Rachmad Setiawan
Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Multi-Parameter Monitoring Menggunakan Jaringan Sensor Wireless untuk Aplikasi Monitoring dan Database Medis Beryl Abdiel Sahata Ebenezer Sitorus; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.50922

Abstract

Healthcare Monitoring merupakan teknologi monitoring yang dikhususkan untuk memantau kondisi vital sign pada pasien. Monitoring yang dilakukan adalah memantau vital sign pada pasien. Penggunaan komunikasi wireless ini difungsikan untuk meningkatkan aksesibilitas dari monitoring itu sendiri dengan menggunakan komunikasi wireless, data monitoring dapat dilihat lebih mudah dan dapat diakses diluar dari ruang rawat inap pasien. Pada penelitian ini monitoring yang dipantau berjumlah tiga parameter. yang disebut m¬ulti-parameter monitoring. Jenis sensor yang digunakan adalah weight scale sensor yang berfungsi untuk memantau berat infus, pulse sensor yang berfungsi untuk memantau heart rate pada pasien, dan temperature sensor yang berfungsi untuk memantau temperature tubuh pasien. Multi-parameter monitoring akan dihubungkan dengan mikrokontroler untuk dapat mengirimkan data secara wireless, maka dari itu dibuatlah aplikasi dan database medis yang difungsikan untuk menyimpan data ruangan, melakukan manajemen ruangan pada rumah sakit, dan menangkap data yang dikirim oleh mikrokontroler secara wireless yang dapat ditampilkan pada aplikasi medis. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebuah aplikasi manajemen ruangan yang sudah terkoneksi dengan database yang dapat diubah untuk menyesuaikan ruangan yang ada di rumah sakit dan aplikasi ini dapat membuat report harian yang berisikan tentang data setiap sensor sesuai dengan tanggal yang diinginkan.
Rancang Bangun Electrocardiography, Galvanic Skin Response dan Skin Temperature untuk Mendeteksi Stres pada Manusia Bangkit Nata Satria Muhardiani; Rachmad Setiawan; Fauzan Arrofiqi
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.51461

Abstract

Stres merupakan masalah umum yang terjadi dalam kehidupan umat manusia yang disebabkan oleh banyak hal seperti kekhawatiran keuangan, pekerjaan, bahkan lingkungan sosial. Menurut saintis Hans Selte – the father of stress research – stres adalah pangkal dari banyak penyakit. Dalam dunia kesehatan, stres sangat berdampak besar dalam cikal-bakal penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti meningkatkan kemungkinan terkena jantung koroner, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan kemungkinan infark miokard. Dalam lingkungan akademik, stres merupakan pengalaman yang paling sering dialami oleh para siswa, baik yang sedang belajar di tingkat sekolah ataupun di perguruan tinggi. Hal tersebut dikarenakan banyaknya tuntutan akademik yang harus dihadapi, seperti ujian, tugas-tugas, dan lain sebagainya. Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa siswa yang mengalami stres akan cenderung menunjukkan kemampuan akademik yang menurun, kesehatan yang memburuk, depresi, dan gangguan tidur. Maka dari itu dibuatlah alat instrumentasi Electrocardiography (ECG), Galvanic Skin Response (GSR), Skin Temperature (ST) dengan mengunakan metode Fuzzy Logic Controller (FLC) sebagai decision maker. Dari pengambilan data 10 subjek dilakukan pengujian menggunakan metode Stroop Test, hasilnya variabel ECG dan GSR memiliki korelasi yang tinggi sekitar 80% dan 90% yang berarti nilai ECG dan GSR mengalami kenaikan sesuai dengan kenaikan stres. Sedangkan untuk ST korelasinya hanya 40%. Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil fuzzy didapati bahwa 100% subjek mengalami peningkatan stres pada saat pengujian metode Stroop Test. Selain itu, hasil deteksi stres dari alat yang telah dibuat dibandingkan dengan hasil survey psikologis untuk memvalidasi hasil akhir, didapati akurasi 90% dengan satu hasil salah dan sembilan hasil deteksi benar. Ini menunjukan bahwa sistem yang diciptakan sudah berjalan dengan baik.
Pengiriman Data Berbasis Internet of Things untuk Monitoring Sistem Hemodialisis Secara Jarak Jauh Ainun Arsyi Sahifa; Rachmad Setiawan; Muhammad Yazid
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55650

