Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Design Manufacture of Fixture Fire Fighter Kit Wirda Novarika; Fatahul Arifin; Eka Satria Martomi; Indra Gunawan; Fathur Raihan Perdana
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 1 No. 3 (2021): IJRVOCAS - December
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.782 KB) | DOI: 10.53893/ijrvocas.v1i3.58

Abstract

Forest fires are one that needs attention in Indonesia. Due to spent a lot of money to solve this problem. One of the tools to solve this problem is fire fighter, so in case is need to make the fixture can manufacture the fire fighter kit. In this study, we propose the fixture that can be produce the kit. It call fixture fire fighter kit. Autodesk inventor is applied in the simulation design and also it is considering with the ergonomic for the worker especially the Indonesian male. Finally, this tool can be resistant with load 50 kg, the deflection is 0.831 mm, and the maximum von misses stress is 34.12 MPa.
Design of JIB Crane 600 kg Electric Powered Yahya; Indra Gunawan
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 1 No. 4 (2022): IJRVOCAS - Special Issues
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.852 KB) | DOI: 10.53893/ijrvocas.v1i4.76

Abstract

As it is known that the construction of high-rise buildings requires a tool in the form of a JIB Crane, which is used to transport materials from the bottom to the top. This JIB Crane is installed at the top of the tall building. In this case to design this tool requires welding and also a hook that is able to withstand the load being transported and moved. In this plan, the material must be chosen and also careful calculations for certain parts such as welded joints. In this study, a JIB Crane was designed with an electric drive to carry a load of 600 kg. And based on the calculations obtained, the load supported by the construction of the JIB Crane design is able to withstand the load where the load from the design is greater than the load that occurs.
The Study Quenching Process on Rubber Tapping Knives Home Industry Production Indra Gunawan; Yahya; Firdaus
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 2 No. 1 (2022): IJRVOCAS - April
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v2i1.98

Abstract

The rubber tapping knives produced by blacksmiths have cracks and chipped and even broken on their blades, so rubber farmers must often replace them with new knives. Thus the product cannot be used for a long time and has reduced economic value. The cause of this rubber tapping knives made by blacksmiths is easily damaged because the gilding method on the product is not done properly. So the product was produced have a relatively low level of hardness. This study aims to determine the effect of the hardening and quenching process on the hardness of rubber tapping knives made by blacksmiths. Data of test were analyzed using ANOVA with full factorial level design, main effect model design, and 3 replications assisted with Design-Expert software. At a temperature of 800℃, the maximum hardness value of 62,8 HRC obtained from the quenching results using a water cooling media, while the minimum hardness value of 62,2 HRC was obtained from oil cooling media. At a temperature of 850℃ the maximum hardness value of 60,4 HRC obtained from the quenching results using water cooling media, and the minimum hardness value obtained from the oil cooling media is 59,1 HRC.
Pemanfaatan Baja SKD 11 Sebagai Alternatif Pahat Bubut M. Faiz Muamar Afriadi; Taufikurrahman Taufikurrahman; Yuli Asmara Triputra; Indra Gunawan; Hendradinata Hendradinata
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18759636

Abstract

AbstrakKeterbatasan kekerasan dan ketahanan aus baja pahat High Speed Steel (HSS) mendorong perlunya material alternatif dengan performa yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan baja SKD11 sebagai bahan alternatif pahat bubut berdasarkan pengujian kekerasan dan keausan. Metode penelitian meliputi perlakuan panas baja SKD11 melalui proses hardening dan tempering dengan variasi media quenching air dan oli. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan metode Vickers, sedangkan pengujian keausan dilakukan dengan metode gesek menggunakan Ogoshi Wear Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja SKD11 dengan quenching air menghasilkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 788,46 VHN, melebihi standar kekerasan baja HSS, serta memiliki ketahanan aus terbaik dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, baja SKD11 dinyatakan layak digunakan sebagai bahan alternatif pahat bubut karena memiliki kekerasan dan ketahanan aus yang unggul, sehingga berpotensi meningkatkan umur pahat dan efisiensi proses pemesinan.Kata kunci— SKD11, HSS, perlakuan panas, kekerasan, keausan
Pengaruh Variasi Quenching Terhadap Kekerasan Material ASTM A532 Dica Aditia; Taufikurrahman Taufikurrahman; Hendradinata Hendradinata; Indra Gunawan
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18645845

