 cycles. This data collection technique uses observation, interview, and documentation techniques. The result of pre-action class success percentage is 41.1 percent. The results showed that in the first cycle the percentage of class success through jumputan batik activities was 61.75 percent with the category less achieved. Meanwhile, in the second cycle, the percentage of class success was 82.3 persen with many categories being achieved. From the results of the research, the jumputan batik activity can improve the fine arts skills of group B children in TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng. Keywords: ; fine arts; early childhood Abstrak Perkembangan seni rupa pada anak usia dini merupakan suatu rangsangan yang dilakukan untuk mengembangkan kreativitas anak. Namun, pada perkembangan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng belum terlihat optimal. Anak terlihat ragu, tidak percaya diri, dan sering meniru. Melalui kegiatan membatik jumputan bertujuan meningkatkan kepercayaan diri anak, rasa ingin tahu, bebas berkreasi serta bebas menuangkan ide-ide kreatifnya. Pada penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, penelitian ini menggunakan 4 tahapan yaitu, tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan 2 siklus. Teknik pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pratindakan persentase keberhasilan kelas sebesar 41,1 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I presentase keberhasilan kelas melalui kegiatan membatik jumputan diperoleh sebesar 61,75 persen dengan kategori kurang tercapai. Sedangkan, pada siklus II di peroleh presentase keberhasilan kelas sebesar 82,3 persen dengan kategori banyak yang tercapai. Dari hasil penelitian maka kegiatan membatik jumputan dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Senggreng.
Penerapan Kegiatan Menggambar, Melipat, Menempel (3M) Untuk Meningkatkan Kemampuan Seni Rupa Anak Kelompok B TK AGAPE Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Shinta Christina Salindeho; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i32022p181-195

Abstract

Abstract: This research aims to improve the fine arts skills of children in group B of AGAPE Kindergarten by implementing 3M activities (drawing, folding, sticking). This research uses the CAR research method (Classroom Action Research). The results showed that the application of 3M activities (drawing, folding, sticking) could improve children's art skills as evidenced by an increase from the first cycle of 55.23 percent to 76.19 percent in the second cycle. Based on the presentation of the results of increasing children's art skills with 3M activities from cycle I to cycle II, it was 20.95 percent. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni rupa anak kelompok B TK AGAPE dengan penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel). Penelitian ini menggunakan metode penelitian PTK (Penelitian Tindak Kelas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan 3M (menggambar, melipat, menempel) dapat meningkatkan kemampuan seni rupa anak terbukti dengan adanya peningkatan dari siklus I sebesar 55,23 persen menjadi 76,19 persen pada siklus II. Berdasarkan pemaparan hasil peningkatan kemampuan seni rupa anak dengan kegiatan 3M dari siklus I ke siklus II sebesar 20,95 persen.
Penerapan Gerak dan Lagu “Bangun Pagi” dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Negeri Pembina 5 Malang Riza Aprilia Kusuma Wardani; I Made Seken; Riza Aprilia Kusuma Wardani; I Made Seken; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.56 KB) | DOI: 10.17977/um065v1i22021p84-90

Abstract

Abstract: This study aims to find out how much the Motion and Song Application in increasing Rough Motoric Ability of Children aged 4-5 years. this study consisted of two variables, namely: Motion and Song and Rough Motorics. This study uses a classroom action research model from Kemmis and Mc. Taggart with stages of planning, action and observation, reflection and improvement plans. The hypothesis proposed in this study is the Application of Motion and Songs can Improve Rough Motoric Ability of Children Aged 4-5 Years in TK 5 Builder of Malang. The results of the study of the application of motion and song showed that through movement and song activity the development of gross motoric abilities of children aged 4-5 years increased. This is evident from the acquisition of the value of the first cycle of 6.25 percent, 18.75 percent, 37.5 percent in three meetings. Cycle II obtained a value of 56.25 percent, 81.25 percent, 87.5 percent in three meetings. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Penerapan Gerak dan Lagu dalam meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 tahun. penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu: Gerak dan Lagu dan Motorik Kasar. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan Mc. Taggart dengan tahapan perencanaan, tindakan dan observasi, refleksi dan perbaikan rencana. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Penerapan Gerak dan Lagu dapat Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun di TK NegeriPembina 5 Malang. Hasil penelitian penerapan gerak dan lagu menunjukkan bahwa melalui kehgiatan gerak dan lagu maka perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia4-5 tahun meningkat. Hal tersebut terbukti dari perolehan nilai siklus I yaitu 6,25 persen, 18,75 persen, 37,5 persen dalam tiga kali pertemuan. Siklus II diperoleh nilai 56,25 persen, 81,25 persen, 87,5 persen dalam tiga kali pertemuan.
MEDIA BERMAIN MISSION CARD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri Nur Atika; Ahmad Samawi; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.101189

