Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

VIDEO CUCI TANGAN PAKAI SABUN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN ANAK PRA SEKOLAH Dadang Kusbiantoro; Jazaludin Alamsyah
Surya : Jurnal Media Komunikasi Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2021): Jurnal Surya, Vol. 13, No. 03, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/js.v13i3.319

Abstract

Mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu unsur dari tiga pilar pembangunan Indonesia bidang kesehatan yakni berpola hidup sehat. Video merupakan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran cuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video cuci tangan pakai sabun terhadap kemampuan mencuci tangan pada anak prasekolah.Metode penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental one grup pretest-posttest design. Sampel sebanyak 35 anak usia prasekolah dengan teknik sampling simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisa menggunakan uji wilcoxon sign rank tets.  Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui video cuci tangan sebagian besar (74,3%) tidak tepat dalam melakukan mencuci tangan pakai sabun dan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui video cuci tangan pakai sabun hampir seluruhnya (91,4%) anak mencuci tangan pakai sabun dengan tepat. Hasil uji statistik didapatkan nilai p adalah 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat pengaruh pemberian video mencuci tangan terhadap kemampuan anak prasekolah mencuci tangan. Perlu adanya penggunaan kombinasi variasi media belajar misalnya  mengkombinasikan media video cuci tangan pakai sabun dengan media lain untuk meningkatkan kemampuan cuci tangan anak pra sekolah.Kata Kunci : Video Cuci Tangan, Anak Prasekolah  
ORAL MOTOR MENINGKATKAN REFLEK HISAP BAYI BBLR DI RUANG NICU RS MUHAMMADIYAH LAMONGAN Lilis Maghfuroh; Ely Nurkhayana; Heny Ekawati; Dia Eko Martini; Dadang Kusbiantoro
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 12 No. 1, Januari 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.062 KB) | DOI: 10.34035/jk.v12i1.571

Abstract

BBLR didefinisikan sebagai bayi yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram (WHO,2011). Mekanisme reflek menghisap dan menelan belum berkembang dengan baik pada bayi BBLR. Reflek yaitu suatu gerakan yang terjadi secara otomatis dan spontan tanpa disadari pada bayi normal. Menghisap adalah refleks yang sangat penting pada bayi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh terapi oral motor exercise terhadap reflek hisap bayi BBLR. Desain penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one Group Pretest-post test design dengan tehnik sampling consecutive. Dilakukan selama satu bulan pada 35 bayi BBLR dengan reflek hisap lemah. Tehnik pengumpulan data dengan lembar observasi menggunakan uji statistik paired t test. Hasil penelitian dari 35 bayi BBLR dengan reflek hisap lemah sebelum diberikan oral motor exersise didapatkan hampir seluruhnya bayi BBLR (88,6%) memiliki reflek hisap kuat setelah diberikan oral motor exersise 15 menit selama 7 hari. Dari hasil analisis uji statistic Paired t-test taraf signifikansi ? 0,05 dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution atau SPSS for windows versi 16.0. diperoleh t= -16.233, p=0,000 dimana p<0,05 yang artinya H1 diterima yaitu ada pengaruh terapi oral motor exersise terhadap reflek hisap bayi BBLR. Berdasarkan hasil penelitian, terapi oral motor dapat digunakan sebagai salah satu intervensi bagi bayi BBLR untuk meningkatkan reflek hisap. LBW is defined as a baby whose birth weight is less than 2500 grams at birth (WHO, 2011). The reflex mechanism of sucking and swallowing is not well developed in LBW infants. Reflex is a movement that occurs automatically and spontaneously without being realized in normal babies. Sucking is a very important reflex in infants. The aim of the study was to identify the effect of oral motor exercise therapy on LBW infants' suction reflexes. Pre-experimental research design with one Group Pretest-post test design approach with consecutive sampling technique. Performed for one month on 35 LBW infants with weak suction reflexes. Data collection techniques with an observation sheet using paired t-test statistical tests. The results of the study of 35 LBW infants with weak suction reflexes before being given oral motor exercise found that almost all LBW infants (88.6%) had strong suction reflexes after being given oral motor exercise 15 minutes for 7 days. From the results of the statistical analysis of Paired t-test significance level ? 0.05 using Statistical Product and Service Solution or SPSS for windows version 16.0. obtained t = -16.233, p = 0.000 where p <0.05 which means H1 is accepted that there is an influence of oral motor exercise therapy on LBW infants suction reflexes. Based on the results of the study, oral motor therapy can be used as an intervention for LBW infants to improve suction reflexes
ASSISTANCE TO ANTI-BULLYING CADRES (PEER TEACHING METHOD) ON KNOWLEDGE AND ATTITUDES IN PREVENTING TEENAGE BULLYING Atiul Impartina; Dadang Kusbiantoro; Dian Nurafifah
Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/jcore.v1i2.1043

