Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sertifikasi CPPOB dan Halal pada Produk Makanan Minuman: Upaya Meningkatkan Keunggulan Ekonomi Suatu Produk Sari Kusumahati; Sri Rachmania Juliastuti; Nuniek Hendrianie; Raden Darmawan; Yeni Rahmawati; Eva Oktavianingrum; Orchidea Rachmaniah
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3164.05 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.145

Abstract

Makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar manusia. Seiring perkembangan zaman, sentuhan kreatifitas dan inovasi yang mengikuti selera konsumen dan pasar mewujudkan suatu produk dengan potensi usaha tersendiri. Seluk beluk mengenai bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja sebagai komponen biaya produksi menumbuhkan motivasi untuk memulai merintis usaha. Tentunya, disertai kolaborasi antara pengusaha dengan stake holder terutama terkait perijinan, sertifikasi CPPOB, dan HALAL. Ketiga hal tersebut merupakan keunggulan tersendiri produk terutama bagi produk makanan-minuman (mamin); sekaligus menambah nilai ekonomis produk yang perlu diketahui oleh calon pelaku usaha. Oleh karena itu, pembinaan dan bimbingan pengetahuan tentang produk, cara pengolahan produk secara aman, bermutu, dan berkualitas mulai hulu hingga hilir ke konsumen tanpa mengurangi nilai gizi pangan penting untuk dibekalkan kepada calon pelaku usaha. Tata cara terkait pengajuan sertifikasi pangan sesuai dengan regulasi PemerintahRepublik Indonesia, kiat-kiat memulai bisnis mamin, dan pentingnya pengembangan produk dalam siklus hidup produk juga penting untuk diketahui calon pelaku usaha.
Fraksinasi Lignoselulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi Lignin secara Steam explosion dengan Kapasitas 400 ton/tahun Mita Mellenia Wisnu Murti; Dian Asrini Samparia; Sri Rachmania Juliastuti; Orchidea Rachmaniah
Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Journal of Fundamentals and Applications of Chemical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2964710X.v3i2.19157

Abstract

Tiga komponen utama lignoselulosa adalah selulosa, hemiselulosa dan lignin. Lignin adalah biopolimer paling umum kedua  setelah selulosa. Berdasarkan aplikasinya, lignin dibagi menjadi tiga kelompok: makromolekul, senyawa aromatik, dan bahan karbon. Proses produksi lignin terdiri dari tiga proses yaitu pre-treatment pertama untuk membersihkan dan menggiling bahan baku serta memecah serat TKKS. Prosesnya menggunakan pre-treatment ledakan uap pada suhu 200 °C dan tekanan 16 bar selama 10 menit. Selanjutnya fraksi kedua bertujuan untuk mengekstraksi kandungan hemiselulosa dan selulosa dari TKKS. Proses fraksinasi konsisten dengan ekstraksi air menggunakan air pada suhu 70 °C untuk melarutkan hemiselulosa, konsentrasi massa serat 0,05 g/g, suhu 100 °C, pH = 13, waktu delignin. Terdiri dari ekstraksi  alkali menggunakan. 30 menit. Kemudian dilanjutkan ke prosedur pemisahan untuk memisahkan selulosa cake  dan  black liquor. Ketiga, proses pengendapan mengikuti, mengendapkan kandungan lignin dalam cairan hitam yang terbentuk setelah proses ekstraksi alkali. Di sini, lignin mengendap menggunakan H2SO4 pada suhu 80°C, pH = 1,5 – 2,0, dan waktu kontak 10 menit. Pabrik  TKKS Lignin dibangun di Kawasan Industri Dumai Riau dengan kapasitas produksi 385,42 ton/tahun. Analisis perhitungan ekonomi menghasilkan IRR  22,45%, POT  5,56 tahun dan BEP  45,32%.
Adsorption behavior of Cu(II) on microwave-activated lemongrass-derived carbon: isotherm and kinetic modeling Lailan - Ni'mah; Mahfud - Mahfud; Sri Rachmania Juliastuti; Ramdiana - Muis
Konversi Vol 15, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v15i1.25556

Abstract

This study evaluates the adsorption performance, equilibrium behavior, and kinetic properties of Cu ions using microwave-activated carbon derived from lemongrass for acid mine drainage treatment. The precursor was carbonized at 300 °C for 2 h and subsequently activated under microwave irradiation to enhance its physicochemical properties. Batch experiments were conducted with adsorbent dosages of 2–7 g and a fixed contact time of 60 min, and the remaining Cu concentration was measured by atomic absorption spectrophotometry. An optimal dosage of 4 g achieved the highest removal efficiency of 54.18%. Equilibrium data were analyzed using the Langmuir and Freundlich isotherm models, with the Langmuir model providing a better fit, yielding a maximum adsorption capacity (qmax) of 3.60 mg/g, a Langmuir constant (KL) of 43,27 mol/L, and an R² of 0,9825, compared with KF 3,46 and an R² of 0,9677 for the Freundlich model. These findings indicate predominantly monolayer adsorption on homogeneous sites and kinetics consistent with a pseudo first order model.