Abstract

Kemampuan sosial emosional merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh anak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk media bermain mission card yang sesuai berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, praktisi dan pengguna dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di 3 lembaga TK daerah Kota Malang dengan sampel berjumlah 38 anak yang terdiri dari 8 anak sebagai sampel pada uji coba kelompok kecil dan 30 anak sebagai sampel pada uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari observasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analasis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan validasi ahli media memperoleh persentase 94,79%, ahli materi memperoleh persentase 93,75%, ahli praktisi memperoleh 84,84%. Hasil uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 8 anak memperoleh persentase 95,31%, sedangkan uji coba kelompok besar yang dilakukan pada 30 anak memperoleh persentase 86,66%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa media memiliki kalayakan untuk digunakan sebagai media bermain dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun.
Pengembangan Permainan Nana Varna Berbasis Website untuk Meningkatkan Pengenalan Warna Anak Usia 4–5 Tahun Erlita Rosa Oktaviyanti; Yudithia Dian Putra; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i2.454

Abstract

Kemampuan mengenal warna merupakan bagian penting dari perkembangan kognitif anak usia dini, namun pada praktiknya masih banyak anak usia 4–5 tahun yang mengalami kesulitan dalam membedakan dan menyebutkan warna dasar akibat keterbatasan media pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media permainan edukatif Nana Varna berbasis website dalam meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, serta menerapkan pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif) dalam proses evaluasi produk. Uji coba dilakukan di lembaga pendidikan anak usia dini di Kota Malang dengan melibatkan 30 anak kelompok A sebagai subjek penelitian, serta guru dan orang tua sebagai responden pendukung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan Nana Varna mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal dan membedakan warna dasar, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor setelah penggunaan media dibandingkan sebelum penggunaan. Selain itu, hasil validasi ahli dan tanggapan praktisi pembelajaran menunjukkan bahwa media Nana Varna dinyatakan valid, menarik, dan layak digunakan dalam pembelajaran anak usia dini. Dengan demikian, media permainan Nana Varna berbasis website dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran digital yang inovatif dan efektif dalam mendukung pembelajaran pengenalan warna pada anak usia dini.
Pelatihan Berkomunikasi Edukatif Pendidik Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Bullying di PAUD Eny Nur Aisyah; Tomas Iriyanto; Hardika Hardika; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas; Inayatur Robbaniyah
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i22021p113-123

Abstract

Interaksi komunikasi antar anak usia dini di lingkungan PAUD mengalami peyimpangan perkembangan yang berkonotasi bullying, sehingga kurang berterima di lingkungan sosial. Diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi edukatif bagi pendidik sebagai upaya untuk meningkatkan sikap positif anak yang berkontribusi terhadap perkembangan positif psikologis. Pelatihan ini yang bertujuan mengembangkan keterampilan berkomunikasi edukatif bagi pendidik POS PAUD Kecamatan Sukun Kota Malang. Pelatihan dilaksananakan melalui analisis karakteristik sasaran, penentuan peserta, identifikasi kebutuhan pelatihan, penyiapan materi dan perangkat pelatihan, pelaksanaa pelatihan, diskusi, penyimpulan hasil pelatihan dan, rencana tindak lanjut. Metode pelatihan dilaksanakan melalui diksusi interaktif, dan pendampingan terbimbing baik secara luring maupun daring. Peran aktif peserta selama pelatihan menunjukkan adanya peningkatan wawasan dan keterampilan komunikasi edukatif. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan insitas kehadiran pendidik yang stabil, hasil per tes dan posttest yang menunjukkan peningkatan setelah pelatihan, dan terimplementasinya keterampilan komunikasi edukatif dalam aktivitas pembelajaran anak usia dini. Pelaksanaan kegiatan pelatihan sejenis dapat dilakukan secara berkala dan tidak hanya di pendidik PAUD, agar komunikasi edukatif pendidik dapat berkembang dan terbangun interaksi komunikatif yang baik sesuai kebutuhan dan perkembangan peserta didik.
Pengembangan Media Busy Book Berbasis Practical Life untuk Menstimulasi Kemandirian pada Anak Usia 4-5 Tahun Aftihah Maulidia; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v2i1.269