Abstract

Background: Bullying is an incident that often occurs in everyday life among teenagers, especially at school, even the Minister of Education, Culture, Research and Technology said that the incidence of bullying in Indonesia is still very high, there are 24.4% of students in Indonesia experiencing this incident. In 2020, KPAI recorded 119 cases of child bullying, compared to the previous year there was an increase of 30-60 cases per year. In Lamongan Regency in 2020 there were 22 cases, while in 2021 there was an increase to 42 cases of violence. Objectives: The aim of the research is to determine the effect of mentoring students as anti-bullying cadres using the peer teaching method on knowledge and attitudes in preventing teenage bullying. Method: Evaluation is carried out by comparing work results before and after the intervention is given. Results: The results of the training showed that there was an increase in participants' understanding of bullying prevention (100%), and there was an increase in participants' ability to identify and problem solve bullying cases (83%). Conclusion: Education is needed for students in preventing bullying
Prevalence and Determinant Factors Affecting the Mental Health of Diabetes Mellitus Patients in Lamongan Regency, Indonesia Abdul Rokhman; Nur Hidayati; Dadang Kusbiantoro
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.5754

Abstract

Diabetes mellitus is one of the most prevalent chronic diseases worldwide, who are at a higher risk of developing psychological issues instead of physical complications. Objective to analyze the prevalence and determinant factors associated with mental health issues among diabetes patients. This cross-sectional study involving 71 diabetes mellitus patients in Lamongan Regency between May and August 2023. Data were analyzed using Spearman’s test and logistic regression (α ≤ 0.05). Among the participants, 71.8% were female, 47.9% were aged 55–65 years, and 83.1% were non-smokers. Spearman’s test results indicated no significant association between diabetes type, history of heart disease, history of hypertension, and health insurance status with mental health issues (p = 0.057, p = 0.693, p = 0.925, p = 0.544). However, a significant association was found between physical activity and mental health issues in diabetes patients (p = 0.045). Physical activity was identified as the dominant factor influencing the risk of mental health issues among diabetes patients (p = 0.028, 95% CI = 8.812 [1.267–61.317]). Diabetes patients who engage in strenuous physical activity are eight times more likely to experience mental health issues compared to those engaging in light physical activity.
Hubungan frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien terpasang ventilator di ruang ICU RSUD dr Soegiri Lamongan: The relationship between suction frequency and oxygenation status of patients on ventilators in the ICU of RSUD dr. Soegiri Lamongan Winda Sri Ramadhani; Isni Lailatul Maghfiroh; Dadang Kusbiantoro
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2955

Abstract

Oksigenasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang metabolisme sel, mempertahankan kehidupan, serta mendukung fungsi berbagai organ tubuh. Pasien dengan kondisi gagal napas yang dirawat di ruang perawatan intensif umumnya memerlukan ventilator mekanik sebagai alat bantu pernapasan. Selama penggunaan ventilator, sering terjadi penumpukan sekret pada jalan napas yang dapat menyebabkan obstruksi dan menurunkan status oksigenasi. Salah satu tindakan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah suction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi tindakan suction dengan status oksigenasi pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang Intensive Care Unit RSUD Soegiri Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap frekuensi suction serta pengukuran status oksigenasi yang meliputi saturasi oksigen dan frekuensi pernapasan setelah tindakan suction dilakukan dengan menggunakan pulse oximetry. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi suction dengan status oksigenasi pasien yang terpasang ventilator mekanik. Tindakan suction yang dilakukan secara tepat terbukti membantu menjaga kebersihan jalan napas dan meningkatkan status oksigenasi pasien. Oleh karena itu, suction merupakan intervensi keperawatan yang penting dalam perawatan pasien dengan ventilator mekanik
Hubungan penggunaan media sosial dan tingkat stress dengan kejadian insomnia pada mahasiswa: The relationship between social media use and stress levels with the incidence of insomnia in stundents Enik Purnamasari; Dadang Kusbiantoro; Arifal Aris
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2991

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan kesulitan untuk memulai tidur, mempertahankan tidur, atau bangun terlalu pagi dan tidak dapat tidur kembali. Masalah ini banyak dialami oleh mahasiswa karena berbagai tekanan, salah satunya adalah penggunaan media sosial secara berlebihan dan tingkat stres yang tinggi. Jika tidak ditangani, insomnia dapat menyebabkan penurunan daya konsentrasi, gangguan emosional, serta menurunnya prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Keperawatan semester IV Universitas Muhammadiyah Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik pendekatan cross-sectional dan melibatkan 67 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner Insomnia Severity Index (ISI), Depression Anxiety Stress Scale (DASS), dan kuesioner penggunaan media sosial. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan media sosial dengan kejadian insomnia dan juga antara tingkat stres dengan kejadian insomnia. Berdasarkan hasil tersebut penggunaan media sosial dan tingkat stress dapat mempengaruhi terjadinya insomnia. Maka dapat disimpulkan bahwasanya semakin tinggi frekuensi dan durasi penggunaan media sosial serta tingkat stres, semakin besar risiko mengalami insomnia
Pain Scale Reduction After a Morning Walking Program among Older Adults with Osteoarthritis: A One-Group Pretest-Posttest Study at Tlogosadang Health Center Nadia Nasywa Candraningtyas; Dadang Kusbiantoro; Masunatul Ubudiyah
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 3 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i3.1025

