Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakteristik Pengunjung dan Aktivitasnya Terhadap Penggunaan Taman Kota Sebagai Ruang Sosial di Taman Keplaksari Kabupaten Jombang Dian Fajar Novitasari; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.804 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25025

Abstract

Ruang terbuka hijau saat ini berfokus memiliki fungsi aktif dalam artian sebagai ruang sosial, yaitu sebagai tempat berinteraksi masyarakat, sarana olahraga, serta tempat rekreasi. Salah satu usaha yang telah dilakukan Pemerintah Jombang adalah membangun Taman Keplaksari sebagai RTH aktif berbentuk taman kota. Taman Keplaksari sebelumnya merupakan RTH pasif berbentuk hutan kota. Lokasi Taman Keplaksari yang strategis diharapkan dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat Jombang serta menjadi persinggahan bagi masyarakat luar kota yang melintas. Namun pada kenyataannya fungsi sosial Taman Keplaksari belum terwujud secara optimal. Dibandingkan ruang publik lain di Jombang, jumlah pengunjung Taman Keplaksari tergolong rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis terhadap faktor internal (self generated) yaitu karakteristik pengunjung dan aktvitasnya yang bertujuan untuk membuktikan kesesuaian Taman Keplaksari sebagai ruang sosial. Dalam melakukan analisis faktor internal tersebut diidentifikasi berdasarkan sosial-ekonomi dan pola kunjungan. Karakteristik sosial ekonomi dibagi berdasarkan usia,  jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendapatan. Sedangkan karakteristik pola kunjungan dibagi berdasarkan pasangan interaksi, frekuensi kunjungan, jarak yang ditempuh, dan moda transportasi. Hasil dari penulisan artikel ini berupa saran dan rekomendasi dalam meningkatkan kinerja Taman Keplaksari sebagai ruang sosial.
Karakteristik Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Bahari di Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan Endy Hernowo; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.096 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25293

Abstract

Kota layak anak menjadi salah satu program strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi DKI Jakarta 2013-2017. Kota Administrasi Jakarta Selatan telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah pengembangan kota layak anak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu indikator dari Kota Layak Anak adalah tersedianya ruang interaksi publik yang memadai bagi anak. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan perubahan besar yang bisa dilihat dengan konsep baru penyediaan ruang publik yaitu yang bernama Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang publik terpadu ramah anak yang sudah terbangun. Dalam artikel ini,  RPTRA Bahari di Kecamatan Cilandak menjadi sampel lokasi dikarenakan menjadi pilot project RPTRA di wilayah Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dengan analisis deskriptif kualitatif. Artikel ini menunjukkan bahwa ruang publik terpadu ramah anak adalah ruang publik yang memiliki fungsi beragam yang utamanya untuk pendidikan anak dengan mencoba menampilkan konsep yang berbeda dalam pembangunan taman. Ruang publik terpadu ramah anak itu adalah ruang publik yang memiliki karakteristik sebagai taman terbuka publik, wahana permainan dan tumbuh kembang anak, bagian dari prasarana dan sarana kota layak anak, ruang terbuka hijau, dan sarana kegiatan sosial.
Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Hijau pada Kawasan Perumahan di Kecamatan Rungkut Kezia Irene Yosefa; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.222 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.27906

Abstract

Sebagai wilayah pengembangan perumahan di Surabaya Timur, Kecamatan Rungkut perlu dilengkapi dengan prasarana RTH untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Namun saat ini masih terdapat ketidakseimbangan kualitas dan distribusi RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Padahal RTH di kawasan perumahan memiliki peran penting sebagai pengatur iklim mikro serta media pemanfaatan aktivitas masyarakat. Oleh karena itu perlu terus dilakukan pengembangan untuk mengoptimalkan RTH pada kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut. Untuk mewujudkannya, peran dan unsur masyarakat sebagai pengguna sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan karakteristik dan pola perilaku pengguna nantinya akan mempengaruhi kebutuhan pengembangan RTH yang sesuai dengan masyarakat sebagai penggunanya. Pada penelitian ini kemudian dilakukan analisis mendalam terkait karakteristik pengguna RTH kawasan perumahan di Kecamatan Rungkut yang sangat beragam. Metode yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner terhadap pengguna RTH untuk diperolah karakteristiknya. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan analisis cluster untuk dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristiknya untuk masukan dalam pengembangan RTH ke depannya. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga kelompok karakteristik pengguna dengan perbedaan karakteristik: kepadatan penduduk, usia, daerah asal, status rumah tangga, dan pendapatan.
Penentuan Zona Pengembangan Bangunan Tinggi Di Koridor Jalan Raya Jemursari Dhimas Yogi Nurrohman; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.699 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29205