Abstract

Hemodialisis merupakan alat yang sangat penting, karena alat ini membantu manusia yang mengalami gangguan pada fungsi ginjalnya. Sehingga Hemodialisis, merupakan alat sebagai pengganti fungsi ginjal pada manusia. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan pada Hemodialisis sehingga lebih meningkatkan pelayanan rumah sakit yang diberikan kepada pasien dan memudahkan petugas rumah sakit dalam melakukan penjagaan. Penelitian ini dapat mengirimkan data Hemodialisis supaya pasien dan petugas rumah sakit dapat melihat data pada hemodialisis, selain itu pada penlitian ini menambahkan fitur untuk memantau pasien dari jarak jauh (Monitoring System) dengan memanfaatkan konsep Internet of Things menggunakan WiFi dan MQTT dengan Arduino ESP32 dan mengimplementasikan penelitian ini dalam Platform IoT. Sistem yang dikembangkan telah berhasil untuk mengirimkan data dengan menggunakan protokol MQTT yang dibuat sesuai dengan rancangan. Pada penelitian ini yang digunakan sebagai publisher adalah mikrokontroler yang berfungsi untuk menerima data nlai sensor yaitu ESP32 (master) dan ESP32 (slave) yang dihubungkan secara serial, lalu broker yang digunakan adalah lokal MQTT broker pada ThingsBoard dan subscriber pada ThingsBoard saat log-in menjadi admin atau customers. Lalu web server ThingsBoard sudah berjalan dengan baik dengan dibuktikan, pesan dapat terpublish dan ThingsBoard dapat menampilkan nilai tekanan darah, aliran darah, temperatur dialisat, dan konduktivitas cairan dialisat.
Sistem Pemantauan Kantuk Menggunakan Instrumentasi Elektrokardiografi dan Visual Haar Classifier pada Pengemudi Christian Sanjaya; Rachmad Setiawan; Nada Fitrieyatul Hikmah
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i1.45622

Abstract

Menurut data dari Polisi Lalu Lintas (Polantas) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa selama periode tahun 2012 dan 2013 angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia cenderung menurun, tetapi angka jumlah kecelakaan yang terjadi masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Data tersebut menunjukkan bahwa kantuk pada pengemudi merupakan penyebab kedua terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi kantuk. Keadaan kantuk dapat dideteksi dengan memonitor kondisi pengemudi dengan menggunakan dua metode pendekatan yaitu pengambilan sinyal biomedis dan menggunakan teknik visual. Salah satu metode pengambilan sinyal biomedis menggunakan elektrokardiograf (EKG) dan visual menggunakan kamera. EKG merupakan alat yang digunakan untuk merekam sinyal jantung. Perancangan instrumentasi EKG menggunakan surface electrode yang dipasang menggunakan metode segitiga eithoven. Instrumentasi EKG terdiri dari penguat instrumentasi yang menggunakan IC AD620 dan melewati filter low pass dengan frekuensi cutoff 0.05Hz dan filter high pass dengan cutoff 50Hz. Sinyal EKG akan dikirimkan melalui komunikasi serial ke miniPC. Berdasarkan data dapat diperoleh detak jantung dan rasio LF/HF. Penggunaan satu modalitas tidak cukup untuk menyatakan kondisi dari pengemudi, sehingga perlu ditambahkan metode visual haar classifier untuk mendeteksi kantuk. Perancangan metode visual menggunakan kamera untuk mengambil data frame. Data frame pertama video berupa height dari kelopak mata sebagai threshold. Threshold digunakan sebagai pembanding dengan height frame ke-n untuk mengklasifikasikan kondisi pengemudi sebagai parameter kedua. Penggabungan kedua parameter menggunakan metode if then rule. Melalui pengujian dengan lima subjek didapatkan bahwa sistem pemantauan kantuk menggunakan instrumentasi EKG dan visual haar classifier dapat mendeteksi kantuk satu dari lima subjek yang diuji.
Embedded FFT with dsPIC30F4013 Rachmad Setiawan
JAREE (Journal on Advanced Research in Electrical Engineering) Vol 1, No 1 (2017): April
Publisher : Department of Electrical Engineering ITS and FORTEI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25796216.v1.i1.12

Abstract

FFT-based digital spectral analyzer has become more and more widely used as a result of the development of Digital Signal Processing (DSP) techniques. Modern Analog-to-Digital Converters (ADC) and processors have made it possible to make fast measurements with a limited number of hardware.In this paper, a design of a simple low-cost FFT-based digital spectrum analyzer was presented. The author discusses the design of each components of the system in qualitatively and quantitatively. The report presents the whole system design in detail which contains filter design, micro-controller design and UART transmission design. Some satisfying measurement result of the system were presented in the paper. The system can provide fast measurement with good accuracy. But the measured result has a limited range and resolution of the display is not very high. At last, the advantages and disadvantages of the system was discussed which is considered as guidelines for further work. Keywords: FFT, Digital Signal Processing, spectrum analyzer.