Abstract

Background: Osteoarthritis is a common degenerative joint condition in older adults and is frequently accompanied by pain, stiffness, limited mobility, and reduced quality of life. Exercise is recommended in osteoarthritis management, and walking is a low-cost activity that may be feasible in community and primary health service settings. However, evidence from small primary-care-based morning walking programs remains limited, particularly when pain medication use and the absence of a control group are considered. Objective: This study aimed to examine changes in osteoarthritis knee pain scores after a structured morning walking program among older adults in the working area of Tlogosadang Health Center, Paciran District, Lamongan Regency, Indonesia. Methods: This quantitative pre-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The sample included 35 older adults with knee osteoarthritis selected by consecutive sampling from February to March 2026. Eligible participants were aged over 60 years, had controlled knee joint pain and limited knee movement, were able to walk, and provided informed consent. The morning walking program was delivered for 15 minutes, twice weekly for 3 weeks. Pain intensity was measured before and after the program using the Numeric Rating Scale (NRS). Data analysis treated NRS as paired ordinal pain data. The Shapiro-Wilk test was used as a distributional check, and the Wilcoxon signed-rank test was selected as the primary inferential test. Results were reported with Z statistic, p-value, and effect size r. Results: Before the program, 22 participants (62.9%) reported mild pain, 12 (34.3%) reported moderate pain, and 1 (2.9%) reported severe pain. After the program, 2 participants (5.7%) reported no pain, 28 (80.0%) reported mild pain, and 5 (14.3%) reported moderate pain. The number of respondents with moderate-to-severe pain decreased from 13 (37.2%) to 5 (14.3%). The mean NRS score decreased from 3.17 ± 1.38 to 1.86 ± 1.31, with a 1.31-point absolute reduction and an approximate 41.3% relative reduction from baseline. The Wilcoxon signed-rank test showed a statistically significant within-participant reduction (Z = -4.372, p < 0.001), with a large effect size (r = 0.74). Conclusion: Older adults with osteoarthritis showed a statistically significant reduction in pain scores after the 3-week morning walking program. Because this study had no control group and 25 participants (71.4%) reported using pain or anti-inflammatory medication, the findings should be interpreted as an observed pre-post reduction rather than definitive evidence of an independent intervention effect. Morning walking may be considered as a feasible supportive activity for older adults with osteoarthritis when safety screening and individual physical capacity are considered, but controlled studies with medication monitoring, adherence data, and adverse-event reporting are needed.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Audiovisual terhadap Pengetahuan Bahaya Rokok Elektrik pada Siswa SMA Panca Marga 1 Lamongan Ahmad Hikam Ramadhoni Muafi; Dadang Kusbiantoro; Arifal Aris
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2026): July : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i3.1439

Abstract

Rokok elektrik semakin banyak digunakan remaja karena dianggap lebih aman daripada rokok konvensional, padahal produk ini tetap mengandung nikotin dan bahan kimia yang dapat menimbulkan dampak kesehatan. Pengetahuan remaja yang belum memadai menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat persepsi keliru terhadap rokok elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis audiovisual terhadap pengetahuan bahaya rokok elektrik pada siswa SMA Panca Marga 1 Lamongan. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan satu kelompok pra-uji pasca-uji. Sampel berjumlah 67 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan baik dari 10 responden (14,9%) sebelum intervensi menjadi 49 responden (73,1%) sesudah intervensi. Hasil uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pendidikan kesehatan berbasis audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya rokok elektrik dan dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan di sekolah secara menarik, mudah dipahami, relevan, komunikatif, dan sesuai karakteristik remaja saat ini secara berkelanjutan dan optimal.
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Pola Makan Pada Lansia Usia Akhir Dengan Kejadian Hipertensi Di Desa Gedangan Dinda Oktaviani Riwayanti; Dadang Kusbiantoro; Inta Susanti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5964

Abstract

Peningkatan jumlah penderita hipertensi yang semakin bertambah disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya perubahan gaya hidup masyarakat secara global, rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan termasuk mengurangi mengkonsumsi garam, lemak, gula, dan kalori yang terus meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan pola makan pada lansia di Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 50 responden dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi tekanan darah. Analisa data menggunakan uji Spearmen dan Chi square dengan nilai α = <0,05. Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan uji Spearmen didapatkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian Hipertensi pada lansia dengan nilai p=0,012, dan hasil uji dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan bahwa ada hubungan pola makan dengan kejadian Hipertensi pada lansia dengan nilai p=0,037. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan pola makan pada lansia di Desa Gedangan Kecamatan Sukodadi Kabupaten Lamongan. Dari penelitian ini disarankan kepada keluarga lansia bahwa pentingnya untuk meningkatkan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik akan membuat lansia dapat mengatur pola makan yang baik sehingga lansia lebih bisa untuk mengontrol tekanan darah tersebut.