Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effect of Tandem Flocculation Agent System on Lime Mud NPE (Non Process Element) Ahmad Wahyu Shaputra; Rachmawati Apriani
Eksergi Vol 19, No 3 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v19i3.7893

Abstract

Non Process Element (NPE) is an impurity substance that is not expected to be present in the caustic system because it can cause disruption to the process and affect the product quality. One way to minimize NPE input is through the process of clarifying raw green liquor into clean green liquor using the coagulation-flocculation method with PDADMAC and A-PAM chemicals. The aim of this study is to determine the effect of tandem flocculation agent system on lime mud NPE taking into account the quality standards of several Non Process Element (NPE) compounds in lime mud, as follows : P2O5 <1%, SiO2 < 0.5%, MgO < 0.75%, Fe2O3 < 0.3%, Mn2O3, and Al2O3 < 0.5%. The clean green liquor production uses variations in PDADMAC doses (0, 3, and 5 ppm), while the A-PAM dose is fixed at 7 ppm for each variation. The results show that the optimal dose ratio of PDADMAC: A-PAM from a technical point of view is the second variation ( PDADMAC 3 ppm: A-PAM 7 ppm), where the P₂O₅ value : 0.7159%, SiO2 : 1.4856%, MgO : 0.2234%, Fe2O3 : 0.2568%, Mn2O3 : 0.0055% , and Al2O3 : 0.5988%. But, the SiO2 and Al2O3 compounds at this dose ratio still exceed the lime mud quality standard. However, the dose ratio of PDADMAC 3 ppm : A-PAM 7 ppm showed more significant result than the other ratios.
Pengaruh Penambahan Pulp Bambu sebagai Blending Material dengan Variasi Freeness terhadap Sifat Fisik dan Optik Kertas Coklat Apriani, Rachmawati; Fatmawati Hasanah, Siti
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.565

