Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tinjauan Sosiologis Peran Perempuan Pesisir Dalam Pembangunan Desa Sekotong Barat, Lombok Barat Maya Atri Komalasari; Rosiady Husaenie Sayuti; Azhari Evendi
Jurnal Kebijakan Pembangunan Vol 18 No 1 (2023): JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN VOLUME 18 NOMOR 1 JUNI 2023
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47441/jkp.v18i1.298

Abstract

Development is experiencing adverse developments, as seen from the poverty and inequality rates experienced by coastal women in West Sekotong. This study aims to describe the role of women in developing coastal communities in West Sekotong Village, West Lombok Regency, which is analyzed with Talcot Parsons' theory of action (voluntarism). The research method used is qualitative intrinsic case studies. The data collected are primary and secondary. Research informants are selected using purposive sampling techniques, a collection using observation, interviews, and documentation, and data analysis using interactive models. The results showed that the role of coastal women in village development is manifested in their roles as implementers and evaluators. The role of an evaluator indicates the presence of action with an aspect of voluntarism. In carrying out their role in village development, women face various obstacles Pembangunan masih mengalami perkembangan negatif yang tampak dari angka kemiskinan dan ketimpangan serta dialami perempuan pesisir Sekotong Barat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat pesisir di Desa Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat yang dianalisis dengan teori aksi (voluntarisme) Talcot Parsons. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus intrinsik, data yang dikumpulan yakni data primer dan sekunder, informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan peran perempuan pesisir dalam pembangunan desa terwujud dalam perannya sebagai pelaksana dan evaluator. Peran sebagai evaluator menunjukkan adanya tindakan dengan aspek voluntarisme. Dalam menjalankan perannya pada pembangunan desa, perempuan pesisir menghadapi berbagai kendala, oleh karena itu perlu dukungan dengan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan komunikasi publik dan penguatan kepercayaan diri perempuan secara psikologis sehingga mereka mampu menyalurkan aspirasinya demi kemajuan dan perkembangan desa.
PENDAMPINGAN PASANGAN RAMAH ANAK (PARANA) DALAM RANGKA PEMBENTUKAN GENERASI EMAS NTB (GEN) DI PROVINSI NTB Rosiady Husaenie Sayuti; Khaerul Anwar; Siti Aisyah Hidayati
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i2.402

Abstract

Kualitas sumber daya manusia di provinsi NTB masih tertinggal dibandingkan beberapa provinsi lain. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan angka stunting (pendek) di provinsi NTB sebesar 48,3% (2010) dan merupakan tertinggi kedua di Indonesia. Tahun 2018 prevalensi stunting di NTB menurun menjadi 33,49 %, dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mendukung percepatan penanggulangan stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat melalui program Generasi Emas NTB (GEN). Program Generasi Emas NTB menggunakan pendekatan pemberdayaan keluarga, melalui pembentukan keluarga atau Pasangan Ramah Anak (PARANA). Pembentukan PARANA melalui serangkaian tahapan mulai Pra Intervensi, intervensi dan evaluasi. Dalam implementasinya, pembentukan PARANA dilakukan dengan metode “pendampingan keluarga” atau mentoring oleh Kader dan Bidan desa yang terlatih. Proses pendampingan dilakukan dengan kunjungan rumah dan melalui kelompok belajar atau kelas ibu. Pendampingan PARANA bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sasaran dalam pengasuhan anak sehingga anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada akhir periode 1000 Hari Pertama Kehidupan, dilakukan penilaian terhadap pasangan, dan yang memenuhi syarat “ramah anak” diberikan Sertifikat PARANA. Kegiatan pendampingan PARANA telah dilaksanakan di 100 Desa/ Kelurahan se-NTB tahun 2017-2018, dengan sasaran sebanyak 8.366 pasangan. Pada akhir 2020 dilaksanakan sertifikasi PARANA di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB. Dari 2.456 pasangan yang disertifikasi, sebanyak 1.705 pasangan atau 69,42 % termasuk kategori “Ramah Anak”
Kontribusi Modal Sosial Dalam Pengembangan Desa Wisata Mas-Mas Kabupaten Lombok Tengah Isnan Nursalim; Rosiady Husaenie Sayuti; Oryza Pneumatica Inderasari
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 6 No. 1 (2021): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v6i12021p79-92

Abstract

This study discusses the contribution of social capital in the development of the Mas-Mas Tourism Village. The method used is the Mixed method which is a combination of quantitative and qualitative approaches. The results of the study show the importance of social capital in the development of the Mas-Mas Tourism Village. Through the network created in the form of relationships between members of the organization and other stakeholders, resulting in community participation as measured by community involvement in training, mutual cooperation and promotion of the Mas-Mas Tourism Village. Values and norms are shown by local wisdom that is still maintained. This is because of the awiq-awiq or rules for tourists that must be obeyed and socialized to tourists. This is what increases public trust in tourism village managers, tourists and stakeholders. Factors that play a role in the development of the Mas-Mas Tourism Village are the driving factors and inhibiting factors. The right strategy is carried out by Mas-Mas Tourism Village in developing tourism for now is to optimize the potential of the community and innovate with the tourism programs offered.This study discusses the contribution of social capital in the development of the Mas-Mas Tourism Village. The method used is the Mixed method which is a combination of quantitative and qualitative approaches. The results of the study show the importance of social capital in the development of the Mas-Mas Tourism Village. Through the network created in the form of relationships between members of the organization and other stakeholders, resulting in community participation as measured by community involvement in training, mutual cooperation and promotion of the Mas-Mas Tourism Village. Values and norms are shown by local wisdom that is still maintained. This is because of the awiq-awiq or rules for tourists that must be obeyed and socialized to tourists. This is what increases public trust in tourism village managers, tourists and stakeholders. Factors that play a role in the development of the Mas-Mas Tourism Village are the driving factors and inhibiting factors. The right strategy is carried out by Mas-Mas Tourism Village in developing tourism for now is to optimize the potential of the community and innovate with the tourism programs offered. Penelitian ini membahas kontribusi modal sosial dalam pengembangan Desa Wisata Mas-Mas. Metode yang digunakan yaitu Mixed method yang merupakan gabungan antara pendekatan kuantitatif dengan kualitatif.. Hasil Penelitian menunjukan pentingnya modal sosial dalam pengembangan Desa Wisata Mas-Mas. Melalui jaringan yang tercipta berupa relasi antar anggota organisasi dan stakeholders lainnya menghasilkan partisipasi masyarakat yang diukur dari keterlibatan masyarakat dalam mengikuti pelatihan, gotong royong serta melakukan promosi Desa Wisata Mas-Mas. Nilai dan Norma ditunjukan dengan kearifan lokal yang masih terjaga. Hal ini karena adanya awiq-awiq atau aturan bagi wisatawan yang harus dipatuhi dan disosialisasikan kepada wisatawan. Hal ini yang membuat meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pengelola desa wisata, wisatawan dan stakeholders. Faktor yang berperan dalam pengembangan Desa Wisata Mas-Mas berupa faktor pendorong dan faktor penghambat. Strategi yang tepat dilakukan oleh Desa Wisata Mas-Mas dalam mengembangkan pariwisata untuk saat ini adalah mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat serta berinovasi dengan program wisata yang ditawarkan.