Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) bagi Masyarakat di Kelurahan Sungai Sapih Arlayati Arlayati; Ikhwan Ikhwan
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v8i2.1083

Abstract

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan sosial bersyarat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui akses lebih baik ke pendidikan dan kesehatan. Namun, efektivitas PKH di Kelurahan Sungai sapih masih belum efektif dikarenakan masyarakat masih memanfaatkan bantuan PKH untuk kebutuhan yang lain seperti membayar hutang, membeli perlengkapan dapur. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) Bagi masyarakat di Kelurahan Sungai Sapih. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teori struktural fungsional dari Robert K. Merton yang menjelaskan bahwa setiap konsekuensi-konsekuensi atau dampak yang disadari akan menciptakan penyesuaian dalam suatu sistem. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan 13 informan dengan kriteria yaitu Lurah Sungai Sapih, Pendamping PKH, dan penerima PKH. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dilakukan kepada informan yang terlibat sebagai Penerima PKH, serta studi dokumentasi dikumpulkan melalui dokumen yang ada di Kantor Sungai Sapih. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sungai Sapih dapat dievaluasi berdasarkan lima indikator menurut Sutrisno: pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. PKH telah membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, namun belum sepenuhnya efektif dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan. Hambatan utama terlihat pada indikator tercapainya tujuan, sebagian penerima masih menggunakan bantuan untuk keperluan di luar ketentuan, seperti membayar utang, membeli perlengkapan dapur, modal usaha, dan kebutuhan sehari-hari. Hal ini tidak sesuai dengan tujuan PKH sebagaimana tertuang dalam Permensos No. 1 tahun 2018.
Peran Pandai Besi dalam Kebertahanan Industri Kerajinan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Nagari Sungai Pua Kabupaten Agam Nailatul Husna; Anggita Mutia Sari; Marsya Fitri Sazali; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab menurunnya industri pandai besi di Nagari Sungai Pua serta mengeksplorasi upaya yang dilakukan oleh pengrajin, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam mempertahankan eksistensinya. Daya tarik utama penelitian ini terletak pada kombinasi antara nilai ekonomi dan budaya dari profesi pandai besi yang menjadi simbol identitas lokal, namun kini terancam punah karena tekanan modernisasi. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam wacana pembangunan berbasis komunitas dan pelestarian warisan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan berjumlah tujuh orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima orang pengrajin aktif dengan pengalaman kerja minimal sepuluh tahun, satu tokoh masyarakat yang merupakan mantan pengrajin, serta satu aparatur pemerintah nagari yang membidangi urusan ekonomi. Observasi dilakukan secara langsung di bengkel kerja pengrajin dengan keterlibatan aktif peneliti dalam mengamati proses produksi, interaksi sosial, serta kondisi lingkungan kerja. Studi dokumentasi mencakup pengumpulan data sekunder seperti laporan LKPJ Nagari, arsip, foto, dan dokumen terkait lainnya. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman, yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui pendekatan ini, penelitian berhasil mengungkap bahwa penurunan industri ini disebabkan oleh kelangkaan bahan baku, rendahnya minat generasi muda, persaingan dengan produk pabrikan, dan lemahnya dukungan sistemik. Sementara itu, upaya mempertahankan keberlangsungan dilakukan melalui adaptasi teknologi, promosi digital, serta kolaborasi terbatas antara pengrajin dan pemerintah. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan industri pandai besi sangat bergantung pada sinergi kolektif untuk menjaga keseimbangan antara fungsi ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa Perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Nadyan Achmad; Rizky Azzrany; Najwa Izzatul Waafirah; Feby Tria Octari; Zahara Rijani; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Negeri Padang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena permasalahan komunikasi mahasiswa perantau sering terjadi di lingkungan mahasiswa karna mereka perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berkaitan tentang bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan terhadap 10 mahasiswa perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang angkatan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami dinamika yang kompleks, meliputi kesulitan memahami bahasa antarbudaya, hambatan lainnya yaitu mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, strategi yang digunakan dalam mengatasi hambatan ini diantaranya belajar bersama teman lokal dan mengikuti komunitas bahasa daerah untuk memahami budaya, menyesuaikan gaya komunikasi, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa perantau dengan lingkungan sekitar.
Literasi Digital Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang dalam Penggunaan Platform X sebagai Media Informasi Tiara Putri Anggraini; Syifah Ayu Lia Sabrina; Rice Yunica Azkia; Shifa Hulqha Andari; Zaki Ibnu Rasyid; Zaki Mubarok Arrafly; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.191

Abstract

Penelitian ini menjelaskan literasi digital mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang dalam menggunakan platform X sebagai media informasi. Permasalahan utama penelitian adalah masih bervariasinya kemampuan mahasiswa dalam menyeleksi, memahami, dan memverifikasi informasi di tengah arus informasi digital yang cepat. Penelitian bertujuan mengetahui strategi mahasiswa dalam menilai kredibilitas sumber, menyikapi berita viral, serta kecenderungan mereka dalam membagikan informasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki sikap kritis dalam menerima informasi, seperti memeriksa sumber resmi dan membandingkan informasi dari berbagai platform sebelum membagikan konten. Namun, beberapa mahasiswa masih bersikap pasif dan hanya memverifikasi informasi tertentu. Secara keseluruhan, literasi digital mahasiswa tergolong baik, tetapi konsistensi verifikasi informasi masih perlu ditingkatkan.