Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI KUANTITATIF KANDUNGAN FORMALIN PADA BAHAN PANGAN MENTAH DI PASAR TRADISIONAL KOTA YOGYAKART Sri Wijayanti Wulandari; Nina Sakina Lessy; Eka Supriyatin
Bioma : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 8, No 1 (2019): Bioma
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v8i1.4696

Abstract

Bahan tambahan pangan (BTP) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat dan atau bentuk pangan. Formaldehid merupakan salah satu substansi yang sering digunakan sebagai BTP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar formaldehid dalam bahan pangan mentah yang dijual di pasar tradisional Kota Yogyakarta. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahu putih, mie basah, ikan pindang, dan ikan asin. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan di Laboratorium Biologi UAD menggunakan formalin test-kit dan spektrofotometer. Sampel positif formaldehid dengan pengujian test-kit dianalisis lebih lanjut dengan SPSS. Persamaan regresi linier yang digunakan adalah linier y = 5E-06x – 0,0028 dengan R2 sebesar 0,9977. Data menunjukkan bahwa terdapat 10 sampel dari total 92 sampel yang positif mengandung formaldehid dengan konsentrasi 4358, 8441, 30310, 11436, 9348, 16154, 7624, dan 9348 ppm. Konsentrasi ini kemudian diuji secara statistic menggunakan One-sample T Test dan didapatkan hasil p value < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa konsentrasi formaldehid pada sampel ikan asin secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kadar formaldehid yang dapat ditolerir oleh tubuh, yaitu 108 mg/kg berat badan. Kata kunci: formaldehid, bahan pangan mentah, pasar tradisional, analisis kuantitatif
ANTISPERMATOGENIC ACTIVITY OF ETHANOLIC EXTRACT OF CALINA PAPAYA LEAVES ON SEMINIFEROUS TUBULES WISTAR RATS Haris Setiawan; Sri Wijayanti Wulandari; Erlita Devi Agustina
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 15, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.838 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v15i1.18435

Abstract

Indonesia is a country with high birth rate and the rate continues to increase each year. Methods to reduce high birth rate are needed, especially herbal based contraceptives. This research aims to study the possibility of Calina papaya leaf ethanolic extract as an antispermatogenic agent which hopefully could be expanded into natural antifertiliy drug candidate. Research was done using 24 white male Wistar rats divided into four groups. Dosages were given as follows: 0 mg/Kg W (control group), 100 mg/Kg W (P1), 200 mg/Kg W (P2) and 300 mg/Kg W (P3). Treatment was given in 30 days period. Rats were sacrificed on Day 31 and the testes were taken. Testes were then made into histological specimen using paraffin block and stained using Haematoxylin-Eosin. The diameter and surface area of seminiferous tubules, lumen surface area, and spermatogenesis index were then observed. Results showed that there is a significant difference (p0.05) on lumen surface area and spermatogenesis index between control and treatment groups. It is also found that the optimum dosage given to attain the desirable effect is 300 mg/Kg W. There is no significant difference found on surface area and diameter of tubulus seminiferous between control and treatment group (p0.05). Based on the results, papaya leaf (Calina variety) ethanolic extract has the potential a natural antispermatogenic with the optimum dose of 300 mg/Kg W.