Husnah Husnah
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN, PERTUMBUHAN DAN STIMULASI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA BALITA DI POSYANDU MELATI KUTA ALAM BANDA ACEH Husnah Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 15, No 2 (2015): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi dari tubuh yang lebih kompleks sebagai suatu proses pematangan yang dicapai oleh anak. Anak pada usia balita (bayi tiga tahun) merupakan landasan penting yang nantinya akan mempengaruhi perkembangan anak pada masa selanjutnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pola makan, pertumbuhan dan stimulasi yang diberikan dengan perkembangan anak balita di Posyandu Melati Banda Aceh. Jenis penelitian Analitik Observasional dengan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel secara Accidental Sampling dari tanggal 2 November sampai dengan 4 Desember 2014 dengan jumlah sampel 47 anak. Hasil penelitian didapatkan pola makan yang benar 35 anak (74%) dan pola makan salah 12 anak (26%), anak dengan pertumbuhan normal 36 anak (77%) dan pertumbuhan tidak normal 11 anak (23%), dan stimulasi baik 31 anak (66%) dan stimulasi kurang 16 anak (34%) dengan perkembangan normal 26 anak (55%) dan dicurigai 21 anak (45%). Hasil uji Chi-Square terdapat hubungan antara pola makan (p = 0,00), pertumbuhan (p = 0,043) dan stimulasi (p = 0,003) dengan perkembangan anak. Kesimpulan, perkembangan anak balita berhubungan dengan pola makan, pertumbuhan dan stimulasi yang diberikan.Abstract. Development is the increasing ability of the structure and fuction of the body that is more complex as a naturation process that is achieved by children. Children at age of toddlers (baby three years old) is an important thing which will affect the child’s development in the future. Research goal was to determine the relationship between diet, growth and stimulation provided by the development of a toddler in Melaty Posyandu, Banda Aceh. Type of analiltical obserbational study with cross sectional design. This research using accidental sampling from 2 November until 4 December 2014 with a sample of 47 children. The result showed that the correct diet 75 children (74%) and wrong diet of 12 children (26%), children with normal  growth of 36 children (77%) and abnormal growth of 11 children (23%), stimulation of either 13 children  (66%) less stimulation of 16 children (34%) with normal development of 26 children (55%) and suspected of 21 children (45%). Chil-square test results there is a relationship between diet (p=0,000), growth (p=0,043) and stimulation (p=0,003) with the development of toddler related to diet, growth and stimulation provided.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN ANTENATAL CARE DENGAN KONSUMSI TABLET BESI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS ULEE KARENG KARENG BANDA ACEH Husnah Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 3 (2012): Volume 12 Nomor 3 Desember 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab utama anemia pada kehamilan sehingga tablet besi direkomendasikan untuk seluruh wanita hamil di berbagai negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui hubunganpengetahuan,sikap dan antenatal care dengan konsumsi tablet besi pada ibu hamil di Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan Cross sectional survey dimana tujuan peneliti untuk melihat hubungan, pengetahuan, sikap, dan antenatal care ibu hamil  terhadap konsumsi tablet besi. Populasi adalah ibu hamil yang berkunjung ke ruang Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh dan sampel dipilih  secara Accidental Sampling pada ibu hamil trimester III dari tanggal     1 November sampai dengan 20 Desember 2011 dengan jumlah 32 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan bila tidak terpenuhi persyaratannya maka digunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,1% responden mengkonsumsi tablet besi sesuai anjuran. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), sikap (p=0,026 RP=2,0 (95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) dengan konsumsi tablet besi. Abstract. Iron deficiency anemia is one of the main causes of deficiency anemia during pregnancy. As a result, iron tablets have been recommended to be consumed by pregnant women all over the world.. It is assumed that the pregnant women consumed less food that contains sufficient iron. The aim of this research is particularly to figure out the knowledge, attitude and antenatal care that related to Iron tablet consumption during pregnancy in Public Health ClinicUlee Kareng, Banda Aceh. Analytics observasional by designing Cross Sectional Survey was used in order to investigate the relationship between knowledge, attitude, and antenatal care of pregnant women and their consumption of iron tablets. The population of this research was pregnant women who came to Mom and Kids room in Public Health Clinic Ulee Kareng, while Accidental Samplingwas used to choose pregnant women who were in III trimester, particularly from November 1 to December 20, 2011. In this case,the number of total respondents was 32. Furthermore, this research employed univariat and bivariat analysis with Chi-Square. However, if the requirement was not sufficient, Fisher’s Exact Test would be utilized then. The result of this research has shown that 53,1% of respondent consumed Iron tablets accurately. The result of bivariat analysis has shown a clear relationship between knowledge (p=0,003 RP=2,6(95% CI=1,3-5,4), attitude (p=0,026 RP=2,0(95% CI=1,0-4,03), antenatal care (p=0,000 RP=4,1(95% CI=1,4-11,6) and iron tablet consumption. 
