Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pelatihan Teknik Social Media Marketing sebagai Sarana Pemasaran Produk pada Konveksi Kerudung ‘Al- Kattar’ di Kelurahan Merjosari, Malang Apol Pribadi; Khakim Ghozali; Bekti Cahyo Hidayanto; Irmasari Hafidz; Feby Artwodini Muqtadiroh; Mohammad Al Hafidz; Endah Septa Sintiya; Ari Cahaya Puspitaningrum; Rita Sari
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.007 KB)

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat, terutama masyarakat ekonomi menengah dan ekonomi bawah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan, jumlah UMKM di Indonesia terus mengalami perkembangan dari tahun 2015, 2016 hingga tahun 2017. Semakin meningkatnya jumlah UMKM menjadikan pelaku UMKM dituntut menerapkan berbagai macam strategi bisnis untuk dapat mempertahankan bisnis yang dijalankan. Strategi bisnis yang dilakukan mengarah pada pengembangan usaha dalam mencapai pangsa pasar yang lebih luas dan mendapatkan lebih banyak konsumen. Penerapan teknologi informasi (TI) merupakan salah satu cara yang banyak digunakan oleh UMKM dalam mendukung pengelolaan proses bisnisnya. Pengelolaan pemanfaatan TI dalam suatu bisnis tidak terbatas pada ketersediaan tools yang ada, tetapi memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dalam penguasaan TI. Namun, sayangnya belum semua UMKM memiliki SDM yang mendukung untuk pengelolaan TI. Keterbatasan SDM yang dimiliki UMKM bisa disebabkan karena ketidakmampuan pengelola UMKM dalam memanfaatkan penggunaan TI. Konveksi kerudung ‘Al- Kattar’ merupakan salah satu bentuk usaha yang bisa disebut dengan UMKM. Permasalahan utama yang selalu dihadapi oleh pemilik konveksi adalah apabila jumlah pesanan kerudung dalam kondisi sepi. Pesanan dalam jumlah sedikit berdampak pada beberapa aspek, diantaranya: aspek perekrutan karyawan dan aspek penggajian. Berdasarkan indentifikasi permasalahan, akar permasalahan tersebut muncul karena pemasaran yang dilakukan oleh pihak konveksi Al- Kattar masih dilakukan secara konvensional. Produk jadi yang ditawarkan masih dari mulut ke mulut. Padahal terdapat potensi SDM masyarakat sekitar Al- Kattar seperti ibu rumah tangga dan remaja pengangguran yang mampu menjahit, memiliki smartphone dan memiliki semangat tinggi untuk bekerja. Namun, memang belum banyak SDM yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk melalui smartphone. Permasalahan terhadap pemasaran dilakukan dengan cara adopsi sosial media yang ada dan saat ini banyak digunakan oleh masyarakat. Pemasaran melalui sosial media, dapat memberikan manfaat pada pengembangan usaha dalam mencapai pangsa pasar yang lebih luas dan mendapatkan lebih banyak konsumen. Hasil proses adopsi yang dilakukan menunjukkan terdapat 5 tahapan, yaitu tahapan pengetahuan, tahapan persuasi, tahapan keputusan, tahapan implementasi, dan tahapan konfirmasi. Dari penerima adopsi juga dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu early adoption, early majority, late majority, dan lagard. Dari hasil pelatihan ini juga menghasilkan berupa: buku modul/materi strategi penjualan secara online melalui social media, akun media pemasaran secara online dan laporan evaluasi dan dokumentasi kegiatan pengabdian masyarakat.
Pendampingan Analisis Vulnerability dan Hardening pada Website Pemerintah Kota Surabaya Bambang Setiawan; Febriliyan Samopa; Izzat Aulia Akbar; Nisfu Asrul Sani; Bekti Cahyo Hidayanto; Yogantara S. Dharmawan
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.624

Abstract

Keamanan siber penting karena digunakan untuk melindungi semua informasi/data dari pencurian dan kerusakan. Termasuk data sensitif, informasi identitas pribadi, informasi pribadi, kekayaan intelektual, tidak terkecuali pada sistem informasi website pemerintahan. Tanpa keamanan siber, organisasi pemerintahan tidak dapat mempertahankan diri, menjadikannya target bagi penjahat dunia maya. Tes penetrasi adalah salah satu metode yang dapat mengetahui keamanan. Tes Penetrasi, dalam bahasa sehari-hari dikenal sebagai penetration test, pentest atau ethical hack, adalah serangan siber simulasi resmi pada sistem komputer, dilakukan untuk mengevaluasi keamanan sistem. Sedikit berbeda dengan penilaian kerentanan. Tes dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan (juga disebut sebagai kerentanan), termasuk potensi pihak yang tidak berwenang untuk mendapatkan akses ke fitur dan data sistem, serta kekuatan, memungkinkan penilaian risiko penuh untuk diselesaikan. Dengan dilakukannya tes penetrasi website di lingkungan pemerintahan Kota Surabaya diharapkan akan meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan kepada masyarakat.
Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Interaktif pada SMA Negeri 1 Slahung Ponorogo Akbar, Izzat Aulia; Setiawan, Bambang; Hidayanto, Bekti Cahyo; Samopa, Febriliyan; Sani, Nisfu Asrul; Dharmawan, Yogantara Setya
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.935

Abstract

Di era digital saat ini, pembelajaran tidak lagi terbatas pada model pembelajaran berbasis papan tulis dan buku teks. Namun, guru dapat menggunakan strategi berbeda untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman siswa terhadap materi dengan cara yang berbeda. Pada dasarnya siswa akan lebih antusias mengikuti kelas jika kelas tersebut tampak menyenangkan dan menarik bagi mereka. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membuat materi pendidikan dengan menggunakan metode yang efektif dan interaktif untuk memudahkan proses belajar mengajar di sekolah. Pelatihan pembuatan materi pembelajaran interaktif ini ditujukan kepada guru sekolah dan siswa. Selama pelatihan, peserta akan mengikuti sesi praktik menggunakan platform Microsoft Office dan berkesempatan membuat materi pembelajaran interaktif untuk guru dan memainkan modul interaktif untuk siswa. Peserta akan siap menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelajaran sehari-hari di sekolah, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan interaktif di dalam kelas. Di akhir pelatihan, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang kuat tentang prinsip dan praktik menciptakan kegiatan pembelajaran interaktif.