Abstract

Di era digital ini anak-anak cenderung asik dengan gadget sampai lupa dengan segala hal terutama diri mereka sendiri. Penggunaan gadget secara berlebihan dapat membuat anak malas dan tidak dapat bersikap mandiri di kehidupan sehari-harinya sehingga berbagai kegiatan memerlukan bantuan orang tua. Pemberian stimulasi kepada anak dapat diberikan melalui kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengembangkan media Busy Book berbasis Practical Life untuk mendorong kemandirian anak usia 4-5 tahun dengan pendekatan yang efektif dan menarik. Penelitian ini mengikuti lima tahap Research and Development (R&D): analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE. Subjek penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun. Data dikumpulkan melalui angket dari berbagai validator dan hasil uji coba kelompok kecil dan besar. Data dari angket dan uji coba menunjukkan bahwa media Busy Book berbasis Practical Life sangat valid dan efektif. Hasil validasi oleh ahli dan uji coba kelompok mengindikasikan bahwa media ini sangat efisien dan menarik, serta dapat digunakan untuk menstimulasi kemandirian anak usia 4-5 tahun.
Pengaruh Penggunaan Media Simpai (Hulahoop) terhadap Peningkatan Koordinasi Gerak Mata dan Tangan pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Dharma Wanita Pelem Wilis Yohana Efraim; Pramono Pramono; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v2i2.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap penggunaan media simpai (hulahoop) terhadap gerak mata dan tangan pada anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Pelem. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode eksperimen dengan model pre-experimental designs menggunakan bentuk designs one group pretest-posttest designs. Kelompok pre-eksperimen pretest-posttest merupakan kelompok yang perkembangan ketrampilan motoriknya belum berkembang secara optimal serta membutuhkan treatment atau perlakuan menggunakan media simpai (hulahoop). Pengumpulan data menggunakan teknik observasi (cheklist) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik paramentrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koordinasi gerak mata dan tangan anak sebelum melakukan permainan dengan menggunakan media simpai (hulahoop) dan sesudah melakukan memperoleh hasil penilaian yang signifikan. Hal tersebut juga dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah pada hasil pemberian pretest dan posttest yang baik, sesuai data yang menunjukkan adanya suatu pengaruh koordinasi gerak mata dan tangan dengan menggunakan media simpai (hulahoop) pada anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Pelem.
Perbedaan Kemampuan Regulasi Emosi Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja dalam Praktik Pengasuhan Anak Usia Dini Azahra Khairunnisa; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v2i1.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kemampuan regulasi emosi ibu bekerja dan ibu tidak bekerja dalam praktik pengasuhan anak usia dini di wilayah Kelurahan Sawojajar, Kota Malang. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain komparatif dan melibatkan 100 responden dengan 50 di antaranya adalah ibu bekerja dan 50 lainnya ibu tidak bekerja yang memiliki anak usia dini. Data diperoleh melalui wawancara serta pengisian kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert. Uji T menggunakan alternatif uji non-parametrik Mann-Whitney U Test. Dari hasil analisis terlihat bahwa rata-rata kemampuan regulasi emosi ibu bekerja (89,34) dan ibu tidak bekerja (89,16) berada pada tingkat sedang hingga tinggi, tanpa ada perbedaan signifikan secara statistik (p > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, ibu yang bekerja maupun tidak bekerja di wilayah Kelurahan Sawojajar, Kota Malang, memiliki kemampuan regulasi emosi yang memadai dalam praktik pengasuhan anak usia dini.