Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Universitas Negeri Malang

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Aplikasi Marbel terhadap Perkembangan Kemampuan Membaca Anak Usia 5–6 Tahun Rizqi Nur Fajriyah Firdyanisa; Ahmad Samawi; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2024): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v2i2.330

Abstract

Perkembangan bahasa ialah suatu aspek penting dalam proses tumbuh kembang anak dan proses pembelajarannya sangat wajib diperhatikan, salah satunya yaitu kemampuan membaca. Menurut hasil pra-penelitian, ternyata masih terdapat beberapa anak berusia 5 – 6 tahun yang kemampuan membacanya masih belum optimal, seperti belum mampu mengingat huruf alfabet, belum lancar membaca suku kata, dan sebagainya. Oleh sebab itu, perlu diterapkan pembelajaran interaktif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak melalui pemanfaatan game edukasi yaitu aplikasi Marbel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aplikasi Marbel terhadap perkembangan kemampuan membaca anak usia 5 – 6 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pre-experimental design berupa One-Group Pretest-Posttest Design, serta analisis uji hipotesis Wilcoxon Signed Test. Populasi berjumlah 24 anak yang selanjutnya diambil sampel sebanyak 10 anak dengan menggunakan teknik nonprobability purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lembar asesmen dan lembar observasi asesmen pra-post intervensi skala likert dengan format checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor asesmen post-intervensi yang nilainya jauh lebih tinggi daripada asesmen pra-intervensi. Kesimpulannya adalah penggunaan aplikasi Marbel terbukti efektif terhadap perkembangan kemampuan membaca anak usia 5 – 6 tahun.
Peran Orang Tua dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Madura Anak Usia Dini di TK Masjid Agung Sumenep Nafisah Tridena Juliriyanti; Usep Kustiawan; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2025): SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universita San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/sjpp.v3i1.374

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan bahasa Madura pada anak usia 5-6 tahun di TK Masjid Agung Sumenep. Meskipun bahasa Madura merupakan bagian dari kebudayaan nasional yang dilindungi, penggunaannya semakin berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Kurangnya perhatian terhadap pendidikan bahasa Madura, terbatasnya tenaga pengajar, dan dominasi bahasa Indonesia dalam pendidikan menyebabkan penurunan penggunaan bahasa Madura. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengenalkan dan mengajarkan bahasa Madura sejak dini, dengan lingkungan keluarga yang mendukung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan 22 orangtua murid di TK Masjid Agung Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, bahasa yang digunakan di keluarga dan sekolah cenderung berupa campuran bahasa Indonesia dan Madura. Stimulasi bahasa Madura dilakukan secara formal melalui pembelajaran muatan lokal pada kurikulum Merdeka. Beberapa orangtua, terutama yang berasal dari suku berbeda, lebih sering menggunakan bahasa Indonesia, meskipun ada campuran bahasa daerah. Orangtua berperan penting sebagai komunikator dan fasilitator, meskipun belum mengajarkan bahasa Madura halus karena ketidakfasihan mereka. Anak-anak menunjukkan keterampilan sosial yang baik dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Madura dan mampu berpindah antara bahasa Indonesia dan Madura, meskipun lebih sering menggunakan bahasa campuran. Anak-anak memiliki pengenalan yang baik terhadap kosakata umum bahasa Madura, namun membutuhkan lebih banyak latihan dalam membedakan penggunaan istilah yang tepat dalam konteks formal.
The Relationship between Preschool Children's Numeracy Literacy Ability and Readiness for Primary School in Turen District Aisyatun Nabilla; Eny Nur Aisyah; Rosyi Damayani Twinsari Maningtyas
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jcare.v14i1.23648

Abstract

Numeracy literacy is a crucial factor in shaping logical thinking skills; however, research quantitatively linking numeracy literacy to preschool children's school readiness—particularly within a local context—remains limited. These skills, which encompass number recognition, counting, and pattern comprehension, form the foundation for a child's readiness to enter primary school. This study aimed to determine the relationship between preschool children's numeracy literacy skills and their level of readiness for primary school. A quantitative approach with a cross-sectional correlational design was employed, involving 94 parents of children in "Group B" (the oldest preschool cohort) in Turen District, selected via simple random sampling. Data were collected using a closed-ended, Likert-scale questionnaire measuring numeracy literacy and school readiness—covering cognitive, socio-emotional, motor, and independence aspects—and were subsequently analysed using the Pearson correlation test in SPSS. The results indicated that the children's numeracy literacy and school readiness fell into the moderate category. The Pearson correlation test revealed a strong, significant positive relationship between numeracy literacy and readiness for primary school (r = 0.634; p < 0.05). These findings underscore the importance of targeted, continuous early numeracy literacy stimulation in supporting children as they prepare for the transition to primary school.