Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PILAR

STUDI PERMASALAHAN DRAINASE JALAN (SALURAN SAMPING) DILOKASI JALAN DEMANG LEBAR DAUN SEPANJANG ± 3900 m (LINGKARAN SMA NEGERI 10 S.D SIMPANG POLDA) Ahmad Syapawi
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan banjir dan genangan air di Kota Palembang merupakan permasalahan yang cukup pelik dan berlangsung lama, kebanyakan dari titik-titik genangan terjadi karena tidak lancarnya aliran air dari badan jalan ke drainase samping. Setelah dilakukan pengamatan, terutama di lokasi studi yaitu Jalan Demang Lebar Daun. Pada menit-menit pertama hujan deras turun, badan jalan sudah tergenang sampai beberapa centimeter. Saluran samping jalan letaknya cukup jauh dari badan jalan dibatasi oleh trotoar sehingga kemungkinan air untuk sampaikesaluran sangat lambat bahkan tidak mengalir. Disamping drainase yang jauh dari badan jalan, gorong – gorong yang berada di bawah trotoar tidak berfungsi karena inlet yang berada di trotoar sudah tertutup sedimen dan tertutup lapisan aspal akibat overlay yang dilakukan terus – menerus..Adapun tujuan dari studi kasus   adalah mengidentifikasi permasalahan drainase (saluran samping) sepanjangJalan Demang Lebar Daun. Maksud dari studi adalah memberikan gambaran permasalahan drainase yang pada akhirnya diperoleh suatu solusi perbaikan, dari hasil studi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah khususnya Pemeritah Kota Palembang, dalam rangka perbaikan drainase jalan.Pada kegiatan studi kasus permasalahan drainase (saluran samping) sepanjang Jalan Demang Lebar Daun, studi dilaksanakan di Lokasi Jalan Demang Lebar Daun Sepanjang ± 3900 m dari Jalan Lingkaran Bukit Besar (SMA Negeri 10 sampai dengan Simpang POLDA).Hasil pengamatan dan hasil studi bahwa Hampiran semua drainase yang sudah tersumbat akibat sampah dan sedimen. Drainase dibawah trotoar yang tidak memiliki inlet sehingga air menggenang pada badan jalan. Gorong- gorong yang sudah dipenuhi oleh sampah dan sedimen. Kontruksi drainasi dibuat terkesan asal jadi. Warga yangberjualan diatas saluran drainase bahkan membuang sampah langsung kedalam drainase sehingga mengganggualiran pada drainase terutama lokasi sepanjang di depan RS Siti Khodijah. Tanah longsor yang menutup saluran.
STUDI PERBANDINGAN OF GENERALIZE COST VESSEL MODA KAPAL KETINTING DENGAN MODA ANGKUTAN KOTA TRAYEK MAHAKAM HILIR-SAMARIDA SEBERANG Ahmad Syapawi
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

River transport was originally a major transportation on Route Mahakam Downstream - Samarinda Seberang, is due to geographical conditions that are linked by the  Mahakam river is the one - the only transportation that can be used locals to conduct its activities. At this time the river transport has decreased quite dramatically, is caused by the establishment of the Mahakam Bridge that connects between the Mahakam Downstream - Samarinda Seberang so many are interested to make the overland route with the same objectives as the vessel ketinting the Mahakam Downstream - Samarinda Seberang. The bridge construction with the advantages possessed, enabling service users to switch to using land transport modes are considered a benefit for service users.Research conducted at the time was intended to find solutions to improve transport activity  Mahakam river downstream - Samarinda Seberang route. Data is collected using a questionnaire method Stated preference value at the time that also enter the variable characteristics of the respondents and the questionnaire Stated preference generalize based on a scenario which includes the  travel costs, travel time and waiting time of vehicles which was distributed to 158 service users moving, the sample using the mode river and land transportation modes .Analysis of the problem done by finding the value of everyone's time to then get the total cost of the service user's overall travel that moves with each - each mode of both modes of the river and overland modes with the same purpose. With the help of spss 15.0 for windows evaluation version available Ratio Binary logit models are used to determine the proportion of service users against the selection mode of river transportation between the ship and freight cars ketinting city, as well as problem solving that is used as an effort to increase the activity mode of the lower river several variables forming generalize cost as travel costs and travel time.
STUDI PERMASALAHAN DRAINASE DAN SOLUSI AIR GENANGAN (BANJIR) DI JALAN KEMANG MANIS Ahmad Syapawi
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Eksisting dan permasalahan Drainase di Wilayah Kecamatan Ilir Barat 2 Kota Palembang. Salah satu tujuan dari studi adalah mengetahui penyebab genangan dan kelebihan debit di area studi. Data primer dan data sekunder yang didapat dari hasil studi lapangan dan sumber-sumber lainnya dianalisis untuk mendapatkan perbandingan antara debit aliran berdasarkan kapasitas pada kondisi eksisting dan debit aliran yang terjadi berdasarkan perhitungan catchment area berupa debit air hujan dan debit air kotor. Dalam melakukan analisis data digunakan beberapa metode untuk curah hujan, intensitas curah hujan, debit hujan rancangan dan kemiringan dasar saluran.Dari hasil analisis data didapatkan luas catchment area  sebesar 485.257 m2.  Berdasarkan  kemiringan    dasar saluran kondisi saluran eksisting lebih besar mempunyai kemiringan saluran di bandingkan dengan hasil desain (Tabel 8) hanya ada satu dari T5 ke T8 dimana kemiringan saluran kecil yaitu 0,0005000 sementara hasil desain 0,0024074. Dari kecepatan 57% mempunyai kecepatan aliran dibawah kecepatan desain (Tabel 9). Berdasarkan hasil perhitungan desain debit kondisi saluran eksisiting drainase sudah tidak mampu menampung debit air, terdapat satu titik saluran eksisting yang mempunyai debit > debit desain yaitu titik T17-T14. Dari ketiga kesimpulan diatas dan berdasarkan hasil perhitungan desain maka kondisi luasan saluran  eksisting sudah tidak mampu lagi menampung debit air yang terjadi. Hal ini yang menyebabkan terjadinya genangan disekitar lokasi saluran atau di catment area saluran. Segera dilakukan perluasan penampang saluran agar mampu menampung debit air limpasan air hujan dan air limbah