Abstract

Terkait dengan padatnya pembangunan fisik yang sudah menghiasi kota Surabaya, dalam penelitian ini khususnya wilayah Surabaya Selatan pada Koridor Jalan Raya Jemursari, sedangkan pengajuan pembangunan bangunan tinggi dari investor terus berdatangan, maka dari itu diperlukan suatu bentuk pembatasan agar pembangunan bangunan tinggi lebih terkontrol karena pada dasarnya bangunan tinggi tidak dapat dibangun disembarang tempat. Oleh karena itu perlu diteliti mengenai zona yang potensial bagi pembangunan bangunan tinggi.  
Identifikasi Karakteristik Fisik Koridor Jalan Tunjungan sebagai Ruang Publik Ananta Tama Krisetya; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.596 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32695

Abstract

Ruang publik merupakan aset utama bagi livability dan perekonomian kota. Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah diakses. Jalan tak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi tetapi juga ruang sosial yang dapat merepresentasikan kehidupan dan identitas kota. Jalan Tunjungan merupakan salah satu jalan yang menjadi identitas Kota Surabaya. Pada perkembangannya, jalan Tunjungan mengalami penurunan intensitas aktivitas dan kegiatan di jalan tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya bangunan kosong dan tingginya volume lalu lintas di Jalan Tunjungan. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan adanya konsep pengembangan yang dapat meningkatkan kembali intensitas kegiatan di jalan Tunjungan, salah satunya dengan menjadikan Jalan Tunjungan sebagai ruang publik. Dalam upaya implementasinya, perlu dilakukan studi mengenai karakteristik fisik jalan Tunjungan yang meliputi jenis penggunaan lahan, bentuk bangunan, dan jalur pejalan kaki. Melalui analisis statistik deskriptif, diperoleh hasil identifikasi penggunaan lahan didominasi oleh permukiman dan perdagangan dan jasa, bentuk bangunan dengan frontages yang tidak aktif, serta kondisi jalur pejalan kaki yang belum optimal. Hal ini menunjukan bahwa perlu adanya pengembangan dan peningkatan variabel-variabel tersebut dalam upaya menjadikan jalan Tunjungan sebagai ruang publik.
Karakteristik Taman Flora sebagai Sarana Pendidikan Bagi Masyarakat di Kota Surabaya Aurora Exacty Pradana; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.051 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33100

Abstract

Taman Flora merupakan salah satu taman di Surabaya yang potensial dalam pemenuhan hak masyarakat yang timbul dari kehadiran ruang publik hal ini terlihat dari lokasinya yang strategis, keberagaman fasilitas, dan dipilihnya taman tersebut sebagai lokasi pembelajaran di luar kelas. Namun di sisi lain Taman Flora belum optimal bagi anak usia 7-14 tahun apabila dilihat dari keberagaman program dan fasilitas yang mendukung pendidikan, serta kemudahan akses bagi seluruh kelompok masyarakat. Taman Kota di Surabaya memiliki karakteristik yang berbeda-beda khususnya pada Taman Flora yang berperan sebagai sarana pendidikan, sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik Taman Flora. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisa deskriptif kualitatif dan analisis gambar, dengan sampel penelitian sebanyak 30 pengunjung berusia 7-14 tahun. Dari penelitian ini diketahui bahwa Taman Flora mampu mendukung berbagai aktivitas seperti rekreasi, ekonomi, dan pendidikan, namun taman ini masih memiliki kekurangan yaitu belum terakomodasinya aksesibilitas bagi kelompok difabel dan belum adanya program pendidikan dan olahraga yang dapat mendekatkan anak-anak pada alam dan berinteraksi sosial dengan sesamanya.
Identifikasi Permasalahan Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya melalui Surabaya Single Window Imroatul Azizah; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.41607

Abstract

Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kota Surabaya dilakukan dengan mengakses Surabaya Single Window sehingga lebih transparan dan terintegrasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah. Adanya peran masyarakat yang sadar pentingnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tergabung Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan petugas yang terlatih, tidak menjadikan seluruh bangunan di Kota Surabaya memiliki Izin Mendirikan Bangunan. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasikan kegiatan pelayanan menurut sistem, dan mengeksplorasi permasalahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan dengan batasan pelayanan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap. Identifikasi kegiatan pelayanan menurut sistem menggunakan analisis deskriptif, sedangkan permasalahan pelayanan Izin Mendirikan Bangunan menggunakan analisis deskriptif kualitatif terhadap sample pemohon, serta analisis Isi terhadap Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya. Penelitian ini menyimpulkan masyarakat Kota Surabaya belum sepenuhnya memahami pelayanan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Surabaya khususnya detail klausul persyaratan, dan tahapan pelayanan serta adanya sistem eror dalam tahap pengunggahan data.
Perwujudan Faktor Ruang yang Dapat Bertahan (Defensible Space) Terhadap Kriminalitas di Kecamatan Kamal Riski Sriwijayati; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55961