Abstract

Tren transaksi e-commerce yang semakin meningkat akan mendorong kebutuhan kertas coklat terus tumbuh. Tingginya permintaan kertas menjadi tantangan bagi industri pulp dan kertas di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi. Tentunya hal ini seharusnya juga diimbangi oleh ketersediaan bahan baku yang memadai. Kebutuhan NUKP untuk industri pulp dan kertas akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen untuk kertas coklat. Sehingga perlu adanya sumber selulosa lain yang memiliki karakteristik yang sama atau lebih baik dari NUKP sebagai material pembuatan kertas. Kandungan selulosa pada bambu cukup tinggi, sekitar 42,4-53,6%. Untuk meningkatkan kekuatan serat dilakukan proses refining/beating. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan pulp bambu sebagai sumber serat alternatif pada kertas coklat. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode eksperimental. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat fisik dan sifat optik. Pengujian sifat fisik kertas meliputi thickness, bulky, tensile, bursting, dan tearing strength. Sedangkan untuk sifat optik kertas dilakukan uji warna L*a*b*. Variasi dilakukan dengan beating secara terpisah untuk masing-masing stock (LOCC, NUKP, dan pulp bambu) serta beating mix yang dilakukan bersamaan antara NUKP dan pulp bambu. Komposisi pembuatan handsheet dengan campuran bahan baku LOCC, NUKP, dan pulp bambu (L:N:PB) yaitu 40%:60%:0%, 40%:50%:10%, dan 40%:40%:20%. Pulp bambu dapat digunakan sebagai alternatif atau substitusi penggunaan NUKP sabagai material. Pulp bambu memiliki nilai thickness, bulky, tensile, dan L* lebih tinggi, serta nilai tearing yang hampir menyamai NUKP. Nilai tertinggi didapatkan dengan penambahan pulp bambu sebesar 20% pada 480 csf untuk nilai tensile dan tearing sebesar 57,944 Nm/g dan 22,718 Nm2/g. Pada penambahan pulp bambu nilai bursting lebih rendah dibandingkan tanpa penambahan, dengan nilai 36,046 gm2/gcm2 pada 480 csf. Penambahan pulp bambu membuat warna handsheet menjadi kekuningan. Didapatkan nilai L* sebesar 60,365, nilai a* sebesar 4,660, dan nilai b* sebesar 22,850 pada penambahan 20% pulp bambu.
PENGAPLIKASIAN INSTALASI MEMBRAN KERAMIK DARI JERAMI DAN TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI LINGKUNGAN DESA SUKARINGIN Nurul Ajeng Susilo; Rachmawati Apriani; Novelita Wahyu Mondamina
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air di Kawasan Kabupaten Bekasi secara kuantitas cukup banyak, tetapi kualitas air yang tersedia saat ini belum dapat digunakan secara langsung karena air permukaan memiliki kualitas rendah. Oleh karena itu, diperlukan proses pengolahan air sederhana yang dapat dibuat oleh UMKM untuk memenuhi kebutuhan air bersih skala rumah tangga. Tujuan kegiatan membuat dan mengaplikasikan instalasi alat penyaringan air dengan memanfaatkan Jerami padi dan tandan kosong sawit sebagai bahan baku media membran filtrasi yang bahan bakunya tersedia di Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan adalah survey lokasi identifikasi masalah Desa Sukaringin, merancang dan membuat Teknologi tepat guna, sosialisasi dan mengaplikasikan Teknologi di Desa Sukaringin. Pada tahap perancangan dilakukan penelitian pembuatan membrane keramik. Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan membran keramik yaitu tandan kosong sawit, jerami padi, serbuk besi dan tanah liat.Parameter yang divariasikan adalah perbedaan tekanan operasi yaitu 10,3 ; 15,3 ; 18,3 psi  dengan waktu operasi 15, 30, 45 dan 60 menit. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini, instalasi pengolahan air limbah menggunakan membran keramik ini sudah terpasang di SMAS IT AL-Maidah Desa Sukaringin. Kualitas air hasil pengolahan sudah memenuhi standar secara organoleptic dan visual yang diukur berdasarkan parameter pH, kandungan oksigen dalam air, warna, bau dan rasa.
Kombinasi CaCO3, PAC (Poli Aluminium Klorida), dan Kationik Polimer Sebagai Color Removal Air Limbah Industri Kertas Apriani, Rachmawati
JURNAL VOKASI TEKNOLOGI INDUSTRI (JVTI) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Vokasi, Teknologi, dan Industri (JVTI)
Publisher : Institut Teknologi Sains Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36870/jvti.v6i2.387

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kombinasi kalsium karbonat (CaCO3), Poli Aluminium Klorida (PAC), dan Kationik Polimer dalam mengurangi warna dan parameter limbah lainnya pada air limbah industri kertas di Jawa Timur serta menentukan dosis optimal yang ekonomis untuk memenuhi standar baku mutu pemerintah. Metode koagulasi-flokulasi digunakan untuk mengolah sampel air limbah dengan berbagai dosis CaCO3, PAC, dan Kationik Polimer diuji untuk mengidentifikasi kombinasi yang paling efektif. Hasil penelitian dengan dosis tertinggi menunjukkan bahwa kombinasi ini berhasil mengurangi COD (Chemical Oxygen Demand) sebesar 33.19 %, TSS (Total Suspended Solid)sebesar 84.09 %, turbiditas sebesar 86.66 %, dan warna sebesar 85.85 %. Kadar oksigen terlarut (DO) meningkat sebesar 55.53 %, menunjukkan perbaikan kualitas air yang mendukung kehidupan akuatik. Dosis optimal yang ditemukan adalah 25 ppm CaCO3, 10 ppm PAC, dan 1 ppm Kationik Polimer, yang memenuhi standar baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Kombinasi ini memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan keluhan masyarakat. Penelitian ini memberikan dasar kuat untuk implementasi metode koagulasi-flokulasi menggunakan CaCO3, PAC, dan Kationik Polimer dalam pengolahan air limbah industri kertas dari segi teknis dan ekonomis.