Abstract

AbstrakTyre roller merupakan salah satu komponen pada vertical roller mill yang berfungsi menghancurkan dan menggiling material bahan mentah dalam proses produksi semen. Selama operasi, tyre roller mengalami keausan tinggi sehingga diperlukan material dengan sifat mekanik dan ketahanan aus yang baik, umumnya menggunakan ASTM A532. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan quenching terhadap komposisi kimia dan kekerasan material ASTM A532 sebagai upaya peningkatan kinerja dan umur pakai komponen. Pengujian meliputi analisis komposisi kimia menggunakan XRF Analyzer dan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers. Variasi perlakuan yang digunakan meliputi material tanpa perlakuan, quenching dengan media silikon oil, dan quenching dengan media air. Hasil pengujian menunjukkan komposisi kimia material terdiri atas 1,03% C, 8,27% Cr, 1,06% Mn, 0,26% Mo, 0,23% Ni, dan 0,26% Cu. Nilai kekerasan meningkat dari 382,56 VHN (tanpa perlakuan) menjadi 411,16 VHN (quenching silikon oil) dan mencapai 440,84 VHN pada quenching air. Peningkatan kekerasan tertinggi pada media air menunjukkan terjadinya transformasi fasa yang lebih cepat dan pembentukan struktur mikro yang lebih keras. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pemilihan metode perlakuan panas yang optimal untuk meningkatkan ketahanan aus tyre roller, sehingga berpotensi memperpanjang umur pakai komponen, menurunkan frekuensi penggantian, dan meningkatkan efisiensi operasional pada industri semen. Kata kunci:Tyre roller, ASTM A532, Quenching, Kekerasan, Komposisi Kimia
Pengaruh Waktu Tunggu terhadap Nilai Kekerasan pada Perlakuan Panas Material ASSAB 709 Ahmad Dzaki Athallah; Taufikurrahman Taufikurrahman; Hendradinata Hendradinata; Indra Gunawan
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18645633

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu tunggu terhadap kekerasan pada proses hardening baja ASSAB 709. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan perlakuan hardening pada suhu 850°C selama 30, 60, dan 90 menit. Uji kekerasan Vickers dilakukan untuk mengetahui nilai kekerasan masing-masing spesimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu tunggu, nilai kekerasan material cenderung menurun. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada waktu tunggu 30 menit sebesar 404,740 HV dan terendah pada 90 menit sebesar 356,997 HV. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variasi waktu tunggu berpengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan baja ASSAB 709. Kata kunci:hardening, waktu tunggu, hardness vickers, silicone oil, ASSAB 709
Investigasi Sifat Mekanis Hammer pada Mesin Limestone Crusher Nizar Muhammad; Taufikurrahman Taufikurrahman; Hendradinata Hendradinata; Indra Gunawan
TEKNIKA Vol. 20 No. 2 (2026): Teknika Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18646253

Abstract

AbstrakHammer pada mesin limestone crusher di PT Semen Baturaja Tbk merupakan komponen utama dalam proses penghancuran batu kapur yang bekerja pada kondisi beban benturan dan gesekan tinggi, sehingga rentan mengalami keausan dan kegagalan. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan efisiensi operasi serta peningkatan biaya perawatan dan penggantian komponen. Material hammer yang dianalisis adalah baja mangan cor standar ASTM A128 Grade B2, yang dipilih karena kemampuannya mengalami pengerasan kerja (work hardening). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis material hammer, meliputi komposisi kimia, kekerasan, dan ketangguhan impak, serta mengevaluasi pengaruh perlakuan panas (heat treatment) terhadap peningkatan kekerasan material. Metode penelitian bersifat eksperimental di laboratorium. Analisis komposisi kimia dilakukan menggunakan Optical Emission Spectrometry. Pengujian kekerasan Vickers dilakukan pada tiga kondisi spesimen, yaitu tanpa perlakuan panas, spesimen yang di-hardening pada suhu 850 °C dengan media quenching air, dan silicon oil. Pengujian impak Charpy dilakukan pada material tanpa perlakuan panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material hammer tergolong baja karbon tinggi dengan kandungan karbon 1,18% dan baja mangan tinggi dengan kandungan mangan 15,47%. Nilai kekerasan awal material sebesar 262 VHN. Perlakuan quenching menggunakan silicon oil meningkatkan kekerasan menjadi 320 VHN, sedangkan quenching air menghasilkan kekerasan tertinggi sebesar 348 VHN. Berdasarkan hasil tersebut, perlakuan panas hardening dengan quenching air dinilai paling efektif untuk meningkatkan kekerasan material hammer, sehingga berpotensi meningkatkan ketahanan aus dan umur pakai komponen pada aplikasi industri semen. Kata kunci:Hammer crusher, sifat mekanis, baja mangan, perlakuan panas, kekerasan vickers