Abstract

Permukiman tradisional di Kecamatan Kamal teridentifikasi memiliki elemen pembentuk defensible space namun saat ini elemen-elemen tersebut telah mengalami perubahan. Meski Kecamatan Kamal cenderung mengalami penurunan angka kriminalitas, namun tingkat kriminalitas di Kecamatan Kamal termasuk tertinggi kedua dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui perwujudan faktor ruang yang dapat bertahan terhadap kriminalitas di Kecamatan Kamal saat ini. Peneliti berfokus pada empat faktor dari konsep defensible space yakni territoriality, natural surveillance, image, dan milieu. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif-kuantitatif (mix method) dengan pendekatan rasionalistik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner, wawancara, dan observasi. Temuan menunjukkan bahwa keempat faktor defensible space berpengaruh pada tingkat kriminalitas di Kecamatan Kamal. Faktor territoriality (berfungsinya public space, aktifnya paguyuban warga, dan tingginya kesadaran ruang), faktor natural surveillance (pencahayaan yang baik, keterbukaan visual yang tidak terhadalang tanaman, dan pengawasan penduduk secara alami), faktor image (kesan terawat), faktor milieu (heterogenitas dan aksesibiitas) berpengaruh dalam mengurangi tingkat kriminalitas di lokasi studi.
Kajian Persepsi Masyarakat Dalam Pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly Surabaya Margaretta Annisya Harjianti; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56131

Abstract

Kebijakan penutupan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly di Kota Surabaya selain menimbulkan pro dan kontra juga menimbulkan dampak terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakatnya. Penurunan pendapatan masyarakat dan munculnya pengangguran baru akibat hilangnya mata pencaharian mereka yang bergantung pada aktivitas lokalisasi merupakan dampak yang paling dirasakan masyarakat. Pemerintah telah berupaya mengoptimalkan kawasan eks lokalisasi Dolly menjadi kawasan perekonomian baru dengan berbagai upaya dan program yang telah diberikan hingga saat ini. Dalam hal ini upaya pengembangan kawasan sangat diperlukan untuk menunjang terciptanya masyarakat dan kawasan Dolly yang lebih mandiri dan berdaya saing. Namun upaya pemerintah tersebut belum mempertimbangkan persepsi masyarakat sebagai landasan partisipasinya dalam pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly. Oleh karena itu mengidentifikasi persepsi masyarakat menjadi sangat penting dilakukan, karena melalui persepsi masyarakat akan memberikan gambaran yang jelas terkait pandangan yang jelas terhadap perencanaan yang meletakkan masyarakat sebagai subyek dalam pengembangan Kawasan Eks Lokalisasi Dolly. Sehingga tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk mengkaji bagaimana persepsi masyarakat dalam pengembangan kawasan eks lokalisasi Dolly. Pada artikel ini teknik analisa yang digunakan adalah skala likert dan statistik deskriptif untuk mengkaji persepsi masyarakat dalam pengembangan kawasan eks lokalisasi Dolly. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil bahwa masyarakat Dolly memiliki persepsi dengan interpretasi cukup terhadap permasalahan sosial yang muncul pasca penutupan Dolly serta masyarakat memiliki persepsi dengan interpretasi tinggi terhadap kebijakan penutupan dolly, dampak ekonomi yang ditimbulkan pasca penutupan Dolly, dan dukungan masyarakat terhadap pengembangan kawasan pasca penutupan Dolly.
Identifikasi Karakteristik Kawasan Koridor Siliwangi – Pamulang Raya, Tangerang Selatan untuk Mendukung Pembentukan Citra Kawasan Devira Fairuz Wibowo; Ardy Maulidy Navastara
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56255

Abstract

Salah satu cara perwujudan suatu identitas kota dapat dilakukan dengan memperkuat citra visual kota atau kawasan. Pembentukan citra kota/kawasan dapat memperkuat karakter dan membuat tatanan kualitas lingkungan dan hidup masyarakat menjadi terarah dan terpelihara. Studi penelitian bermaksud mengoptimalkan potensi kawasan yang ada untuk dapat berkembang dengan pembentukan citra/image kawasan sebagai kawasan perdagangan dan jasa. Pengambilan data dilakukan dengan berdasarkan variabel yang telah ditentukan, yaitu kriteria non-fisik berupa identitas, struktur, dan makna. Kriteria fisik berupa path, edge, district, node, dan landmark. Pegambilan data untuk kriteria fisik dilakukan observasi dan behavior mapping pada wilayah studi dan dianalisis menggunakan empirical analyisis. Sedangkan untuk kriteria non-fisik dilakukan wawancara dengan stakeholder terkait dan dianalisis menggunakan content analysis. Data hasil berdasarkan kriteria non-fisik dan fisik kemudian diakumulasikan dan dijelaskan secara deskriptif kualitatif dan menhasilkan karakteristik pada Kawasan Koridor Siliwangi – Pamulang Raya yaitu merupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa dengan kegiatan perdagangan dan kuliner. Memahami dan memaknai karakteristik kawasan koridor diharapkan dapat mengembangkan kawasan sesuai dengan karakter dan ciri khas kawasannya sehingga dapat memberikan kesan terhadap pengguna ataupun masyarakatnya sendiri.