TATALAKSANA OBESITAS Husnah Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 2 (2012): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penahan guncangan organ dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko penyakit metabolik. Obesitas dapat dicegah dengan aktivitas fisik, diet, obat-obatan dan operasi.Abstract. Obesity is a condition where on overweight of body mass happen as a result of body fat deposit. Every human being need a number of body fat as storage of energy, prevent loss of body heat, provide protection for the vital internal organs, etc. Most woman havemore percentage of body fat compared to man (25-30% in woman compared to 18-23% in man). Women with more than 30% body fat and man with more than 25% of body fat are considered obese. Obesity is oneof risk factors for metabolic diseases. Obesity  can be prevented by balance physical activity, proper diet, medicines and surgeries.            
HUBUNGAN PENGETAHUAN DIET PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT PASIEN GOUT ARTHRITIS Husnah Husnah; Dewi Chamayasinta Rahmatika
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 13, No 1 (2013): Volume 13 Nomor 1 April 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gout Arthritis adalah penyakit akibat kelainan metabolisme asam urat yang disebut hiperurisemia. Prevalensi gout arthritis di Indonesia 1,6-13,6 per seribu penduduk. Hiperurisemia adalah kadar asam urat 7 mg/dl pada pria dan 6 mg/dl pada wanita. Hiperurisemia disebabkan oleh produksi asam urat yang meningkat dan ekresi asam urat yang rendah. Diet purin adalah salah satu faktor yang meningkatkan kadar asam urat. Pengetahuan diet purin merupakan hal yang membutuhkan perhatian. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan diet purin dengan kadar asam urat pasien gout arthritis. Penelitian analitik dengan studi cross sectional dilakukan pada 52 responden dengan metode consecutive sampling. Penelitian dari tanggal 24 Oktober-31 Desember 2012 Poli dan Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Pengetahuan diukur dengan kuisioner dan kadar asam urat dengan melihat hasil laboratorium atau dari rekam medik pasien. Hasil penelitian 80,7%  responden adalah usia 19-60 tahun. Responden perempuan 55,8%. Responden tidak bekerja 34,6%. Pengetahuan kurang 71,1% dan sebagian besar adalah responden hiperurisemia 75%. Hasil analisis  uji Fisher Exact test didapat p-value 0,005 (α 0,05). Terdapat hubungan antara pengetahuan diet purin dengan kadar asam urat pasien gout arthritis di Kota Banda Aceh.Abstract. Gout Arthritis is a disease caused by abnormal metabolism of uric acid that is called hyperuricemia. The prevalence of gout in Indonesia 1,6 to 13,6 per thousand population. Hyperuricemia is a condition when uric acid levels 7 mg / dl in men and 6 mg / dl in women. Hyperuricemia is caused by increasing production of uric acid and low excretion of uric acid. Purine diet is one of the factors that increase  the levels of uric acid. Knowledge of purine diet is that needs attention. This study aimed to determine the relationship between knowledge purine diet with high levels of uric acid gout arthritis patients. Analitic method with cross-sectional study conducted in 52 respondents were taken with consecutive sampling method. The research was conducted on 24th October to 31th December 2012 in the Department of Internal Medicine RSUD dr. Zainoel Abidin of Banda Aceh. Knowledge is measured by the questionnaire. Uric acid levels were measured by looking at the lab results from the patient or  medical record.The results  showed as much as 80,7% of respondents were aged 19-60 years. Female respondents was 55,8%. Respondents who did not work was 34,6%. The respondents have less knowledge level is 71,1% and the respondents were hyperuricemia 75%. From the analysis results using Fisher's Exact test, obtained p-value0,005 (alpha 0,05).There is a relationship between knowledge purine diet with high levels of uric acid gout arthritis patients in Banda Aceh. 
GAMBARAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI MAHASISWA KULIAH KLINIK SENIOR (KKS) DI BAGIAN OBSGYN RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Husnah Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 Nomor 1 April 2012
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Masalah kekurangan dan kelebihan gizi merupakan masalah yang sangat penting karena dapat menjadi faktor resiko penyakit-penyakit tertentu dan penurunan produktivitas kerja. Status gizi merupakan refleksi dari apa yang kita konsumsi. Status gizi dikatakan baik bila pola makan kita seimbanga baik jumlahnya, frekuensi dan jenis makanan yang kit konsumsi hafrus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan pola makan yang benar kita akan mempunyai status gizi yang normal. Telah dilakukan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional survey mengenai “Gambaran  Pola Makan dan Status Gizi pada Mahasiswa Kuliah Klinik Senior (KKS) di bagian obstetri dan gynecologi (OBGYN) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi  ditinjau dari pola makan mahasiswa Kuliah Klinik senior (KKS) di bagian OBGYN RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh periode Mei-Juni 2011. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal  23 Mei sampai dengan 24 Juni 2011. Sampel diambil dengan metode nonprobability sampling, teknik total sampling sejumlah 47 responden. Dari hasil penelitian terhadap 47 responden diperoleh gambaran mahasiswa  dengan status gizi kurang sebanyak 7 responden (14,89%), mahasiswa  dengan status gizi normal sebanyak 31 responden (65,96%), mahasiswa  dengan status gizi pre obese sebanyak 6 responden (12,77%) dan mahasiswa  dengan status gizi obese sebanyak 3 responden (6,38%). Responden dengan pola makan benar sebanyak 27 responden (57,45%) dan pola makan salah berjumlah 20 responden (42,55%). Abstract. Molmetritient and over nutritient problems are very important cose, because it can be a risk factor in same disease and it can decrease their working products. Nutritional status is a reflection from what we consume. Nutritional status would be good when we get balance food consumption which means that amount, frequency and kind of food we eat is what we need with be good food comsumption we have the nutritional status normality. A descriptive research have been conducted with cross-sectional survey method. The objective of this research is to determine the nutritional status based on food consume behavior at senior clinical student in obstetric and gynecology department of Zainoel Abidin district general hospital in May until June 2011 Period. This research was conducted  from May 23nd until June24th 2011. Samples were collected by total sampling method as much as 47 respondents. The result of the research showed that from 47 respondents, 7 respondents (14,89%) were under nutritional status,  31 respondents (65,96%) were normal nutritional status, 6 respondents (12,77%)  were pre obese  nutritional status,   and 3 responden (6,38%) were obese nutritional status. The respondents with good food consume behavior were 27 respondents (57,45%) and 20 respondents (42,55%) were clasify as incorrect consume behavior.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEGARAN JASMANI SISWA SMP NEGERI 8 BANDA ACEH TAHUN 2012 Zora Ulfa; Husnah Husnah
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 15, No 1 (2015): Volume 15 Nomor 1 April 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kesehatan terkait persoalan remaja diantaranya aktivitas fisik, nutrisi dan kesegaran jasmani. Aktivitas fisik dan status gizi merupakan faktor yang sangat berhubungan dengan tingkat kesegaran jasmani. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dan status gizi dengan kesegaran jasmani. Pe nelitian analitik dengan desain cross sectional dilakukan pada 87 siswa SMP Negeri 8 Banda Aceh bulan September sampai Desember 2012. Kesegaran jasmani diukur dengan harvard step pengukuran status gizi dengan mengukur berat badan dan tinggi badan dan pengisian kuisioner Physical Activity Questionnaire of Adolescent dan Physical Activity Questionnaire of Children untuk menilai aktivitas fisik. Analisis menggunakan uji Chisquare. Hasil penelitian dari 87 subjek terdiri dari 43 laki -laki dan 44 perempuan, didapatkan kesegaran jasmani sedang 50.4%, kurang 49.6%. Siswa laki - laki kesegaran jasmani lebih baik dari pada siswa perempuan (29%). Hasil uji chi - square adanya hubungan antara status gizi dengan kesegaran jasmani p value = 0.016 dan terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kesegaran jasmani dengan p value = 0.00.